Arti, Jenis, Fungsi, dan Cara Menulis Kritik Karya Seni Rupa - celotehpraja.com
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Arti, Jenis, Fungsi, dan Cara Menulis Kritik Karya Seni Rupa

Hey.. sobat pembelajar? terutama untuk anda yang masih duduk di Kelas X SMA/MA/SMK/ MAK sudahkah anda tahu Apa pengertian kritik karya seni rupa,? Apa kegunaan atau fungsi dari kegiatan apresiasi seni?, Seperti apakah anggapan para ahli seni tentang kritik,? Apa yang disebut Kritik dalam dunia pendidikan,? Apa saja jenis kritik seni rupa,? Apa fungsi dari pada kritik karya seni rupa, bagaimana cara menulis kritik karya seni rupa?. coba sobat simak penjelasan-penjelasan dibawah ini untuk menjawab rasa penasaran anda.

Tahukah Anda pengertian apresiasi dan kritik karya seni rupa? Pernahkah Anda melakukannya? Anda mungkin tidak menyadari bahwa kegiatan apresiasi dan kritik sering dilakukan sehari-hari. Menanggapi, memberi komentar, memberi penilaian “bagus” atau “jelek”, “suka” atau “tidak suka” adalah bagian dari kegiatan kritik. Dengan memahami berbagai pengertian apresiasi dan kritik seni diharapkan dapat lebih mudah untuk memahami materi yang disampaikan dalam bab selanjutnya. Pengetahuan ini tidak saja bermanfaat dalam pembelajaran seni di sekolah tetapi juga dalam kehidupan di luar sekolah.

Ketika Anda melihat sebuah karya seni rupa, aspek apa saja yang Anda lihat? Mengapa kalian meminati sebuah karya seni rupa tetapi kurang meminati karya yang lainnya? Mengapa sebuah karya seni rupa kalian katakan “bagus” sedangkan karya yang lain kalian sebut “jelek”?

A. Pengertian Kritik

Untuk dapat memahami dan membuat kritik karya seni rupa, Anda harus memahami pengertian dan kegiatan apresiasi karya seni rupa terlebih dahulu. Secara umum istilah apresiasi seni atau mengapresiasi karya seni berarti memahami sepenuhnya seluk-beluk karya seni serta menjadi sensitif (peka) terhadap segi-segi estetikanya.

Apresiasi dapat juga diartikan berbagi pengalaman antara seniman (perupa) dan penikmat karya, bahkan ada yang menambahkan, menikmati karya seni sama artinya dengan menciptakan
kembali. Dengan kata lain, kegiatan apresiasi seni atau mengapresiasi karya seni dapat diartikan sebagai upaya untuk memahami berbagai hasil seni dengan segala permasalahannya serta menjadi lebih peka terhadap nilai-nilai estetika yang terkandung di dalamnya.

Dengan mengerti dan menyadari sepenuhnya seluk-beluk sesuatu hasil seni serta menjadi sensitif terhadap segisegi estetiknya seesorang diharapkan mampu menikmati dan menilai karya tersebut dengan semestinya (Soedarso, 1990).

Ada dua fungsi dari kegiatan apresiasi seni yaitu

  • Pertama, adalah agar kita dapat meningkatkan dan memupuk kecintaan kepada karya bangsa sendiri dan sekaligus kecintaan kepada sesama manusia. 
  • Fungsi kedua bersifat khusus, ada hubungannya dengan kegiatan mental kita yaitu penikmatan, penilaian, empati dan hiburan. 
Apresiasi seni juga besar manfaatnya bagi ketahanan budaya Indonesia. Melalui kegiatan apresiasi kesenian Indonesia, Anda dapat lebih mengenal dan menghargai budaya bangsa sendiri. Dalam pembelajaran seni di sekolah, kegiatan apresiasi digunakan sebagai salah satu metode pembelajaran seni. Melalui kegiatan apresiasi, tidak saja belajar untuk memahami dan atau menghargai karya seni, tetapi dapat juga diimplementasikan untuk menghargai berbagai perbedaan yang dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Kepedulian Anda terhadap karya seni dan warisan budaya bangsa lainnya dapat ditumbuhkan dengan pembelajaran apresiasi ini.

Pengertian kritik dalam seni tidak diartikan sebagai kecaman yang menyudutkan hasil karya atau penciptanya. Hampir sama dengan apresiasi, kritik seni pada dasarnya merupakan kegiatan menanggapi karya seni. Perbedaannya hanyalah kepada fokus dari kritik seni yang lebih bertujuan untuk menunjukkan kelebihan dan kekurangan suatu karya seni.

Anggapan Ahli Seni Tentang Kritik 

Keterangan mengenai kelebihan dan kekurangan ini dipergunakan dalam berbagai aspek, terutama sebagai bahan untuk menunjukkan kualitas dari sebuah karya. Para ahli seni umumnya beranggapan bahwa kegiatan kritik dimulai dari kebutuhan untuk memahami (apresiasi) kemudian beranjak kepada kebutuhan memperoleh kesenangan dari kegiatan memperbincangkan berbagai hal yang
berkaitan dengan karya seni tersebut.

Sejalan dengan perkembangan pemikiran dan kebutuhan masyarakat terhadap dunia seni, kegiatan kritik kemudian berkembang memenuhi berbagai fungsi sosial lainnya. Kritik karya seni tidak hanya meningkatkan kualitas pemahaman dan apresiasi terhadap sebuah karya seni, tetapi dipergunakan juga sebagai standar untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil berkarya seni.

Tanggapan dan penilaian yang disampaikan oleh seorang kritikus ternama sangat mempengaruhi persepsi penikmat terhadap kualitas sebuah karya seni bahkan dapat mempengaruhi penilaian ekonomis (price) dari karya seni tersebut.

Kritik Dalam Dunia Pendidikan

Dalam dunia pendidikan, kegiatan kritik dapat digunakan sebagai evaluasi dalam proses pembelajaran seni. Kekurangan pada sebuah karya dapat dijadikan bahan analisis untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran maupun hasil belajar tentang seni.
Selanjutnya Setelah anda membaca penjelasan di atas, cobalah ceritakan kegiatan apresiasi dan kritik yang pernah Anda lakukan dalam kehidupan sehari-hari.
Daftar Terkait :
MATERI/PELAJARAN SENI BUDAYA KURIKULUM 2013 (K13) UNTUK SMA / MA / SMK / MAK  KELAS X 
  1. Pengertian, Manfaat, Tujuan dan Fungsi Pameran Karya Seni Rupa
  2. Arti, Jenis, Fungsi, dan Cara Menulis Kritik Karya Seni Rupa
  3. Pengertian, Teknik dan Prosedur Pertunjukan Musik
  4. Pengertian, Jenis, Langkah, dan Mengomunikasikan Kritik Musik
  5. Arti, Bentuk, Jenis dan Nilai Estetis Kritik Tari
  6. Pengertian, Unsur, Teknik, Kreativitas dan Merancang Pementasan Teater
  7. Tahap Pelaksanaan Merancang Pementasan Teater
  8. Arti, Jenis, Bentuk, Teknik Pementasan Teater |Kreatifitas Serta Unsurnya

B. Jenis Kritik

Kritik karya seni memiliki perbedaan tujuan dan kualitas. Karena perbedaan tersebut, maka dijumpai beberapa jenis kritik karya seni berdasarkan pendekatannya seperti yang disampaikan oleh Feldman (1967), yaitu

  1. kritik populer (popular criticism), 
  2. kritik jurnalistik (journalistic criticism), 
  3. kritik keilmuan (scholarly criticism), 
  4. dan kritik pendidikan (pedagogical criticism).

Pemahaman terhadap keempat tipe kritik seni dapat mengantar nalar kita untuk menentukan pola pikir dalam melakukan kritik seni. Setiap tipe mempunyai ciri (kriteria), media (alat: bahasa), cara (metoda), sudut pandang, sasaran, dan materi yang tidak sama. Keempat kritik tersebut memiliki fungsi yang menekankan pada masing-masing keperluannya.

Selain jenis kritik yang disampaikan oleh Feldman, berdasarkan titik tolak atau landasan yang digunakan, dikenal pula beberapa bentuk kritik yaitu:

  1. kritik formalistik, 
  2. kritik ekspresivistik 
  3. dan instrumentalistik. 

Arti Kritik formalistik 

melihat kualitas karya berdasarkan konfigurasi unsur-unsur pembentukannya, prinsip penataannya, teknik, bahan dan medium yang digunakan dalam berkarya seni. Jika kritik formalistik lebih cenderung pada penilaian aspek-aspek formalnya,

Arti kritik ekspresivistik 

lebih tertarik untuk menilai sebuah karya berdasarkan kualitas gagasan dan perasaan yang ingin dikomunikasikan oleh perupa melalui sebuah karya seni. Kegiatan kritik ini umumnya menanggapi kesesuaian atau keterkaitan antara judul, tema, isi dan visualisasi objek-objek yang ditampilkan dalam sebuah karya.

kritik Instrumentalistik

jenis kritik seni yang cenderung menilai karya seni berdasarkan kemampuannya mencapai tujuan moral, religius, politik atau psikologi. Dalam prakteknya, penggunaan jenis kritik seni ini disesuaikan dengan jenis dan tujuan pembuatan karya seni
rupanya.

C. Fungsi Kritik Karya Seni Rupa

Kritik karya seni rupa memiliki fungsi yang sangat penting dalam dunia seni rupa dan dalam pendidikan seni. Fungsi kritik seni yang pertama dan utama ialah menjembatani persepsi dan apresiasi artistik dan estetik karya seni rupa, antara pencipta (perupa), karya, dan penikmat seni.

Komunikas antara karya yang disajikan kepada penikmat (publik) seni membuahkan interaksi timbal-balik antara keduanya. Bagi perupa,

Kritik Seni Berfungsi Untuk:


  1. mendeteksi kelemahan, 
  2. mengupas kedalaman, 
  3. serta membangun kekurangan pada karya seninya. 
Sedangkan bagi apresiastor atau penikmat karya seni, kritik seni membantu memahami karya, meningkatkan wawasan dan pengetahuannya terhadap karya seni yang berkualitas.
Kritik karya seni rupa memiliki fungsi menjembatani persepsi dan apresiasi artistik antara perupa dan penikmatnya.

D. Menulis Kritik Karya Seni Rupa

Anda mungkin pernah melakukan apresiasi dan kritik secara lisan. Ketika Anda diminta untuk memberikan tanggapan terhadap suatu benda, disadari atau tidak Anda telah melakukan sebagian kegiatan kritik dan apresiasi. Beberapa tahapan berikut ini dapat digunakan dalam mengkritisi sebuah
karya seni rupa.

1. Mendeskripsi

Deskripsi adalah tahapan dalam kritik untuk menemukan, mencatat, dan mendeskripsikan segala sesuatu yang dilihat apa adanya dan tidak berusaha melakukan analisis atau mengambil kesimpulan. Agar dapat mendeskripsikan dengan baik, Anda harus mengetahui istilah-istilah teknis yang umum
digunakan dalam dunia seni rupa. Tanpa pengetahuan tersebut, maka Anda akan kesulitan untuk mendeskripsikan fenomena karya yang dilihat.

2. Menganalisis

Analisis formal adalah tahapan dalam kritik karya seni untuk menelusuri sebuah karya seni berdasarkan struktur formal atau unsur-unsur pembentuknya. Pada tahap ini Anda harus memahami unsur-unsur seni dan prinsip-prinsip penataan atau penempatannya dalam sebuah karya seni. Perhatikan karya berikut ini, telusuri unsur-unsur seni dan prinsip-prinsip penataan atau penempatannya dalam karya tersebut.

3. Menafsirkan

Menafsirkan atau menginterpretasikan adalah tahapan penafsiran makna sebuah karya seni meliputi tema yang digarap, simbol yang dihadirkan, dan masalah-masalah yang dikedepankan. Penafsiran ini sangat terbuka sifatnya, dipengaruhi sudut pandang dan wawasan. Semakin luas wawasan Anda semakin kaya interpretasi karya yang dikritisinya. Agar wawasan Anda semakin kaya maka Anda harus banyak mencari informasi dan membaca khususnya yang berkaitan dengan karya seni rupa.

4. Menilai

Apabila tahap mendeskripsikan sampai menafsirkan ini merupakan tahapan yang juga umum digunakan dalam apresiasi karya seni, maka tahap menilai atau evaluasi merupakan tahapan yang menjadi ciri dari kritik karya seni. Evaluasi atau penilaian adalah tahapan dalam kritik untuk menentukan kualitas suatu karya seni bila dibandingkan dengan karya lain yang sejenis. Perbandingan dilakukan terhadap berbagai aspek yang terkait dengan karya tersebut baik aspek formal maupun aspek konteks.

Mengevalusi atau menilai secara kritis dapat dilakukan dengan langkahlangkah
sebagai berikut:

  • Membandingkan sebanyak-banyaknya karya yang dinilai dengan karya yang sejenis
  • Menetapkan tujuan atau fungsi karya yang dikritisi
  • Menetapkan sejauh mana karya yang ditetapkan “berbeda” dari yang telah ada sebelumnya.
  • Menelaah karya yang dimaksud dari segi kebutuhan khusus dan segi pandang tertentu yang melatarbelakanginya.

Perhatikan gambar karya seni rupa dua dimensi dan tiga dimensi berikut ini, cobalah menulis kritik karya-karya tersebut. Gunakan langkah-langkah kritik secara bertahap mulai dari mendeskripsikan hingga menilai atau mengevaluasi.
Arti, Jenis, Fungsi, dan Cara Menulis Kritik Karya Seni Rupa
Arti, Jenis, Fungsi, dan Cara Menulis Kritik Karya Seni Rupa

Anda telah mengamati dan belajar tentang kritik karya seni rupa. Perhatikan contoh kritik karya seni rupa di bawah ini! Buatlah ulasan sederhana bagian-bagian dari tulisan kritik karya seni rupa tersebut yang berisi deskripsi, analisis formal, interpretasi, dan evaluasi

Contoh tulisan kritik karya seni rupa

Contoh tulisan kritik karya seni rupa
Contoh tulisan kritik karya seni rupa

F. Kesimpulan Tentang Kritik Karya Seni Rupa

Kritik karya seni memiliki perbedaan tujuan dan kualitas. Karena perbedaan tersebut, maka dijumpai beberapa jenis kritik karya seni berdasarkan pendekatannya seperti yang disampaikan oleh Feldman (1967), yaitu kritik populer (popular criticism), kritik jurnalis (journalistic criticism), kritik keilmuan (scholarly criticism), dan kritik pendidikan (pedagogical criticism). Berdasarkan titik tolak atau landasan yang digunakan, dikenal pula beberapa bentuk kritik, yaitu: kritik formalistik, kritik ekspresivistik, dan instrumentalistik. Berdasarkan beberapa uraian tentang pendekatan dalam apresiasi dan kritik seni, dapat dirumuskan tahapan-tahapan kritik secara umum, yaitu

(a) Deskripsi,
(b) Analisis formal,
(c) Interpretasi, dan
(d) Evaluasi atau penilaian.

Mengevalusi atau menilai secara kritis dapat dilakukan dengan langkahlangkah:

(1) Mengaitkan sebanyak-banyaknya karya yang dinilai dengan karya yang sejenis,
(2) Menetapkan tujuan atau fungsi karya yang ditelaah,
(3) Menetapkan sejauh mana karya yang ditetapkan “menyimpang” dari yang telah ada sebelumnya, (4) Menelaah karya yang dimaksud dari segi kebutuhan khusus dan segi pandang tertentu yang melatarbelakanginya.

G. Refleksi Tentang Kritik Karya Seni Rupa

Mengkritisi sebuah karya seni rupa tidak bertujuan untuk mencaricari kesalahan, kekurangan, atau kelemahan sebuah karya seni rupa. Pada dasarnya melalui kegiatan kritik karya seni rupa Anda belajar memberikan penilaian secara obyektif terhadap kualitas karya seni, untuk meningkatkan kualitas wawasan, tanggapan, dan kepekaan Anda terhadap karya seni.

Hasil tanggapan dan evaluasi terhadap karya diharapkan mendorong perupa untuk meningkatkan kualitas karyanya. Melalui kegiatan apresiasi dan kritik seni Anda belajar tidak hanya mengapresiasi dan mengkritisi karya seni, tetapi juga belajar mengkritisi berbagai persoalan yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari dengan tetap mengedepankan sikap apresiatif.

Sumber:
Seni Budaya/Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.-- . Edisi Revisi Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2017.
Buku siswa, Kurikulum 2013 (K13) Kelas X SMA / MA / SMK / MAK

Sekian tentang Arti Kritik Karya Seni Rupa, Jenis Kritik Karya Seni Rupa, Fungsi Kritik Karya Seni Rupa, dan Cara Menulis Kritik Karya Seni Rupa. Semoga dapat berguna dan bermanfaat. Terimakasih