Tahukah Anda Suku Bolaang Mongondow Sulut? Asal Usul, Sejarah, Penghasilan, Sistem, Pendidikan, Bahasa dan Seni Tarinya - celotehpraja.com
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tahukah Anda Suku Bolaang Mongondow Sulut? Asal Usul, Sejarah, Penghasilan, Sistem, Pendidikan, Bahasa dan Seni Tarinya

Anda Pernah Mendengar tentang Suku Mongondow? ya suku ini ialah sebuah etnis yang menempati Kabupaten Bolaang Mongondow Sulawesi Utara (SULUT) Gorontalo.

Saat sebelum tergabung dengan kabupaten Bolaang Mongondow, dulu suku ini mempunyai kerajaan yang namanya Bolaang Mongondow. Dan di tahun 1958 sah tergabung ke Indonesia dan jadi Kabupaten Bolaang Mongondow.

Asal usul kata Bolaang Mongondow

Ditinjau secara etimologi Bolaang Mongondow bermakna kata khusus yakni nama Bolaang datang dari kata "Bolango" atau "Balangon" yang maknanya Laut. Atau mungkin dengan istilah lain seperti "Bolaang" atau "Golaang" yang maknanya menjadi Terang atau Terbuka dan Tak gelap.

Sementara kata mongondow datang dari kata "momondow" yang maknanya berseru pertanda kemenangan. Tetapi pemahaman secara luasnya ialah kata bolaang atau bolang ialah perkampungan yang berada di laut Sementara Mongondow ialah perkampungan yang berada di rimba atau gunung.

Tahukah Anda Suku Bolaang Mongondow Sulut? Asal Usul, Sejarah, Penghasilan, Sistem, Pendidikan, Bahasa dan Seni Tarinya
Tahukah Anda Suku Bolaang Mongondow Sulut? Asal Usul, Sejarah, Penghasilan, Sistem, Pendidikan, Bahasa dan Seni Tarinya

Sejarah Singkat Suku Bolaang Mongondow

Berdasarkan cerita penduduk berkenaan dengan asal usul, warga Mongondow memercayai jika mereka datang dari leluhur mereka yaitu dari pasangan Gumalangit dan Tendeduata yang juga pasangan Tumotoiboko serta Tumotoibokat.

Menurut dia leluhur mereka itu tinggal di Gunung Komasan, yang saat ini masuk ke Bintauna. Turunan dari ke-2  pasangan inilah yang selanjutnya jadi suku Mongondow. Kehadiran suku ini telah tersebar luas sampai keluar wilayah aslinya seperti Tudu in Lombagin, Buntalo, Pondoli', Ginolantungan, Tudu in Passi, Tudu in Lolayan, Tudu in Sia', Tudu in Bumbungon, Mahag, Siniow, dan lain-lain.

Mata Pencaharian Orang Bolaang Mongondow

Dulu mata pencaharian suku Mongondow ialah memburu, nelayan, memproses sagu dan cari umbi di rimba dan belum mengenali langkah berkebun.

Pimpinan kelompok Penduduk Bolaang Mongondow

Tiap kelompok keluarga dari 1 turunan dipegang oleh seorang yang disebut bogani. Bogani sendiri dipilih dengan persayratan tertentu dan bisa wanita atau pria. Ketentuannya ialah :

  1. Mempunyai kekuatan fisik, (kuat)
  2. Berani
  3. Arif/Bijaksana
  4. Pintar atau Cerdas
  5. Memiliki tanggung-jawab pada kesejahteraan kelompok dan keselamatan dari gangguan lawan.

Beberapa Bogani tidak sendiri dalam memimpin, mereka ditemani oleh beberapa tonawat. Tonawat sebagai orang yang ketahui perbintangan, pakar penyakit dan penyembuhan, juga bekerja sebagai penasehat pimpinan.

Mereka kenal dengan sistem bergotong-royong untuk merampungkan pekerjaan secara bersama demi untuk kesejahteraan kelompok.

Sistem kepercayaan Warga Bolaang Mongondow

Pada saat tertentu beberapa bogani akan bergabung untuk lakukan permufakatan. Mereka yakini Yang maha kuasa dengan panggilan Ompu Duata yang berkuasa atas semua hal. Mereka umumnya melangsungkan upacara ritus saat sebelum melakukan tugas besar seperti permulaan satu usaha, aktivitas atau di saat upacara penyembuhan. Mereka selalu Mongompu (menyebutkan nama Ompu Duata) supaya usaha yang mereka kerjakan sudi dan direstui oleh Yang Maha Kuasa.

Dalam kepercayaannya pantang untuk tiap anggota warga untuk melakukan beberapa hal perbuatan yang jahat, yang tidak berkenan terhadap Ompu Duata. Mereka mempunyai ketentuan yang wajib dipatuhi. Bila ada yang menyalahi akan dikenai ancaman seperti diasingkan warga.

Zaman kerajaan Pada Suku Bolaang Mongondow

Pada era 13 beberapa Bogani berpadu membuat satu pemerintah kerajaan untuk suku mongondow yang namanya Bolaang yang memiliki makna lautan. Nama Bolaang ini mengisyaratkan jika Kerajaan ini sebagai kerajaan maritime dan hasil dari permufakatan dari beberapa Bogani, mereka setuju mengangkat Mokodoludut sebagai raja Pertama kerajaan Bolaang.

Pada era 16 sesudah keperginya Raja Mokodompit ke Siau dalam sekian tahun Kerajaan Bolaang Mongondow Kosong Kekuasaan apa lagi pangeran Dodi Mokoagow calon paling kuat untuk calon Raja alternatif Mokodompit meninggal terbunuh pada suatu kejadian dengan suku alifuru di wilayah pedalaman manado. 

Di masa ini Pemerintah diambil alih dengan seorang Bogani Mulantud yang namanya Dou', sesudah Putra raja Mokodompit yang tinggal di Siau sudah dewasa, Ia dikukuhkan sebagai raja ke 7 Kerajaan Bolaang Mongondow, Abo'(pangeran) ini namanya Tadohe /sadohe. 

Ibunya ialah seorang Putri kerajaan Siau. Semenjak pemerintahannya, sistem Pemerintah Kerajaan Bolaang Mongondow di tata Kembali. Di tahun 1901, secara administrasi wilayah ini terhitung Onderafdeling Bolaang Mongondow yang terhitung Bintauna, Bolaang Uki, Kaidipang Besar dari Afdeling Manado.

Pada masa Raja Salmon Manoppo (1735-1764) terjadi pertentangan yang dahsyat dengan faksi belanda dan usai raja salmon di tawan dan di buang di Tanjung harapan Afrika Selatan. 

Peristiwa ini memacu protes besar yang dilakukan oleh suku mongondow, hingga Belanda juga akhirya kembalikan Raja Bolaang. Dan semenjak itu nama Kerajaan Bolaang di tambahkan dengan nama suku empunya kerajaan Bolaang ini sampai jadi Bolaang Mongondow sampai sekarang ini.

Kerajaan ini sah selesai di tanggal 1 juli 1950. Waktu itu Raja Tuang Henny Yusuf Cornelius Manoppo memundurkan diri dan mengatakan tergabung dengan Negara Kesatuan Repoblik Indonesia. Saat ini nama Mongondow di maknai sebagai wilayah pegunungan dan Bolaang sebagai wilayah Pesisir.

Masuknya Agama dan Pendidikan Di Bolaang Mongondow

Raja Bolaang Mongondow yang pertama memperoleh pendidikan ialah Raja Jakobus Manoppo. Saat itu dia dibawa oleh pedagang V.O.C. lewat kesepakatan ayahnya raja Loloda Mokoagow (datu Binagkang).

Jakobus Manoppo selanjutnya jadi raja kesepuluh yang memerintah di tahun 1691-1720, yang diangkat oleh V.O.C. Tetapi pengangkatan ini tidak disetujui oleh ayahnya. Saat dikukuhkan Jakobus Manoppo jadi raja beragama Roma Katolik.

Agama islam masuk pada jaman pemerintah raja Cornelius Manoppo, raja ke-16 (1832), lewat Gorontalo. Syarif Aloewi lah yang bawa tuntunan islam ke sana. Dia mengawini putri raja tahun 1866. Karena keluarga kerajaan sebelumnya raja Cornelius Manoppo sudah merengkuh agama Islam, karena itu agama islam dipandang seperti agama raja, hingga mayoritas warga Bolaang Mongondow memeluk agama Islam sudah ikut mempengaruhi perubahan kebudayaan dalam beberapa sisi kehidupan warga.

Masuknya agama dan pendidikan sudah mengubah sistem kehidupan sosial budaya diantaranya : mengenai langkah pengendalian tanah pertanian (mulai mengenali penanaman padi di sawah), adat tradisi, pernikahan, kematian, pembangunan rumah, penataan saran perhubungan, media komunikasi dan sebagainya sebgainya.

Rumah Adat Bolaang Mongondow

Rumah di Bolaang Mongondow berupa rumah pentas dengan sebuah tangga di muka dan sebuah yang berada di belakang. Karena adanya impak dari luar, maka wujud rumahpun telah berbeda. Kehidupan sosial budaya warga yang tak sesuai lagi dengan perubahan pembangunan saat ini, banyak yang sudah berbeda.

Tetapi budaya wilayah yang memiliki kandungan nilai-nilai mulia yang bisa mendukung pembangunan fisik material dan psikis religius, tetap dipiara dan dilestarikan.

Sub Suku Bolaang Mongondow

Suku Mongondow terbagi dalam anak-anak suku yakni:

  1. Bolaang Mongondow
  2. Bolaang Uki
  3. Kaidipang Besar
  4. Bintauna.

Bahasa Bolaang Mongondow

Suku Mongondow memakai bahasa Mongondow, bahasa Bolango dan bahasa Bintauna. Bahasa-bahasa ini masuk ke Rumpun bahasa Filipina, bersama dengan Bahasa Gorontalo, Bahasa Minahasa dan Bahasa Sangir. Disamping itu, Suku Mongondow memakai Bahasa Melayu Manado untuk berbicara dengan warga Sulawesi Utara yang lain.

Alat Musik Suku Bolaang Mongondow

Beberapa musik tradisionil yang sempat dikenali di wilayah ini, banyak yang sudah musnah dan tak pernah kembali dimainkan. Ada musik instrumental yang dari luar wilayah yang sudah merakyat seakan-akan musik asli wilayah, misalkan : gambus, rebana, kulintang dan sebagainya. Alat musik tradisionil sebagai permainan rakyat, diantaranya :

  1. Kantung
  2. Rababo
  3. Tantabua
  4. Bansi' atau tualing
  5. Oli-oli'
  6. Dadalo'
  7. Bolontung
  8. Gimbal
  9. Gandang
  10. Gulintang
  11. Kulintang

Seni Tari Terkenal Bolaang Mongondow

  1. Tari Tayo
  2. Tari Joke'
  3. Tari Mosau
  4. Tari Rongko atau tari ragai
Sekian disampaikan terkait ulasan singkat Suku Bolaang Mongondow Sulut? Asal Usul, Sejarah, Penghasilan, Sistem, Pendidikan, Bahasa dan Seni Tarinya Semoga berguna dan bermanfaat, Terimakasih.