etika pemerintahan di libya - celotehpraja.com
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

etika pemerintahan di libya

membicarakan musuh-musuh amerikat serikat harus membicarakan sepak terjang pemimpin Pemerintahan Libya. Presiden Kolonel Muammar Qaddafi, walaupun sebagian penduduk dunia menganggap dan mengecamnya brutal, tetapi tidak ada salahnya kita mulai dengan berbaik sangka pada lelaki ini, siapakah Quaddafi sebenarnya. Salah satu alasan utama Quaddafi bersama-sama perwira muda lainya melakukan kudeta tidak berdarah terhadap Raja Idris I pada tanggal 1 september 1969, dalam mendukung kepentingan pemerintahan yang semula monarki, dalam mendukung kepentingan bangsa Arab yang pernah disuarakan Presiden Mesir Gamal Abdul Nasser (nasser sendiri terbunuh ketika pawai kekuatan di negerinya sendiri)

Bagi Quaddafi persatuan Arab adalah syarat yang esensial bagi peningkatan kualitatif dalam peningkatan perjuangan nasionalis dan Revolusioner anti Imperalis.

bagaimanapun usaha mencapai persatuan arab itu karena terhambat oleh tindakan-tindakan reaksioner, Persatuan Arab akan berakhir bila kendala reaksioner di biarkan.

dalam pandangan Quaddafii salah satu contoh tidakan reaksioner itu adalah perjanjian Camp david antara Mesir dan Israel yang di sponsori Amerika serikat.

Obsesi Quaddafi bagi persatuan Arab masih terlihat bekasnya sampai saat ini yaitu Libya tidak memberlakukan persyaratan visa bagi warga negara Arab yang keluar masuk di Libya, sehingga banyak pekerja Arab di Libya begitu saja bolak-balik secara bebas ke negeri asalnya. Pada pidato awal refolusi yang mengangkat dirinya ke puncak kekuasaan Quaddafi sering mengacu kepda rakyatnya sebagi orang Arab yang berada di Libya, kesediaan Quaddafi untuk membubarkan Negara Libya dan bersatu dengan Mesir, Tunisia, Suriah< Chad, dan lain-lain adalah gejala ketidak-pastian atas bangsa dari sebuah bangsa, seakan yang ada pada beliau hanyalah Bangsa Arab secara keseluruhan. Waktu itu dulu orang bisa saja menuding Quaddafi tidak mengerti akan sebuah pemerintahan yang berdaulat, tetapi sekarang orang menjadi mengerti bahwa Quaddafi bukan saja melakukan manuver internasional yang mengopinikan dirinya, karena sekarang malahan kita melihat betapa banyak negara yang bersatu dalam bentuk perdangan bersama di eeropa dan amerika serikat ataupun dalam penyatuan mata uang.