etika pemerintahan di afghanistan - celotehpraja.com
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

etika pemerintahan di afghanistan

pemimpin pemerintahan afghanistan sejak dari dulu sampai sekarang ini, selalu seorang muslimin, hanya sayang antarmereka berseteru, sehingga tidak jarang pengaruh asing mengusai negeri muslimin ini. islam masuk kenegeri ini di perkirakan pada pertengahan abad VIII masehi setelah itu berubah secara perlahan-lahan terlegitimasi secara syah bangsa Tar Tar di pimpin Labaktaghin menguasai afghanistan, semenjak itulah. negeri ini menjadi ajang perebutan kekuasaan raja-raja persia dan hindu.

Orang persia yang pertama memerintah di afghanistan adalah Nadir Shah (1736-1747) tetapi terbunuh oleh jenderalnya sendiri bernama Ahmad Khan, yakni untuk sterusnya mendirikan dinasti di negeri ini dengan gelar Ahmad Shah Darri Durran. kemudian inggris menjajah tahun 1840-1921, tetapi sementara itu Uni Soviet juga mulai melebarkan sayapnya, sejak itulah negeri ini di perebutakan imperialis.

Tahun 1973 Afghanistan resmi menjadi republik dengan presiden pertamanya Muhhammad Daud. hanya dengan dalih melindungi Afghanistan dari intervensi negara-negara lain (iran dan pakistan), maka rusia memperkokoh dirinya di negeri ini, dengan menempatkan Najibullah menjadi Presiden, waktu itu kekuatan komunis di ambang kepudarannya, Tahun 1992 kota jalalabad berhasil di rebut kaum muslim Mujahidin dan tahun berikutnya keseluruhan negeri termasuk ibu kota kabul di kuasai, sejak itulah presiden Burhanuddin Rabbani berkuasa dengan perdana menterinya Gulbudin Hekmatiar. 

jadi perang yang di gerakkan oleh gerilyawan islam berlangsung terus menerus, sampai kemudian ketika tahun 1993 faksi Taliban di bawah pimpinan Mullah Umar menguasai negeri. pada tahun 2001 terjadi pengeboman WTC dan pentagon oleh pihak Yahudi, amerika serikat mengalihkan tuduhannya kepada Osama bin Laden yang kebetulan secara bahu-membahu berjuang bersama Mullah Umar di afghanistan mengusir kekuatan Rusia, Amerika serikat dengan sekutunya menyerbu negeri ini dan Mendudukkan bonekanya Hamid Karzai sebagai Presiden di negeri Islam yang sedang lemah ini.


DR. H. inu kencana syafiie, M.si, perbandingan etika pemerintahan, hal. 291