Kode Pengaturan Template
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

etika pemerintahan di amerika serikat

Inilah negara yang paling benci dengan kepemimpinan Islam, sebagimana kita ketahui rudal bukan untuk membunuh binatang tetapi manusia, jadi untuk itu kepada konglomerat rudal Amerika Serikat cenderung mengiginkan agar perang tetap ada di dunia, karena dengan perang, selain untukmenghncurkan bangunan juga untuk membantai manusia agar manusia tertentu bertekuk lutut.

Uni Soviet seteru nomor satu Amerika Serikat, hanya tinggal dalam peta sejarah dunia masih tercata, karena bersama dengan jatuhnya Negara-Negara komunis di Eropa Barat, Uni Soviet juga mengakhiri masa kejayaannya dan kemudia bubar.

Dengan begitu Amerika Serikat menjadi satu-satunya super power di dunia saat ini, hanya saying begitu Presiden negara adi kuasa ini mengumumkan bahwa dalam pengawalannya yang ekstra ketat sehingga semut sekalipun tidak bisa lewat negerinya, Pentagon dan World Trade Centre seacara mengagetkan malahan di tabrak pesawat dan dunia menjadi kaget ketika Amerika Serikat dengan serta merta menuduh Osamah Bin Laden sebagai otak pelakunya lalu mengumumkan Perang Salib (Crusade) kepada Agama Islam, karena kelirunya itulah kemudian opini di bentuk ulang kembali dengan mengatakan keakrabannya dengan masyarakat muslim lalu memperlihatkan keleluasaan umat Islam di negeri ini, hanya saying nasi sudah menjadi bubur.

Hamper setiap saat rakyat Amerika Serikat disuguhkan suasana akan adanya pemilihan umum, apakah itu dalam rangka pemilihan Presiden dan Wakilnya. Pemilihan walikota dan dewan kota, pemilihan Gubernur atau pemilihan Senatur dari beberapa Negara bagian, pemilihan anggota House of Representative, atau pemilihan pejabat setempat seperti petugas tax assessor, dog catcher, dan sebagainya.

Hal tersebut dalam mewujudkan Government by the people dalam mencari took pemimpin pemerintahan yang responsible government.

Keberadaan partai di negerinya ini benar-benar menjadi koreksi bagi pemerintah, hal ini menopang kehidupan demokrasi di negeri ini dalam rangka menyuarakan keinginan masyarakat.

Hanya ada dua partai yang besar yang saling berebutan untuk memperoleh jabatan politis dalam pemerintahan, yaitu Partai demokrat dan partai Republik, partai lain tampak tidak dominan atau dapat berkoalisi dengan salah satu partai tersebut.

Dalam hal pemisahan kekuasaan, berusaha untuk betul-betul seperti kehendak MONTESQUIEU yaitu denga tegas dipisahkan antara legislative, eksekutif dan yudikatef. Dengan begitu akan menjadi separation of power dalam rangka mengawasi kekuasaan denga kekuasaan (checking power with power) sehingga menjadi check and balance dapat terwujud.

Karena Amerika Serikat adalah negara federal, maka system pemerintahan daerahnya berbentuk negara bagian yang terpisah sama sekali dengan negara induknya (kecuali dalam hal keamanan bersama) bahkan negara-negara bagiannya mempunyai undang-undang sendiri.

System pemerintahan negara bagian mengikuti system pemerintahan negara induknya, yang juga melakukan pemisah kekuasaan dengan tegas, semua negara bagian berbentuk republic dan tidak boleh bertentangan dengan konstitusi mereka.

Kenhendak manusia ditentukan oleh apa yang jelas dapat ditentukan dan di putuskan, tetapi dalam hal berkendak bebas untuk melakukan sesuatu bagi negara sekuler seperti Amerika Serikat ini, Agama hanya di pegang pada acara-acara khusus seperti kelahiran, kematian, pembabtisan dan pernikahan. Sedangkan dalam hal menentuka peraturan perundang-undangan sepanjang tidak mengganggu pihak dan orang lain, semuanya sudah mereka tinggalkan. 

Itulah sebabnya dari tahun setahun angka statistic perkosaan, pembunuhan, pelecehan seksual, penganiayaan semakin tinggi saja, karena perjudian, prostitusi, penjualan senjata api, pertontonan cabul hanya di tertibkan tetapi tidak dilarang. Jadi di negerinya ini tidak tercegah lagi dekadensi moral, apa lagi keberadaan suka sama suka dalam kebebasan seks seperti lesbian, homoseks dan hidup bersama tanpa nikah bukan rahasia umum lagi.



Sumber : Perbandingan Etika Pemerintahan, DR. H Inu Kencana Syafiie, M.si, halaman 294-295, Penerbit (Rineka Cipta)

Posting Komentar untuk "etika pemerintahan di amerika serikat"