Kehidupan Di Suku Eskimo :Pakaian, Rumah, Sistem, Kepercayaan dan Pencaharian - celotehpraja.com
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kehidupan Di Suku Eskimo :Pakaian, Rumah, Sistem, Kepercayaan dan Pencaharian

Kehidupan Suku Eskimo

Warga Eskimo tinggal dalam kelompok keluarga dalam jumlah lebih kurang beberapa ratus. Pada umumnya, keluarga akan terbagi dalam suami dan istri, anak bujang, anak menikah dengan istri-istri mereka dan anaknya. Anak-anak Eskimo dipandang "harta" hingga mereka jarang memberi hukuman anak. Tidak sempat ada omelan atau pukulan tetapi tidak berarti mereka dimanjakan.


Banyak lelaki dan wanita Eskimo mempunyai peranan masing-masing dalam mengurusi keluarga. Para lelaki berperanan memburu makanan, mengontrol kereta luncur anjing, dayung perahu, dan membuat penampungan. Sedang pekerjaan seorang istri yang terpenting ialah untuk membikin pakaian keluarga, yang perlu hangat dan anti-dingin. Mereka harus juga jaga anak-anak, mengolah untuk keluarganya, dan terkadang bahkan juga menolong pekerjaan beberapa suaminya. Beberapa pria dan wanita Eskimo perlakukan keduanya sebagai derajat yang sama, Wanita tidak dipandang "masyarakat negara kelas dua."

Warga Eskimo tidak mempunyai undang-undang, cuman ketentuan sikap misalnya :

  1. Semua anggota harus sama-sama menolong dalam perjuangan untuk hidup;dan
  2. Tiap orang harus hidup nyaman dengan lainnya.

Pakaian Suku Eskimo eskimo


Pakaian yang dipakai Suku Eskimo berperan untuk menghangatkan badan mereka dari cuaca yang paling dingin. Pakaian mereka dibuat dari kulit binatang, seperti kulit karibu yang katanya hangat dan enteng. 

Selainnya karibu mereka memakai pakaian dari anjing laut, beruang kutub dan rubah Arktik.
Style mengenakan pakaian dari wilayah ke wilayah benar-benar bervariatif, tapi masih tetap memakai gabungan yang serupa, yakni memakai jaket berkerudung, celana panjang atau legging, kaus kaki, sepatu bot, dan sarung tangan. 

Terkadang kacamata yang dibuat dari kayu atau tulang.
Pada musim dingin mereka memakai dua set pakaian. Susunan dalam sisi bulu-bulu di bagian dalam (bersinggungan langsung dengan kulit). Susunan ke-2  sisi bulu-bulu di bagian luar. Udara di antara dua susunan menolong jaga panas badan dan biarkan keringat untuk menguap. Pada musim panas mereka cuman kenakan satu lapis pakaian saja.

Rumah Es Suku Eskimo


Rumah bangsa Eskimo dibuat dari Es dan disebutkan dengan Igloo. Memiliki bentuk 1/2 bulat, pintu masuk berbentuk silinder. Rumah Igloo ini berperan sebagai perlindungan dari udara dingin, hewan buas kutub (Seperti beruang). Meskipun dibuat dari Es, igloo ini mempunyai konstruksi yang kuat, karena berbahan dibikin dengan Es yang tidak gampang melele. Antiknya mereka cuman membuat Igloo saat musim dingin akan tiba karena saat musim panas Igloo akan menetes. Temperatur dalam rumah Iglo cukup hangat dan nyaman ditempati dan tidak dipengaruhi temperatur di luar yang dapat sampai -45 derajat celcius dan semua aktivitas dilaksanakan dalam rumah itu.

Proses pembikinan Igloo benar-benar unik, yakni dengan memakai balok balok es yang kuat dan kuat, selanjutnya balok balok diatur layaknya seperti membuat bata di saat membuat dinding rumah, selanjutnya mereka akan menghidupkan api unggun (yang selainnya untuk menghangatkan tubuh, untuk cairkan segi dalam iglo ini sendiri) hingga es sisi dalam mencair dan es es barusan akan membeku kembali dan sama-sama tertaut kuat/melekat karena hempasan angin dan bisa menjadi kuat sendirinya. Belum juga karena ada salju yang disebut bahan lapisan yang bagus, hingga ruang dalam igloo dapat menjadi rumah yang hangat dan nyaman.

Sistem kepercayaan Suku Eskimo


Dalam warga Eskimo ada seorang lelaki atau wanita yang dipercaya berkekuatan untuk berbicara dengan beberapa roh. Mereka disebutkan "angatkuq" oleh orang Eskimo dan "shaman" oleh orang kulit putih. Mereka coba bawa cuaca yang bagus, mengobati orang sakit, tingkatkan suplai permainan, dan biasanya membenahi keadaan warga.

Makam Es Suku Eskimo


Suku Eskimo juga mensakralkan kematian. Ini kelihatan dari kepercayaan mereka jika manusia atau hewan punyai jiwa yang hidup di dunia lain sesudah kematian. Oleh karenanya badan seorang Eskimo yang alami kematian harus dibuntel dalam kulit hewan dan ditempatkan di tundra (tanah beku selama setahun tapi mencair sepanjang musim panas) dan dikitari oleh lingkaran batu dan perlengkapan yang lain akan ditaruh selain badan untuk jiwa untuk dipakai dlm dunia selanjutnya.

Mata Pencaharian Suku Eskimo


Mata pencaharian Suku Eskimo ialah berkebun, memburu, beternak dan memancing ikan. Mereka berkebun seperti gandum tetapi tidak di es tetapi ditanah, untuk dipahami jika kutub selatan datarannya berbentuk tanah yang diselimuti es yang beberapa akan mencair dimusim panas berlainan dengan kutub utara yang disebut es yang mengapung. Disamping itu mereka umumnya beternak domba dan memancing ikan. Ada pula yang memburu hewan besar seperti polar bear (beruang kutub) pemburuan dilaksanakan dengan memakai kontribusi anjing dan persenjataan secara bergerombol, eskimo pribumi zaman dulu bahkan juga memakai pakaian besi yang disebutkan KORIAK untuk memburu.

Suku Eskimo Jarang Mandi dan Nomaden

Masyarkat Eskimo jarang mandi, mereka cuman melap badan dengan kain saja karena selainnya karena sangat dinginnya, temperatur negatif dikutub membikin tidak ada bakteri yang berkembang disitu. Karena wilayah kutub benar-benar luas, mereka tidak ada yang tinggal. Suku Eskimo beralih berpindah (nomaden), tempat tinggalnya berbentuk tenda-tenda atau iglo dimusim dingin supaya gampang dipindah, tapi semua itu tak berarti tidak ada yang tinggal.