etika pemerintahan di cina - celotehpraja.com
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

etika pemerintahan di cina


ETIKA PEMERINTAHAN DI CINA


Dalam administrasi negara di Cina, stelah meninggalnya Mao Tse Tung dan naiknya Deng xiao Ping, merupakan tongkak sejarah penting dalam perkembangan ekonomi dan poltik di Cina. Ketika Mao masih hidup, tidak ada pemisah yang jelas antara pemerintah dengan partai, maklumlah partai komunis adalah penguasa tunggal didaratan Cina dan hal tersebut tertera dalam konstitusi Cina. Atas dasar konsep itu pada tiap tingkat pemerintah selalu hadir perwakilan partai dengan pertimbangan untung rugi partai selalu melatar belakangi setiap keputusan pemerintah. Sekarang Cina memperlihatkan sebuah kecenderungan baru dalam politik luar negerinya, yaitu sikap mereka yang bebas dalam politik global. Walaupun memupuk hubungan dengan amerika serikat tetapi hubungan tersebut tetap dengan menjaga jarak, sementara memperbaiki terus hubungan dengan Rusia. Sikap politik yang demikian pada dasarnya bukan suatu hal baru bagi Cina, artinya Beijing selalu memiliki kebijakan politik luar negeri yang khas dan tidak mengekor pada pihak manapun dan senantiasa mendasarkan diri pada kepentingan Nasional. Baik Dahana maupun Hediana Utarti Shambazy dua pengamat masalah Cina, mengatakan bahwa kalau dulu prnsip luar negeri Cina memilih salah satu Blok yaitu Blok Sosialisme Komunisme yang menyerukan perang terhadap dunia imperialism kapitalis, kemudian Cina mendesak agar negara-negara bersatu memerangi Amerika Serikat dan Rusia maka sekarang hal tersebut harus di tinjau kembali. Pada tahun 1971 Cina masuk anggota PBB dengan dukungan Amerika Serikat dan langsung menjadi anggota dewan keamanan menggeser Cina Nonkomunis (Formosa) dari lembaga politik internasional ini. Selanjutnya obsesi Cina untuk menjadi negara adi kuasa, tampaknya terus meningkat. Para pemimpin pemerintahan Cina menegaskan pentingnya kemajuan ekonomi dan keperkasaan militer, supaya dapat berperan sebagai negara besar di panggung dunia. Selain itu Cina mempunyai latar belakang sejarah yang gemilang dan budaya yang tinggi serta jumlah penduduk yang besar, untuk berpotensi untuk menjadi negara adi kuasa dalam bidang ekonomi dan politik. Mobilisasi orang-orang berbakat diantara penduduknya yang besar akan memacu kemajuan Cina.