Bab I Pengaruh Pembangunan Infrastruktur Jalan Terhadap Kesejahteraan Masyarakat Desa - celotehpraja.com
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Bab I Pengaruh Pembangunan Infrastruktur Jalan Terhadap Kesejahteraan Masyarakat Desa

Teruntuk buat anda yang sedang membuat skripsi dengan fokus pembahasan tentang "Pengaruh Pembangunan Infrastruktur Jalan Terhadap Kesejahteraan Masyarakat Desa" disini sekedar referensi buat sobat semua, untuk melihat bab I dan bab III silahkan klik link ini BAB II Pengaruh Pembangunan Infrastruktur Jalan Terhadap Kesejahteraan Masyarakat Desa dan BAB III Pengaruh Pembangunan Infrastruktur Jalan Terhadap Kesejahteraan Masyarakat Desa

PENGARUH PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR JALAN TERHADAP KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DESA DI DESA TANJUNG KECAMATAN CIPUNAGARA KABUPATENSUBANG PROVINSI JAWA BARAT

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, Desa sebagai kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas wilayah, yang berwewenang untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat berdasarkan asal-usul dan adat-istiadat setempat yang diakui dan dihormati dalam system pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Untuk dapat mengembang amanat Undang-Undang penyelenggaraan pemerintah daerah tersebut, maka pemerintah membutuhkan dukungan dari aparatur pemerintah daerah yang tangguh, profesional dan mampu berbuat lokal serta bersaing secara global.

Dalam rangka mewujudkan tujuan pembangunan nasional, pemerintah memberikan perhatian yang sebesar-besarnya pada pembangunan di pedesaan. Perhatian yang besar terhadap pedesaan itu didasarkan pada kenyataan bahwa desa merupakan tempat berdiamnya sebagian besar rakyat Indonesia. Kedudukan desa dan masyarakat desa merupakan dasar landasan kehidupan bangsa dan negara Indonesia.

Desa sebagai kesatuan masyarakat hukum terkecil yang memiliki batas-batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakatnya berdasarkan asal-usul dan adat-istiadat setempat yang diakui dan dihormati oleh negara. Pembangunan pedesaan selayaknya mengarah pada peningkatan kesejahteraan masyarakat pedesaan.

Pemberdayaan masyarakat pedesaan dapat dilihat pula sebagai upaya mempercepat pembangunan pedesaan melalui penyediaan sarana dan prasarana untuk memberdayakan masyarakat, dan upaya mempercepat pembangunan ekonomi daerah yang efektif dan kokoh. Pembangunan pedesaan bersifat multi aspek, oleh karena itu perlu keterkaitan dengan bidang sektor dan aspek di luar pedesaan sehingga dapat menjadi pondasi yang kokoh bagi pembangunan nasional.

Pemerintah dan rakyat Indonesia saat ini dalam masa pembangunan, bertujuan untuk mencapai cita-cita dan tujuan nasional yaitu mewujudkan suatu masyarakat adil dan makmur yang merata material dan spiritual berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia harus meningkat dan berubah kearah yang lebih baik melalui pelaksanaan program-program pembangunan Jalan yang merupakan jaringan transportasi yang paling dominan digunakan oleh penduduk untuk beraktivitas, karena itu jalan memiliki peranan penting dalam pembangunan wilayah.

Dalam teori pembangunan desa yang merupakan pemanfaatan hasil pembangunan fisik desa yaitu dengan membangun atau memperbaiki prasarana jalan desa akan menciptakan atau memperbaiki kehidupan masyarakat desa. Dengan adanya pembangunan prasarana jalan, masyarakat dapat menggunakan jalan tersebut dengan berbagai kebutuhan yang mereka perlukan, seperti malakukan mobilitas, pemasaran hasil pertaniannya, mangangkut hasil pertanian agar lebih mudah dll

Jalan merupakan urat nadi kelancaran lalu lintas darat. Lancarnya arus jalan akan sangat menunjang perkembangan perekonomian dan sosial suatu daerah. Sehingga pembangunan prasarana dan prasarana transportasi (jalan) akan mempermudah dan mempercepat arus mobilitas barang dan jasa.

Pada saat ini telah terjadi proses pembangunan di dalam kehidupan masyarakat. Pembangunan dilakukan guna menunjang dan meningkatkan mutu kehidupan masyarakat. Segala aspek–aspek dan segi kehidupan masyarakat mengalami berbagai perkembangan baik dari yang terkecil hingga yang terbesar.

Keseluruhan itu merupakan bentuk keinginan masyarakat untuk menuju ke arah yang lebih baik. Jalan merupakan suatu lintasan yang berhubungan suatu tempat dengan tempat lainnya. Itulah sebabnya jalan juga merupakan kebutuhan utama bagi masyarakat disuatu tempat untuk meningkatkan pembangunan diberbagai bidang yang meliputi bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, sosial dan lain sebagainya.

Jalan dalam hal ini sebagai prasarana transportasi darat yang meliputi segala bagian jalan, termasuk bangunan pelengkap dan perlengkapannya yang diperuntungkan bagi lalu lintas, yang berada pada permukaan tanah, di atas permukaan tanah, di bawah permukaan tanah dan/atau air, serta di atas permukaan air, kecuali jalan kereta api, jalan lori, dan jalan kabel Sesuai PP Nomor 34 Tahun 2006 Pasal 1.

Pembangunan infrastruktur jalan pedesaan tersebut, dengan pelibatan secara penuh masyarakat setempat dalam setiap tahapan (tahap perencanaan sampai dengan tahap operasional dan pemeliharaan). Pelibatan masyarakat pedesaan dalam pembangunan infrastruktur jalan pedesaan akan memberikan beberapa dampak, antara lain (1) kualitas pekerjaan yang dihasilkan, (2) keberlangsungan operasional dan pemeliharaan infrastruktur tersebut, (3) kemampuan masyarakat dalam membangun suatu kemitraan dengan berbagai pihak, serta (4) penguatan kapasitas masyarakat untuk mampu mandiri memfasilitasi kegiatan masyarakat dalam wilayahnya.

Infrastruktur jalan yang ada didaerah di Desa Tanjung Kecamatan Cipunagara Kabupaten Subang Provinsi Jawa Barat, baru-baru ini sudah terbeton, yang dimulai dari dusun kedusun hingga sampai kedesa yang lain Kondisi ini telah melancarkan seluruh mobilitas masyarakat setempat, Perkembangan pembangunan infrastruktur jalan ini juga mempunyai hubungan yang erat terhadap perkembangan ekonomi masyarakat.

Perbaikan dan peningkatan infrastruktur pada umumnya akan dapat meningkatkan mobilitas penduduk, terciptanya penurunan ongkos pengiriman barang, terdapatnya pengangkutan barang-barang dengan kecepatan yang lebih tinggi, dan perbaikan kualitas dari jasa-jasa pengangkutan tersebut.

Saat ini masalah infrastruktur jalan menjadi agenda penting untuk dibenahi pemerintah daerah, karena infrastruktur merupakan penentu utama keberlangsungan kegiatan pembangunan, diantaranya untuk mencapai target pembanguan ekonomi demi mencapai kesejahteraan masyarakat khususnya yang ada dipedesaan.

Dalam jangka pendek pembangunan infrastruktur jalan akan menciptakan lapangan kerja sektor konstruksi dalam jangka menengah dan panjang akan mendukung peningkatan efisiensi dan produktifitas sektor-sektor ekonomi terkait, sehingga pembangunan infrastruktur jalan dapat dianggap sebagai strategi untuk mendorong peningkatan kuaitas pendidikan, pertumbuhan ekonomi, pengentasan kemiskinan, peningkatan kualitas hidup, peningkatan mobilitas barang.

Disisi lain, kegiatan pembangunan infrastruktur jalan ini juga mempunyai potensi yang besar untuk menimbulkan dampak lingkungan yang akan mempengaruhi tingkat kesehatan masyarakat setempat. Dengan adanya pembangunan infrastruktur jalan ini akan terbentuknya pembuatan jalan utama, pembuatan saluran-saluran air dan cabang-cabang jalan sebagai pematokan lahan.

Dan ini akan menjadi sangat penting bagi lingkungan setempat sehingga setiap kegiatan masyarakat dipedesaan dapat berjalan dengan baik dan bebas dari serangan penyakit. Demikian juga dengan siswa-siswi yang menempuh pendidikan ke pusat kecamatan atau dipusat perkotaan mobilitas merekapun semakin lancar serta proses pembelajaranpun juga semakin meningkat.

Dan tidak ketinggalan juga dengan hasil persawahan dan perkebunan masyarakat yang ada Desa Tanjung ini sebelumnya masyarakat membawa hasil pertanian untuk dipasarkan kepusat kecamatan atau diperkotaan dengan menggunakan keranjang atau karung dengan isi paling maksimum 5-20 kg, namun setelah jalan terbangun, masyarakat sudah dapat membawa hasil pertaniannya hingga 50-100 kg dengan menggunakan gerobak sorong maupun dengan becak motor. Untuk memperjelaskan uraian diatas maka dapat kita gambarkan melalui tabel dibawah ini:

Bab I Pengaruh Pembangunan Infrastruktur Jalan Terhadap Kesejahteraan Masyarakat Desa
Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat bahwa sebelum dan sesudah jalan terbentuk, luas jalan hanya selebar 1 ½ meter dan sepanjang 5 kilo meter, setelah adanya pembangunan infrastruktur jalan, maka jalan tersebut semakin bertambah luas hingga mencapai 3 meter dan panjang mencapai 5 kilo meter, bahkan sampai kepusat perkotaan.

Demikian juga dengan biaya transportasi, biaya kebutuhan untuk pemenuhan kebetuhan hidup masyarakat dimana sebelum terbangunnya jalan semua harga barang menjadi naik karena mengingat biaya transportasi dan jarak jalan yang ditempuh memakan waktu yang cukup lama, sehingga secara otomatis para pedagang mengikuti dan menyesuaikan biaya yang dikeluarkan. Seperti ongkos ojek atau angkutan umum sebelumnya bisa mencapai Rp5000–Rp10000, dan dengan terbangunnya infrastruktur jalan ini, ongkos transportasi menjadi menurun hingga mencapai Rp2000 – Rp5000 sesuai dengan tarif yang berlaku.

Kondisi ini memberikan gambaran bahwa keberhasilan dalam kegiatan kesejahteraan masyarakat, untuk meningkatkan mutu pendidikan, kesehatan, ekonomi dan sosial salah satunya disebabkan oleh pembangunan infrastruktur jalan untuk meningkatkan pendapatan penduduk desa dan memperlancar mobiltas masyarakat.

Melihat kondisi ini, peniliti berusaha untuk mengungkapkan sebarapa besar pengaruh pembangunan infrastruktur jalan terhadap kesejahteraan masyarakat desa. Sehingga dapat terjawab bahwa pembangunan infrastruktur jalan memberikan kesejahteraan masyarakat?

Dari latar belakang masalah diatas, maka penulis merasa tertarik untuk meneliti dengan judul: Pengaruh Pembangunan Infrastruktur JalanTerhadap Kesejahteraan Masyarakat Desa Di Desa Tanjung, Kecamatan Cipunagara, Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat.

B. Identifikasi Masalah

Identifikasi masalah adalah berisi sejumlah masalah yang berhasil ditarik dalam lingkup permasalahan yang lebih luas dibandingkan dengan perumusan masalah. Sebagaimana yang telah diterangkan dalam latar belakang masalah diatas agar tidak terjadi kesalah pahaman pengertian tentang masalah yang diteliti maka perlu diidentifikasi masalah terkait dengan judul diatas, :
Pembangunan infrastruktur jalan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.
pembangunan infrastruktur jalan dapat dianggap sebagai strategi untuk mendorong peningkatan kuaitas hidup masyarakat desa.
dengan membangun atau memperbaiki prasarana transportasi (jalan) akan menciptakan atau memperbaiki kehidupan masyarakat desa.
meningkatnya mutu pendidikan, kesehatan, ekonomi dan sosial salah satunya disebabkan oleh pembangunan infrastruktur jalan.

C. Pembatasan Masalah

Dengan banyaknya permasalahan yang telah dibahas diatas serta mempertimbangkan keterbatasan yang dimiliki penulis dari segi waktu, biaya, tenaga, pengetahuan dan referensi dalam penulisan. Oleh karena itu, penulis akan memberikan batasan pada penelitian yaitu pembangunan infrastruktur jalan sebagai variabel bebas (X) dan kesejahteraan masyarakat sebagai variabel terikat (Y) dengan lokus di Desa Tanjung Kecamatan Cipunagara Kabupaten Subang Provinsi Jawa Barat.

D. Perumusan Masalah Penelitian

Dari latar belakang diatas, maka masalah dapat dirumuskan sebagai berikut:
Apakah terdapat pengaruh pembangunan infrastruktur jalan?
Berapa besar pengaruhnya terhadap kesejahteraan masyarakat desa di Desa Tanjung, Kecamatan Cipunagara, Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat?

E. Maksud dan Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian merupakan hal yang paling penting untuk dirumuskan dalam suatu kegiatan agar pelaksanaan penelitian ini dapat mencapai tujuan yang diharapkan. Penentuan tujuan penelitian berfungsi untuk menentukan arah yang tepat bagi peneliti untuk menghindari kesulitan yang mungkin terjadi dalam proses penelitian, maka yang menjadi tujuan penelitian ini adalah:
Untuk mengetahui pengaruh pembangunan infranstruktur jalan terhadap kesejahteraan masyarakat desa?
Untuk mengetahui seberapa banyak pengaruh yang sudah ditingkatkan dalam pembangunan infrastruktur jalan?

F. Tujuan dan Kegunaan Penelitian

Kegunaan Secara Teoritis : Penelitian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan dan pengalaman serta memperluas wawasan dalam menerapkan teori-teori yang peneliti peroleh selama perkuliahan dan bagi pengembangan Ilmu Pemerintahan pada umumnya, khususnya mengenai pelaksanaan pembangunan infrastruktur jalan dalam upaya meningkatkatkan kesejahteraan masyarakat desa di Desa Tanjung, Kecamatan Cipunagara, Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat.
Kegunaan Secara Praktisi : Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat sebagai bahan masukan untuk pertimbangan dan sumbangan pemikiran yang bermanfaat mengenai masalah yang menyangkut pelaksaan pembangunan infrastruktur jalan untuk kesejahteraan masyarakat di Desa Tanjung, Kecamatan Cipunagara, Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat.