Kode Pengaturan Template
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Tahap Pelaksanaan Merancang Pementasan Teater

1. Pelaksanaan Merancang Pementasan Teater

Pelaksanaan Merancang Pementasan Teater. Pelaksanaan merupakan tahap kedua dalam prosedur merancang pementasan. Pelaksanaan pementasan teater mengandung pengertian sebagai suatu tindakan yang dilakukan seorang Pimpinan Produksi dalam upaya menyukseskan pementasan dengan pemanfaatan potensi yang ada dan memberdayakan peluang yang memungkinkan.

Memanfaatkan potensi yang ada mengandung pengertian berupa dukungan moral, keuangan, guru, dan fasilitas sarana prasarana yang dimiliki sekolah termasuk partisipasi dari orang tua siswa harus benar-benar dijadikan sumber penting yang dapat menunjang keberhasilan pementasan.

Pemberdayaan peluang yang memungkinkan adalah sikap optimis yang harus dirancang oleh seorang penggiat seni, yakni pimpinan produksi, tetapi dengan perhitungan secara efektif dan efisien. Peluang yang ada adalah menjalin kerjasama dengan pihak-pihak yang memungkinkan, yakni: para donator,
dunia usaha dan lembaga pemerintah/ swasta dengan jalan kemitraan.

Dengan upaya menjalin kemitraan diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pementasan yang tidak dimiliki panitia pementasan atau sekolah, diantaranya: pencarian dana, kerjasama sponsorship, publikasi dan kemudahan-kemudahan lain dalam memperlancar kegiatan administrasi pementasan.
Tahap Pelaksanaan Merancang Pementasan Teater

Pelaksanaan pementasan yang dilakukan panitia dan pementasan seni adalah dua faktor penting yang perlu mendapat perhatian. Hal ini, membuktikan apabila diantara salah satu faktor terjadi kelemahan, pementasan teater dapat dikatakan gagal atau kurang berhasil.

Dengan demikian, dua faktor tersebut sangat menentukan keberhasilan pementasan teater. Oleh karena itu kegiatan perencanaan dan kesiapan yang matang adalah kunci yang harus dilakukan oleh setiap pementasan dan pembelajar seni pementasan kesenian, termasuk pementasan teater di sekolah.

Fungsi dan Tujuan Pelaksanaan Pementasan Teater

Tujuan pelaksanaan adalah sebagai tolak ukur dari awal suatu keberhasilan pelaksanaan dalam pencapaian tujuan pementasan melalui serangkaian tindakan yang telah dan tengah dilakukan panitia pementasan. Apakah penonton telah terbina dan terjaring untuk datang menyaksikan pementasan ? Kalau terjadi pementasan dengan sepi penonton atau tidak ada penonton, perlu dievaluasi dan ditinjau kembali pelaksanaan publikasi dan pemasaran.

Kurangnya pihak-pihak sponsor atau pun donator dalam kerjasama kemitraan, berarti perlu dikaji tentang timming atau waktu. Apakah dampak yang terjadi, akibat adanya kegiatan yang sama dengan kegiatan yang diselenggarakan orang lain sehingga pemberdayaan kemitraan tidak dapat diabaikan sebagai penunjang dalam merancang pementasan.

Apakah Pelaksanaan Merancang Pementasan Teater sebagai evaluasi?

Tujuan kegiatan pelaksanaan juga sebagai evaluasi awal sebelum pementasan sesungguhnya terhadap hal-hal yang akan dilakukan, hal-hal yang tidak pantas dikerjakan dan hal-hal yang harus disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang ada. Dalam hal ini, baik tanggungjawab yang dilakukan pimpinan produksi maupun sutradara selaku penanggungjawab materi seni harus siap dengan tantangan yang ada dan selalu bersikap optimis dalam menghadapi keadaan.

Menyiapkan Materi Pementasan

a. Menyiapkan Materi Teater. Menyiapkan materi teater berarti segala hal persiapan yang dilakukan oleh penanggungjawab materi seni, yakni sutradara, pemain dan pendukung artistik pementasan
dengan tujuan menciptakan pementasan teater yang bermutu hingga mendatangkan tanggapan positif dari penontonnya.

Dalam hal ini, jelas seluruh pendukung pementasan teater, mau tidak mau harus bersikap konsekuen terhadap rencana produksi materi seni dan sejalan dengan rambu-rambu jadwal waktu yang telah ditetapkan.

Rencana dan persiapan materi seni yang dikomandani sutradara, dituang dalam bentuk konsep garap untuk dijalankan, dihargai, dan disetiai oleh beberapa awak pendukung pementasan melalui proses produksi teater. Konsep garap teater berupa gambaran pementasan teater secara konsep atau secara
tertulis, berisi: Judul garap, ide garap, tema garap, bentuk garap, sinopsis, susunan pemain, disain artistik dan analisis naskah atau lakon yang dibawakan.
Daftar Terkait :
MATERI/PELAJARAN SENI BUDAYA KURIKULUM 2013 (K13) UNTUK SMA / MA / SMK / MAK  KELAS X 
  1. Pengertian, Manfaat, Tujuan dan Fungsi Pameran Karya Seni Rupa
  2. Arti, Jenis, Fungsi, dan Cara Menulis Kritik Karya Seni Rupa
  3. Pengertian, Teknik dan Prosedur Pertunjukan Musik
  4. Pengertian, Jenis, Langkah, dan Mengomunikasikan Kritik Musik
  5. Arti, Bentuk, Jenis dan Nilai Estetis Kritik Tari
  6. Pengertian, Unsur, Teknik, Kreativitas dan Merancang Pementasan Teater
  7. Tahap Pelaksanaan Merancang Pementasan Teater
  8. Arti, Jenis, Bentuk, Teknik Pementasan Teater |Kreatifitas Serta Unsurnya
b. Menyiapkan Sarana Prasarana. Sarana prasarana dalam merancang pementasan teater merupakan salah satu faktor penunjang keberhasilan pementasan. Sarana prasarana ini meliputi pengadaan barang dan alat guna kebutuhan pementasan, diantaranya; tempat dan gedung pementasan,
set panggung, lampu, kostum, peralatan pemain (golok, tombak, tapeng, gada, sampur, gondewa, panah, bakul, alat tenun, kursi singgasana, bale-bale, pohon-pohonan, dll).

Untuk memenuhi kebutuhan sarana prasarana dalam bidang artistik, seorang penata biasanya melakukan pendataan barang dan alat yang dimiliki sekolah. Caranya dengan meminjam barang atau alat dari perorangan/ sanggar seni atau juga dengan sengaja barang dan alat yang dibutuhkan harus dibuat karena faktor kesulitan barang dan alat sulit di dapat.

Tata Pentas adalah pementasan seni visual yang membantu menjelaskan suatu adegan da babak dalam membangun laku dramatik tokoh cerita di atas panggung. Tata Pentas merupakan ekspresi para penata artistik dengan melibatkan para pendukung dan pekerja panggung dalam mewujudkan pementasannya. Kegiatan para penata pentas dalam kreativitas seni, meliputi kegiatan penataan, sebagai berikut.
  1. Tata panggung, sebagai setting dan dekorasi panggung pementasan mengungkapkan; tempat, waktu dan kejadian peristiwa pementasan, biasanya dilakukan perubahan tata panggung setiap pergantian babak dalam cerita.
  2. Tata lampu disebut juga tata cahaya dan efek pencahayaan berfungsi sebagai alat penerang juga memberi efek suasana adegan dan membangun atmosfir pementasan.
  3. Tata rias dan busana, sebagai penguat, memperjelas karakter tokoh, baik secara fisikal, psikis, moral atau status sosial.
  4. Tata properti, peralatan-peralatan pentas bersifat seperti tas, topi, cangklong, tongkat, gelas, piring dll.
  5. Tata Musik, sebagai pengisi dan pembangun suasana pementasan melalui gending, musik, suara atau bunyi dan effek audio.
  6. Tata Multimedia, sebagai pemanfaatan teknologi, seperti LCD, OHP.
  7. Sound Enggenering, sebagai kelengkapan pementasan guna membantu mengeraskan dan mengharmoniskan suara.

Unsur pementasan teater

Unsur pementasan teater berikutnya adalah tempat pementasan berfungsi sebagai penunjuk ruang, waktu dan kejadian peristiwa pementasan, baik dalam suatu adegan atau babak pementasan

c. Tempat dan panggung pementasan
Tempat dan panggung pementasan dapat dilakukan di dalam (Indoor) dan di luar gedung pementasan (Outdoor). Jenis panggung pada dasarnya dapat dibedakan antara lain:
  1. Panggung arena, panggung yang dapat dilihat dari semua arah penonton, biasanya pementasan teater tradisional.
  2. Panggung proscenium, atau disebut panggung di dalam gedung, yakni penonton hanya dapat menikmati dari arah depan (adanya jarak penonton dan tontonan) biasanya pementasan teater modern.
  3. Panggung campuran merupakan bentuk-bentuk panggung antara perpaduan panggung arena dan panggung proscenium, misalnya; Panggung bentuk L, U, I, Segi enam, segi lima atau setengah lingkaran. Biasanya panggung semacam ini dipergunakan dalam kepentingan showbiz, catwork (modeling).
d. Menyiapkan Kemitraan
Kemitraan adalah jalinan, hubungan, kerjasama yang dilakukan oleh seseorang atau suatu organisasi untuk bersama-sama mengikat diri dalam suatu kerja atau kegiatan. Kemitraan bersifat saling menguntungkan dan dibangun oleh suatu kepercayaan. Kemitraan akan tetap terbina dan terjaga apabila satu sama lain tidak merasa dirugikan atau satu sama lain sama-sama merasa diuntungkan. Modal kemitraan adalah kejujuran dan saling percaya.

Persiapan untuk menjalin kerjasama atau kemitraan dalam pementasan teater adalah kejelasan maksud dan tujuan panitia pementasan terhadap calon yang akan diajak bermitra. Kejelasan maksud dan tujuan pementasan teater dituangkan dalam bentuk pengajuan atau permohonan kerjasama yang disebut dengan proposal pementasan yang disusun pimpinan produksi berserta staf produksi.

Proposal dan surat pengantar sebagai alamat tujuan bermitra, calon mitra dapat memahami maksud dan tujuan pementasan sekaligus mengetahui kebutuhan yang diharapkan oleh pementasan, apakah bantuan publikasi, bantuan percetakan, bantuan konsumsi, bantuan transportasi, bantuan dana, bantuan penjaringan penonton, bantuan fasilitas gedung, bantuan peralatan, atau berupa tawaran kerjasama sponsorship, kerjasama.

Dengan demikian proposal yang sama dapat diberdayakan untuk kepentingan kebutuhan pementasan, tetapi dengan syarat isi surat pengantarnya harus dibedakan sesuai dengan kebutuhan atau keperluan panitia pementasan.

Sebagai contoh, dalam melakukan kemitraan terutama menjalin kerjasama dengan pihak sponsor, berikut ini ada beberapa hal yang dapat dijadikan acuan yang disertai dengan beberapa penawaran alternatif ruang iklan serta panduan di dalam menyusun acara atau booklet dan leaflet.

e. Menyiapkan Publikasi
Publikasi merupakan upaya sosialisasi atau informasi kepada penonton yang dilakukan panitia non artistik mengenai pementasan teater dan kapan waktu pementasan teater diselenggarakan atau dipentaskan. Lain halnya dengan kegiatan publikasi teater perkotaan atau non tradisional dapat dilakukan dengan berbagai teknik informasi, antara lain media elektronik, seperti televisi, bioskop, radio. mass media, seperti koran, majalah, jurnal, poster, pamlet atau flayer, spanduk, baligo atau
banner. Berikut ini beberapa contoh media cetak:

f. Menyiapkan Penonton
Penonton merupakan salah satu prasyarat di dalam pementasan, termasuk di dalamnya pementasan teater. Pementasan tanpa penonton, peristiwa pementasan tidak akan terjadi. Oleh karena itu, unsur penonton di dalam seni pertunjukan perlu mendapat perhatian. Perhatian disini bersifat saling membutuhkan. Panitia pementasan butuh penonton atau apresiator, juga sebaliknya penonton butuh materi seni teater yang dapat memuaskan atau memenuhi apa yang menjadi harapan penonton, yakni
pementasan teater yang layak untuk dijual atau dipentaskan.

Menyiapkan penonton berarti pementasan seni harus siap melayani dan menerima kritik dari penonton. Pementasan tanpa kritikan adalah pementasan yang tidak membangun penonton untuk aktif di dalamnya. Kritik penonton sebagai respon penonton untuk mengambil bagian atau turut berpartisipasi dalam memahami dan memaknai pementasan yang disajikan.

Upaya-upaya dalam mempersiapkan penonton pada teater tradisional sangatlah berbeda dengan penjaringan penonton teater non tradisional. Perbedaan yang nampak yaitu teater tradisional undangannya bersifat lisan dari mulut ke mulut.

Oleh karena itu teater tradisional dalam kaitan penonton cenderung tidak mengenal undangan atau selebaran cetak. Penonton teater tradisional datang bersifat spontan dan bersifat fanatik. Artinya, bahwa setiap kelompok seni, termasuk grup pementasan teater tradisional memiliki penonton yang fanatik tetap dan cenderung yang memiliki keterlibatan batin dengan penontonnya.

Penonton teater tradisional, baik rakyat maupun istana dapat dikemukakan sebagai berikut, yakni:
  1. Penonton diundang oleh yang mengadakan acara atau keluarga dan tamu undangan istana.
  2. Penonton fanatisme kelompok teater tradisional, biasanya terjadi pada kelompok atau grup teater tradisional rakyat.
  3. Penonton spontan, biasanya para pedagang dan masyarakat sekitar yang sengaja membutuhkan jasa hiburan secara gratis dan peluang usaha.
Lain hal dengan penonton teater pada umumnya, dapat dilakukan
dengan cara kemitraan, publikasi, pemasaran ataupun undangan dengan
cara membayar. Berikut ini contoh tiket dan undangan dalam sebuah
pementasan.

2. Kreativitas Merancang Pementasan Teater

Merancang pementasan teater merupakan salah satu kreativitas dalam kegiatan mencipta. Kreativitas teater adalah suatu metode atau cara untuk mengoptimalkan kemampuan kamu dalam penguasaan; pengetahuan, keterampilan dan sikap melalui pembelajaran seni teater untuk memahami pengelolaan dalam merancang pementasan seni teater dengan bekerjasama dan penuh tanggungjawab. Proses kreatif yang kamu lakukan dapat mengikuti prosedur sebagai berikut.

A. Proses kreatif (Kreativitas) Merancang Pementasan Teater

1. Melakukan Pertemuan Kelas
2. Melakukan Pemilihan Lakon Bersumber Teater Tradisional
3. Melakukan Kegiatan Non Artistik Pementasan.

Telah disinggung pada bahasan sebelumnya bahwa kegiatan non artistik adalah kegiatan dalam merancang pementasan dengan orientasi kegiatan tertuju pada perencanaan dan pelaksanaan kegiatan lebih bersifat di luar tanggungjawab materi seni yang dilakukan oleh para penggiat pementasan teater. Dengan tugas dan tanggungjawab dapat diurut sebagai berikut.
  • Menyusun panitia artistik dan non artistik pementasan.
  • Menyusun jadwal rencana produksi dan pementasan.
  • Merancang surat menyurat dan pencatatan kegiatan.
  • Menyusun anggaran kebutuhan artistik dan non artistik.
  • Menyusun proposal pementasan.
  • Merancang sasaran penonton.
  • Merancang kemitraan dan sumber penggalangan dana.
  • Merancang publikasi pementasan.
4. Melakukan Kegiatan Artistik Pementasan
Kegiatan artistik dalam pementasan teater telah disinggung sebelumnya. Kegiatan artistik adalah kegiatan dalam merancang pementasan dengan fokus kegiatan tertuju pada perencanaan dan pelaksanaan kegiatan yang bertanggungjawab pada penyiapan materi teater yang dilakukan oleh para pelaku pementasan teater. Dengan tugas dan tanggungjawab dapat diurut sebagai berikut.
  • Melakukan analisis naskah bersumber teater tradisional oleh sutradara.
  • Menyusun konsep pementasan.
  • Pemeran melakukan olah tubuh, olah suara dan olah rasa.
  • Pemeran melakukan kegiatan reading (baca bersama) naskah lakon.
  • Sutradara melakukan pembagian peran (casting).
  • Pemeran melakukan proses latihan peradegan.
  • Pemeran melakukan latihan dengan menggunakan teknik seni peran.
  • Pemeran melakukan latihan dengan mengolah ruang seni peran.
  • Pemeran melakukan latihan dengan adaptasi handprop.
  • Pemeran melakukan latihan dengan adaptasi kostum (rias busana).
  • Pemeran melakukan latihan gabungan antar adegan atau babak lakon.
  • Pemeran dan pemusik melakukan latihan gabungan seni peran dan musik.
  • Pemeran melakukan latihan dengan adaptasi sett pentas.
5. Pelaku Seni Melakukan Kegitan Gladi Kotor.
Akhirnya kamu dapat mempresentasikan materi pementasan teater secara lisan dan tulisan bersumber teater tradisional sesuai rancangan pementasan sebagai hasil pembelajaran kelas melalui aktivitas gladi kotor pementasan teater.

Kreativitas dalam merancang pementasan teater adalah suatu tahapan melalui pengelolaan (manajemen) melalui implementasi pembelajaran seni teater yang telah kamu pelajari, mulai dari pemahaman seni peran, lakon teater dengan beberapa unsur pembentuk seni teater! Untuk memperoleh hasil pementasan teater yang optimal bersumber teater tradisional, kamu disarankan untuk berani mencoba dan melakukan beberapa langkah perancangan pementasan teater sebagaimana yang diinstruksikan!

3. Rangkuman Pelaksanaan Merancang Pementasan Teater

Merancang pementasan merupakan proses produksi dalam tata kelola atau kegiatan manajemen untuk menyiapkan materi seni teater (artisitik) dan melaksanakan kegiatan non materi seni (non artistik). Persyaratan penting di dalam merancang pementasan teater meliputi dua jenis kegiatan penting terdiri dari: Kegiatan wilayah perancangan materi seni (artisitik) dan wilayah kegiatan di luar materi seni (non artistik) atau wilayah pengelolaan produksi (manajemen).

Pementasan teater akan terselenggara dengan baik, manakala dilakukan dengan baik melalui tahapan-tahapan kegiatan dalam merancang pementasan. Tahapan tersebut meliputi: perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pementasan teater.

Perencanaan di dalam pementasan teater, meliputi; perencanaan non artistik dan perencanaan artistik. Perencanaan non artistik, serangkaian tindakan yang berkaitan dengan segala hal pengelolaan di luar materi seni. Sedang perencanaan artistik adalah semua hal yang berkaitan dengan materi
seni yang komunikatif dan bermutu yang dilakukan oleh para pelaku seni.

Langkah-langkah perencanaan non artistik, terdiri dari:
  • Pertemuan sekolah dan komite sekolah, 
  • Pembentukan panitia inti,
  • Penentuan naskah lakon,
  • Menyusun panitia,
  • Tugas dan tanggungjawab panitia
  • Menyusun jadwal produksi dan pementasan, 
  • Menyusun proposal pementasan teater.
Merancang pementasan teater merupakan serangkaian tindakan dari suatu perencanaan, pengorganisasian dan penggerakan dan pengawasan yang dilakukan pimpinan produksi dan sutradara dalam menyiapkan materi seni dan non seni dengan beberapa unsur pendukung pementasan untuk mencapai tujuan pementasan seni yang bermutu dan optimal.

4. Refleksi Pelaksanaan Merancang Pementasan Teater

Aktivitas belajar melalui merancang pementasan teater merupakan materi dan sarana belajar dalam meningkatkan kemampuan sekaligus membangun dan menciptakan rasa tanggungjawab, rasa seni, kejujuran, saling menghargai, kerjasama dan kerja bersama melalui sendi-sendi organisasi dan kepekaan sosial di tengah-tengah masyarakat sekolah dan lingkungan sekitar.

Dengan segala kekurangan dan kelebihan yang dimiliki siswa dalam berorganisasi melalui kegiatan pembelajaran merancang pementasan teater dapat dimaknai dan disyukuri bahwa kita dalam menjalani kehidupan hendaklah menjunjung nilai-nilai kebersamaan untuk menciptakan gairah belajar agar lebih baik dan berprestasi. Segenap kemampuan dan pengalaman yang kita telah alami dan miliki merupakan Anugrah Tuhan, harus diterima dengan lapang dada dan dimanfaatkan sebesar-besarnya dalam kehidupan agar kita tetap membudayakan sikap saling menghormati dan percaya diri, bekerja bersama, tolong menolong, bersikap simpati dan empati terhadap teman, guru dan warga lingkungan sekolah.
Lihat laman sebelumnya >> Pengertian, Unsur, Teknik, Kreativitas dan Merancang Pementasan Teater

Posting Komentar untuk "Tahap Pelaksanaan Merancang Pementasan Teater"