Suku Bulungan Kalimantan Timur |Ku Anyi, Sejarah, Tradisi, Tarian Terkenal, Pencaharian dan Kepercayaan - celotehpraja.com
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Suku Bulungan Kalimantan Timur |Ku Anyi, Sejarah, Tradisi, Tarian Terkenal, Pencaharian dan Kepercayaan

Suku bulungan ialah etnis yang tinggal di kabupaten Bulungan Kalimantan Timur. Ibukota Kabupaten Bulungan sendiri ialah Tanjung Selor. Dulu suku Bulungan ialah suku bangsa pengujar (mengemukakan sebuah insiden lewat cara melisankan, Oral Tradition). Maka dari itu mereka tidak mempunyai abjad yang spesifik. Kelak sesudah agama islam masuk mereka baru mulai mengenali tulis-menulis huruf arab murni atau huruf Jawi (arab-melayu).

Sejarah Singkat Suku Bulungan

Sejarah terciptanya Orang Bulungan, menurut narasi warga setempat yang turun-temurun bermula dari cerita kehidupan Ku Anyi. Ku Anyi ialah seorang kepala Suku Dayak Hupan (Dayak Kayan Uma Apan) mereka tinggal di hulu Sungai Kayan, sebelumnya menempati sebuah perkampungan kecil yang penghuninya cuman terdiri dari lebih kurang 80 jiwa di pinggir Sungai Payang, cabang Sungai Pujungan.

Maksud Ku Anyi Pada Suku bulungan

Ku Anyi sampai waktu tuanya belum memiliki seorang anak. Satu hari, di saat Ku Anyi memburu di rimba, dia dengar suara aneh. Anjingnya menggonggong keras mengarah kesebatang bambu betung dan sebutir telur di atas pohon Jemlai.

Selanjutnya dengan rasa ingin tahu Ku Anyi bawa pulang bambu betung dan sebutir telur, dan diletakkan di perapian dapur. Mendadak saja esok harinya ke-2  benda itu beralih menjadi bayi lelaki dan wanita. Ku Anyi dan istrinya juga menamai ke-2  bayi itu.

Untuk bayi lelaki dinamakan Jau wiru yang maknanya "sang Guntur Besar" dan bayi wanita dinamakan Lemlai Suri. Sampai dewasa ke-2 nya juga di kawinkan. Kejadian aneh ini selanjutnya dinakaman Bulongan oleh warga yang maknanya adalah "bambu dan telur", pada perkembanganya jadi Bulungan.

Tetapi ada versi lain tentang asal mula kata Bulungan. Dalam versi ini mengatakan bahwa Bulungan datang dari kata "Bulu Tengon" yang maknanya bamboo betulan, karena peralihan aksen dari bahasa bulungan kuno ke bahasa melayu jadi Bulungan. panggilan ini dipakai hingga saat ini.

Berdirinya kesultanan Suku Bulungan

Menurut cerita warga tentang Bulongan itu tercipta seorang calon pimpinan yang dinamakan Jauwiru. Dan diperjalanan sejarah turunan, lahirlah kesultanan Bulungan. Sesudah Kuwanyi meninggal dunia karena itu Jauwiru mengambil alih posisi sebagai ketua suku bangsa Dayak (Hupan). Selanjutnya Jauwiru memiliki seorang putera namanya Paran Anyi.

Tradisi Istiadat Suku Bulungan

Pada kabupaten ini sangat populer dengan perayaan Birau, yakni acara pesta yang diselenggarakan dengan meriah oleh semua warga. Perayaan Birau awalannya dijalankan pada periode Kesultanan Bulungan untuk mengingati sukuran khitanan anak raja-rajanya. Sebagai usaha untuk melestarikan tradisi istiadat, perayaan Birau masih tetap terus diadakan.

Tari Terkenal Suku Bulungan

Salah satunya tarian yang populer di Bulungan ialah tari jugit. Tari jugit sebagai salah satunya perolehan seni paling tinggi dibidang tari pada jaman budaya istana Bulungan. Kabarnya menurut hikayat tari jugit tidak lahir sendirinya, menurut kisah tradisionil Bulungan, pencipta tari jugit ialah pendekar sekalian seniman istana waktu itu. Disamping itu ada tari japin yang memiliki nuansa Arab

Mata pencaharian Suku Bulungan

Dulu mata pencaharian suku Bulungan ialah bertani, berkebun dan berdagang. Tetapi sejalan dengan perubahan jaman mata pencariannya sekarang sudah semakin makin tambah meluas.

Suku Bulungan Kalimantan Timur |Ku Anyi, Sejarah, Tradisi, Tarian Terkenal, Pencaharian dan Kepercayaan
Istana Bulungan abad ke 20 (foto:wikipedia)

Agama / Kepercayaan Suku Bulungan

Sebagian besar warga Bulungan sudah berpedoman agama islam semenjak jaman kesultanan. Beberapa pakar sudah membagikan Teori kehadiran Islam dalam tiga tahapan yaitu:

  • Kehadiran agama Islam pada sebuah wilayah adalah kehadiran orang muslim pertama di wilayah itu.
  • Agama Islam mulai diyakini dan dipeluk oleh beberapa orang di sebuah wilayah.
  • Melembaganya Agama Islam didaerah itu khususnya sekali dalam hubungannya dengan susunan kekuasaan yakni diikutinya berdirinya Kesultanan Islam.

Teori ini bisa disebutkan dan dapat untuk menerangkan proses kehadiran dan perubahan Islam seterusnya di Bulungan.

Sekain dan terimakasih anda telah melihat terkait Suku Bulungan Kalimantan Timur Ku Anyi, Sejarah, Tradisi, Tarian Terkenal, Pencaharian dan Kepercayaan semoga berguna dan bermanfaat