Tradisi Aneh Dan Berbahaya Di Dunia Masih Dilakukan, Memakan Korban - celotehpraja.com
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tradisi Aneh Dan Berbahaya Di Dunia Masih Dilakukan, Memakan Korban


    Tradisi Aneh Didunia- Berbicara tentang tradisi mungkin sangat panjang dan lebar ceritanya karena tradisi pada setiap suku bangsa punya ciri khas tersendiri dengan tujuan dan maksud tertentu, tapi apa dikata bila ada tradisi yang nyeleneh dan tidak biasa, bisa di bilang tradisi yang sangat-sangat ekstreme sampai dapat memeakan korban.

    Di Dunia ini ada beberapa Tradisi Aneh Dan Berbahaya yang mungkin sobat belum tau, diantaranya adalah :

    1. Tradisi Mengundang Hujan Desa La Esperanza Meksiko
    2. Tradisi Pecahkan Batok Kelapa India
    3. Tradisi Gotmar Mela India
    4. Tradisi Perang Rocket Chios Yunani
    5. Tradisi Onbashira Jepang

    Coba sobat lihat di bawah ini :

    Tradisi Mengundang Hujan Desa La Esperanza Meksiko


    Tradisi Aneh Dan Berbahaya Di Dunia Masih Dilakukan, Memakan Korban
    Tradisi Aneh Dan Berbahaya Di Dunia Masih Dilakukan, Memakan Korban

    Di Desa Nahua, Negara Bagian Guerrero, Meksiko terdapat tradisi yang dilakukan setiap bulan Mei. Puluhan ibu-ibu berkumpul dan berkelahi di lapangan desa hingga berdarah-darah. Tradisi ini dimulai dengan membentuk lingkaran besar. Setiap desa diwakilkan oleh wanita dan mereka akan berhadapan dengan wakil dari desa lain. Dua wanita dewasa tersebut berhadap-hadapan dan kemudian saling berkelahi. Setiap ada darah muncrat, warga di lingkaran besar akan bersorak. Darah yang terciprat dari perkelahian sengit para ibu itu akan dikumpulkan di ember. Nantinya, ladang akan disirami darah itu demi memanggil hujan yang dipercaya berujung pada panen yang sukses.

    Tradisi Pecahkan Batok Kelapa India




    Di India masih ada tradisi yang sedikit terlihat agak berbahaya. Setiap tahun ribuan warga pergi ke sebuah kuil di India selatan untuk melakukan ritual pemecahan batok kelapa menggunakan kepala. Uniknya tradisi ini dilakukan oleh semua kalangan, bahkan anak-anakpun diperbolehkan mengikutinya. Tujuannya adalah sebagai persembahan kepada dewa. Warga yang ingin ikut serta dalam tradisi ini berjongkok dilantai sambil menunggu pendeta kuil menghampiri lalu memecahkan batok kelapa di kepala mereka. Beberapa warga terlihat kesakitan, namun ada juga yang langsung mengumpulkan pecahan batok kelapa sebagai persembahan kepada dewa. Ada seorang wanita menceritakan bahwa dirinya tidak merasakan apa-apa saat ia mengikuti tradisi ini, dia percaya bahwa dewi telah menyelamatkannya dan menghilangkan rasa sakitnya.

    Tradisi Gotmar Mela India




    Masih di negara India, sejak 300 tahun lalu, dua desa Distrik Ahmednagar, Maharashtra, India, yaitu Pandhurna dan Sawargaon memang selalu bertikai. Letak kedua desa berada di tepi Sungai Jaam. Entah apa awal mulanya, desa tersebut seakan tidak pernah rukun. Oleh karena bentrok antar keduanya, sudah ratusan orang luka-luka dan bahkan ada juga yang meninggal dunia. Akan tetapi, perang itu saat ini sudah tidak ada. Kedua desa telah bersepakat untuk damai. Suasana mencekam telah berganti menjadi sebuah festival untuk mengenang tragedi berdarah tersebut, namanya Gotmar Mela.

    Karena sangat berbahaya pemerintah setempat telah melarang kegiatan ini berlangsung, tapi masyarakat Pandhurna dan Sawargao tetap saja melanjutkan tradisi mereka. Untuk mengurangi korban, pada tahun 2001 diusulkan batu yang digunakan akan diganti menjadi bola karet, tapi hal tersebut tidak didengarkan oleh kedua desa ini.

    Tradisi Perang Rocket Chios Yunani




    Tradisi ini terdengar sedikit modern karena menggunakan kembang api sebagai bahannya. Setiap tahun pada hari Paskah, dua gereja di sebuah pulau kecil bernama Chios, Yunani, menggelar perang kembang api. Kedua gereja itu saling menembakkan ribuan kembang api ke satu sama lain. Dua gereja ortodoks (Saint Mark dan Panagia Erithiani) di kota Vrodandos berusaha memukul lonceng gereja satu sama lain dengan menembakkan kembang api. Warga Vrodandos membutuhkan beberapa bulan untuk mempersiapkan tradisi unik tersebut. Sekitar 150 orang terlibat dalam pembuatan lebih dari 25.000 kembang api tersebut. Tidak semua warga menyukai tradisi berbahaya ini. Kegiatan itu telah menyebabkan beberapa kasus kebakaran dan juga kasus kematian.

    Sejumlah warga sudah mulai menyuarakan keprihatinan mereka dan berusaha untuk mendorong dihentikannya tradisi tersebut. Kekhawatiran ini tampaknya tidak terlalu mengganggu mereka yang menyukainya. Pada hari Paskah kemarin, tradisi ini tetap dilaksanakan dan puluhan ribu roket ditembakkan ke udara. Ribuan orang tampak menikmati tradisi itu sembari melihat warna langit yang berkelap-kelip karena efek cahaya kembang api.

    Tradisi Onbashira Jepang




    Selama 1200 tahun terakhir festival Onbashira di Nagano wilayah Jepang telah secara tradisional dirayakan tanpa terputus. Kata Onbashira harfiah diterjemahkan sebagai ” pilar suci” , melambangkan pembaharuan Suwa Grand Shrine . Ini terdiri dari dua tahap : Yamadashi diterjemahkan sebagai ” keluar dari pegunungan ” yang diselenggarakan pada bulan April seperti untuk Satobiki diadakan pada bulan Mei. Sebelum festival dimulai , 16 batang pohon dipotong dari 200 tahun pohon cemara Jepang. Setiap pohon bisa sampai 1 meter di seberang , 16 meter dan berat sampai 12 ton .

    Tim pria mempertaruhkan hidup mereka dengan memanjat pada batang dan naik sepanjang jalan menuruni lereng berlumpur , dibutuhkan 3 hari untuk memindahkan batang lebih dari 10 kilometer ke kuil . Batang pohon besar yang beratnya sekitar 7 ton, diluncurkan menuruni lereng dengan sudut kemiringan 40 derajat. Saat batang pohon meluncur, para pria pemberani melompat dan duduk di atasnya. Karena kecepatannya cukup tinggi, beberapa orang terlempar atau tergilas. Di antara mereka ada yang tewas atau cedera karena tertimpa pohon yang sangat berat.

    Sekian Tentang Tradisi Aneh Dan Berbahaya Di Dunia Masih Dilakukan, Memakan Korban. Semoga dapat bermanfaat.