Makna, Unsur, Simbol, Proses Kreasi Musik dan Nilai Estetis - celotehpraja.com
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Makna, Unsur, Simbol, Proses Kreasi Musik dan Nilai Estetis

Apa Itu Makna, Unsur, Simbol dan Proses Kreasi Musik Serta Nilai Estetisnya?

Berdasarkan beberapa pandangan para pakar pendidikan, pembelajaran seni budaya bertujuan untuk penanaman nilai estetis melalui pengalaman kreatif dan apresiatif. Sebagai pribadi atau kelompok yang kreatif dan apresiatif, kita perlu dan harus mampu memikirkan, membentuk cara-cara baru, atau mengubah caracara lama secara kreatif, agar kita dapat survive dan tidak tenggelam dalam persaingan antarbangsa dan negara dalam era globalisasi dan era teknologi.

Dalam hal ini, kita dihadapkan pada masa yang sedang berkembang dan kita harus mau dan andil mengikuti perubahan-perubahan yang terjadi di sekitar kita. Untuk itulah mari kita bangkit berpikir kreatif dan berkreasi.

Melalui berkreasi orang dapat mewujudkan kemampuan dirinya, dan perwujudan diri sebagaimana dikatakan Maslow (1967) dalam Munandar (2002:43) merupakan kebutuhan pokok pada tingkat tertinggi dalam hidup manusia.

Pada kehidupan sehari-hari sebenarnya aktivitas berkreasi seni atau berkesenian selalu dialami manusia, hanya terkadang kita tidak menyadari atau merasakannya bahwa aktivitas yang dilakukannya itu merupakan bagian dari ekspresi seni dalam melakukan proses kreasi.

Kreasi seni dapat terwadahi melalui media musik, gerak tari, rupa, dan akting. Adanya berbagai fenomena musikal yang bersifat universal, terwujud melalui beragam unsur-unsur musik yang bersatu padu menjadi karya seni utuh.

Karya seni musik itu dapat berbentuk musik vokal atau pun musik instrumental yang di dalamnya terdapat makna, simbol, dan nilai estetis yang satu sama lainnya tidak dapat terpisahkan. Melalui kegiatan pembelajaran seni yang diarahkan dalam bentuk kegiatan menganalisis seni musik, diharapkan pembelajar dapat menggali nilai-nilai estetis baik dalam seni musik tradisional, modern maupun kontemporer serta mampu menciptakan desain-desain baru dengan dilatar belakangi oleh seni musik lokal yang tumbuh dan berkembang di lingkungannya.

A. Apa Makna Dan Proses Kreasi Musik?

Pada umumnya proses kreasi identik diberlakukan di dalam aktivitas bidang seni. Kreasi merupakan kegiatan yang bermuara pada lahirnya karya seni, dimana proses kreasi bertujuan menghadirkan sesuatu dari tidak ada menjadi ada.

Salah satunya sebuah karya seni dapat berwujud musik. Karya seni musik adalah objek kasat indera dengar yang bersifat auditory. Sebuah karya seni musik sebagai objek pengamatan berlaku buat siapapun. Sebuah karya musik pada dasarnya memiliki maksud dan tujuan yang ingin disampaikan kepada penikmat musik.

Karya musik hadir karena adanya kreativitas dari hasil penciptaan seseorang serta dapat berasal dari pengungkapan gagasan dari proses kreatif yang terinspirasi dan tercipta dari fenomena-fenomena kehidupan manusia dan alam.

Apa Saja Tahapan Proses kreatif Musik?

  1. Persiapan
  2. Inkubasi
  3. Iluminasi dan
  4. verifikasi

Kreativitas Menurut Munandar (2002:9)

Munandar (2002:9) menyatakan bahwa kreativitas sebagai dimensi fungsi kognitif yang relatif bersatu yang dapat dibedakan dari intelegensi tetapi berpikir divergen atau kreatif. Kreativitas juga dapat menunjukkan hubungan yang bermakna dengan berpikir konvergen (intelegensi). Sifat kreatif merupakan ciri dari kreativitas.

Kreasi-kreasi seni adalah produk dari buah karya seni seseorang. Produktivitas kreatif dipengaruhi oleh pengubah majemuk yang meliputi faktor sikap, motivasi, dan temperamen di samping kemampuan kognitif. Produk kreativitas menekankan bahwa apa yang dihasilkan dari proses kreativitas adalah sesuatu yang baru, orisinal, dan bermakna. Selain itu, kreativitas merupakan manifestasi dari individu yang berfungsi sepenuhnya.
Tahukah Anda apakah yang mendorong seseorang dapat kreatif dan melakukan kreativitas?

Tidak seorang pun dapat mengingkari bahwa kemampuan-kemampuan dan ciri-ciri kepribadian seseorang yang kreatif dipengaruhi oleh faktor pendidikan dan lingkungan, seperti keluarga, sekolah, dan alam sekitarnya. Lingkungan dan pendidikan dapat berfungsi sebagai pendorong, stimulus, dalam pengembangan kreativitas. Kreativitas merupakan karakteristik pribadi berupa kemampuan untuk menemukan atau melakukan sesuatu yang baru dan bermakna.

Tanda kreativitas adalah sebagai kemampuan umum untuk mmencipta sesuatu yang baru, sebagai kemampuan untuk memberi gagasan-gagasan baru yang dapat diterapkan dalam pemecahan masalah, sebagai kemampuan untuk melihat hubungan-hubungan baru antara unsur-unsur yang sudah ada sebelumnya.

Aspek Perkembangan Kreativitas

Kreativitas dalam pengembangannya sangat terkait dengan aspek empat P (4P), yaitu: pribadi, pendorong, proses, dan produk. Kreativitas akan muncul dari hasil adanya interaksi pribadi yang unik dengan lingkungannya. Kreativitas adalah sebuah proses merasakan, mengamati, dan membuat dugaan tentang adanya kekurangan masalah, menilai dan menguji dugaan atau hipotesis, kemudian mengubah dan mengujinya lagi, dan akhirnya menyampaikan hasilnya. (Munandar. 2002:39)
Membiasakan berpikir kreatif dapat menumbuhkan sikap dan menanamkan rasa percaya diri

Seperti Apa Analisis Makna Musik Kreasi 

Musik merupakan bagian dari dunia bunyi. Artinya musik adalah pengungkapan ide melalui seni yang didasarkan pada pengorganisasian bunyi atau suara menurut waktu. Unsur dasar musik berupa irama, melodi, dan harmoni.

Adapun unsur lainnya berupa gagasan, sifat, dan timbre. yang juga didukung oleh unsur ekspresi serta disusun secara indah. Keindahan akan lebih terasa oleh adanya jalinan nilai-nilai estetis yang selaras dan artistik.

Untuk melihat keindahan dalam seni musik, maka diperlukan suatu aktivitas kreativitas, salah satunya adalah dengan melakukan analisis. Analisis musik tidak berarti menjelaskan komposisi karya seseorang.

Akan tetapi, analisis musik lebih cenderung ke prinsip-prinsip yang universal atau setidaknya mencari rumusan-rumusan konsep menyeluruh untuk menjelaskan makna, gramatika, dan mekanisme karya musik serta menemukan nilai estetis musik.

Kita tahu bahwa fenomenologis adanya produk karya musik, baik musik tradisi, klasik, modern maupun kontemporer di dalamnya tidak dapat terlepas dari sebuah kreasi penataan unsur-unsur musik beserta elemen-elemennya. Musik tercipta dan dibangun oleh keterpaduan substansi unsur-unsur irama, melodi, harmoni, bentuk/struktur yang dikemas oleh kualitas musik, yaitu unsur ekspresi yang meliputi tempo, dinamika, timbre, dan kekuatan volume atau intensitas suara.

Musik  Menurut Karl Seashore (ahli psikologi) 

Karl Seashore seorang ahli psikologi musik berpendapat bahwa musik memiliki makna sebagai pesona jiwa yang merupakan alat yang dapat membuat seseorang gembira, sedih, semangat, galau, sesal, penuh harapan, riang, tenang, dan damai. Bahkan musik dapat membawa kita seolah-olah mengangkat pikiran serta ingatan kita melambung tinggi sehingga emosi kita melampaui diri kita sendiri, seolah-olah gelombang-gelombang di laut lepas.

Musik Menurut (Soeharto,1992:86)

Musik adalah sebagai pengungkapan gagasan melalui bunyi atau suara,yang unsur dasarnya berupa irama, melodi, dan harmoni dengan pendukung lainnya berupa bentuk gagasan, sifat, dan warna bunyi (timbre). Namun dalam penyajiannya sering berpadu dengan unsur-unsur lainnya seperti bahasa, gerak atau warna. (Soeharto,1992:86)

B. Apa Simbol Musik Itu?

Sudah banyak orang yang membicarakan tentang seni musik baik dalam tingkat internasional, nasional, regional atau pun daerah. Istilah musik pada daerah Sunda, Jawa, dan Bali, misalnya, lebih dikenal dengan sebutan “Karawitan” atau musik daerah atau musik tradisional bahkan ada yang menyebut dengan istilah musik etnis. Apapun itu sebutannya, musik atau karawitan merupakan sebahagian kecil dari seni. Musik atau karawitan pada hakekatnya adalah bagian penting dari eksistensi manusia yang berpusat pada peran dan fungsinya sebagai alat simbolik dalam kehidupan masyarakat.

1. Apakah musik simbolisasi pencitraan?

Seni musik merupakan simbolisasi pencitraan dari unsur-unsur musik dengan substansi dasarnya suara dan nada atau notasi. Notasi sebagai salah satu elemen musik merupakan simbol musik utama yang berupa nadanada.

Melalui notasi kita dapat menunjukkan secara tepat tinggi rendahnya nada. Nada ditulis dengan simbol. Simbol musik itu dinamakan not. Pada simbol musik daerah Sunda notasi identik dengan sebutan Titilaras.

Titilaras merupakan unsur yang pertama kali mewarnai seni karawitan. Soepandi (1975) menyebutkan titi adalah nada atau not, laras adalah merupakan susunan nadanada yang sudah ditentukan jumlah dan swarantaranya dalam satu gembyang. Gembyang identik dengan istilah oktaf dalam musik barat.

Selain laras dalam karawitan Sunda yang menjadi ciri dan karakter dari wujud musik dikenal adanya sebutan surupan. Surupan adalah tinggi rendahnya nada atau suara yang disusun berurutan, baik pada oktaf kecil maupun oktaf besar dengan jumlah nada dan interval tertentu.

Pendapat senada diungkapkan Raden Machjar Angga Kusumadinata (1925) dalam tulisannya Elmuning Karawitan Sunda, dinyatakan bahwa surupan dalam istilah musik sering disebut tangga nada.

Pengenalan terhadap nada-nada yang merupakan elemen dari unsur dasar melodi pada seni musik adalah proses pembelajaran yang perlu dilakukan. Unsur-unsur musik itu terdiri dari beberapa kelompok yang secara bersamaan membentuk sebuah lagu atau komposisi musik.

Meskipun dalam pembelajaran musik pembahasan unsur-unsurnya kita anggap seolah-olah terpisah. Setiap kali pembahasan kita memusatkan perhatian kepada satu unsur musik saja. Akan tetapi, semua unsur itu berkaitan erat, maka dalam pembahasan sebuah unsur musik mungkin pula akan menyinggung unsur yang lain.
Masih ingatkah Anda terhadap tokoh-tokoh musik daerah yang menciptakan notasi atau nada?

Raden Machjar Angga Kusumadinata adalah seorang tokoh karawitan Sunda yang menciptakan notasi daminatila pada tahun 1924 dan notasi tersebut lebih disebarluaskan pada kegiatan pembelajaran seni karawitan di daerah Jawa Barat berawal sekitar tahun 1925. Sampai sekarang notasi daminatila masih dipergunakan oleh kreator-kreator Sunda dalam mengarsipkan karya musiknya khususnya untuk seni karawitan baik sekar (vokal) maupun gending (instrumen).

Banyak istilah dan simbol musik yang digunakan untuk sebutan nada. Misalnya:

  1. nada tonal yaitu nada-nada diatonis untuk musik barat;
  2. nada modal adalah nada-nada pentatonis untuk musik daerah. Simbol musik yang berupa nada-nada ada yang ditulis dengan angka, huruf, dan juga not balok.
Diyakini bahwa Anda sudah mengenal dan mempelajari beragam jenis nada baik dalam bentuk angka, huruf atau pun not balok yang digunakan sebagai simbol musik. Penggunaan simbol musik yang tepat dapat dilaksanakan dalam kegiatan pembelajaran di sekolah secara intrakurikuler dan ekstrakurikuler, maupun di dalam kegiatan pendidikan di luar sekolah.

Pada umumnya nada diatonis yang memiliki arti dua jarak nada, yakni jarak 1 (200 Cent Hz) dan jarak ½ (100 Cent Hz) dilambangkan dengan berikut.

Makna, Unsur, Simbol, Proses Kreasi Musik |Nilai Estetis

Untuk menulis not atau notasi balok diperlukan garis-garis paranada, karena notasi balok biasanya tersimpan pada paranada atau balok not yang terdiri dari lima garis sejajar. Nada balok (not) yang tersimpan pada garis not balok disebut dengan not garis/not balok. Adapun not yang tersimpan antara garis dan garis disebut dengan not ruang atau not spasi. Paranada yaitu seperangkat tanda terdiri atas lima garis mendatar. Nada-nada diletakan pada garis paranada atau diantara dua garis, yaitu disebut spasi. Dalam menghitung paranada atau garis not balok selalu dimulai dari bawah.
Makna, Unsur, Simbol, Proses Kreasi Musik |Nilai Estetis
Dalam praktiknya aturan penulisan notasi dalam garis para nada adalah:
  1. Not-not yang tersimpan di atas garis ke tiga arah tiang not di gambar ke atas.
  2. Not-not yang berada di bawah garis ketiga arah tiang not di gambar ke bawah.
  3. Not-not yang terletak pada garis ketiga arah tiang not, boleh ke atas atau ke bawah.
  4. Peletakkan bendera selalu kearah kanan.
  5. Notasi yang mempergunakan suara dua, gambar tiang not mengarah ke atas untuk suara pertama, sedang untuk suara kedua mengarah ke bawah.
Secara lebih jelas untuk penulisan not dan penyimpanannya pada garis paranada, dapat dilihat salah satu model penulisan notasi yang tersimpan pada garis paranada di bawah ini.

Makna, Unsur, Simbol, Proses Kreasi Musik |Nilai Estetis
Garis paranada
Jika penulisan notasi balok untuk penambahan nilai not, maka dipergunakan titik dibelakang not, sedangkan untuk notasi angka, nilai not dari pada titik akan ditentukan oleh garis nilai. Namun seandainya tidak ada garis nilai, maka nilai titik akan sama nilainya dengan not yang berada di depannya.

2. Beberapa Simbol Musik Pentatonik

Apabila kita menemukan tiga buah not yang mendapat nilai satu ketuk, ini disebut triol (tri nada/ tiga nada yang disatukan). Selanjutnya terdapat beberapa simbol musik terkait dengan sistem nada pentatonik (berarti lima nada pokok) yang tumbuh dan berkembang di daerah, dilambangkan berikut.

sistem nada pentatonik / lima nada pokok

1. Karawitan Sunda: Notasi Daminatila, memiliki lima nada pokok disimbolkan dengan:

Selain nada pokok, dalam karawitan terdapat pula nada sisipan atau nada hiasan. Nada tersebut dengan istilah lain disebut nada uparenggaswara (Sunda). Misalnya nada Pamiring atau nada meu (2+) Bungur atau nada ni (3-) pananggis atau nada teu (4+) dan sorog atau nada leu (5+). Nada uparenggaswara tersebut dalam istilah musik biasa dikenal dengan sebutan nada kromatik, misalnya f menjadi fis (4). Dalam penyajian karawitan Sunda terdapat beberapa laras yang dapat digunakan untuk bermain musik, baik dalam sajian lagu-lagu maupun sajian gending.

Laras yang merupakan susunan nada pentatonis dapat dikelompokkan menjadi dua kelompok besar, yaitu laras salendro dan laras pelog. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh para akademisi, laras salendro di daerah Sunda melahirkan tiga laras, yaitu laras salendro, laras degung, dan laras madenda. Sedangkan laras pelog melahirkan tiga surupan, yaitu surupan jawar, surupan sorog, dan surupan Liwung.
Atik Soepandi (1975) menjelaskan kata salendro berasal dari kata sala dan indra. Sala – sara – suara, dan indra adalah dewa utama di India, jadi apabila kita simpulkan salendro dapat diartikan suara pertama dalam kata lain disebut tangga nada pertama.
  1. Arti kiasan dari istilah salendro itu sendiri ungkapan nadanya memiliki karakteristik gagah, berani, dan gembira
  2. Tangga nada untuk laras madenda memiliki karakter sedih, susah, dan bingung, sakit hati
  3. Laras Degung ungkapan nadanya bersifat tenang dan kadang bingung
  4. Menurut Soepandi (1975:36) istilah Pelog memiliki arti latah/cadel, maksudnya berbicara atau dalam mengungkapkan sesuatu yang tidak jelas dengan istilah lain disebut seliring atau sumbang. 
  5. Dalam karawitan Jawa pelog artinya nada hiasan atau nada kromatik.
Makna, Unsur, Simbol, Proses Kreasi Musik |Nilai Estetis

2. Karawitan Jawa:

Notasi yang digunakan untuk gending atau karya musik Jawa adalah nada-nada Kepatihan, yang diciptakan oleh R.M.T. Wreksodiningrat sekitar tahun 1910 di Surakarta. Notasi ini sering digunakan untuk pembelajaran musik/seni karawitan Jawa yang memakai lambang dengan angka.
Makna, Unsur, Simbol, Proses Kreasi Musik |Nilai Estetis

3. Karawitan Bali: Notasi Dingdong

Notasi ini menggunakan lambang bahasa kawi tepatnya bahasa Jawa kuno, yang pada awalnya hanya berkembang di lingkungan pembelajaran karawitan tembang di Bali. Sejalan dengan perkembangannya, notasi Ding dong telah digunakan untuk menotasikan berbagai jenis gending pada gamelan Bali. Bentuk notasi tersebut dapat ditransfer pada notasi angka dengan susunan Notasi Ding dong (nada pokok) adalah disimbolkan sebagai berikut:


Sebuah model gending dalam motif tabuh gamelan Bali yang dikutip dari Esther L Siagian (2006)


Berikut adalah perbandingan nada dan simbol nada pentatonik dan nada diatonik yang digunakan dalam pembelajaran seni musik.
Notasi sebagai simbol musik digunakan untuk menuliskan bunyi dan diam, dengan bermacam-macam lama waktu atau panjang pendeknya bunyi dan diam itu.
Notasi sebagai simbol musik digunakan untuk menuliskan bunyi dan diam, dengan bermacam-macam lama waktu atau panjang pendeknya bunyi dan diam itu. 
Cobalah Anda cari sebuah karya musik berupa lagu atau instrumen yang ditulis dengan sistem notasi, baik notasi diatonik ataupun pentatonik. Kemudian bacalah notasi tersebut sampai benar-benar dapat dimainkan dengan baik dan benar. Jangan lupa Anda harus memperhatikan satuan pulsa atau ketukannya serta pola ritmenya. Caranya dapat dibunyikan dengan menggerakkan ujung tapak kaki di lantai, sambil membunyikan iramanya dengan bertepuk tangan, diikuti dengan bunyi nada melalui suara vokal.

Hampir setiap karya musik didalamnya mengandung unsur-unsur musik. Pemaknaan dari semua unsur tersebut dijelaskan sebagai berikut.
  1. Urutan pengelompokan unsur-unsur musik itu dapat berbeda-beda sesuai dengan pandangan orang yang menyusunnya. Pada dasarnya unsur-unsur musik itu dikelompokkan pada dua kelompok besar, yaitu unsur-unsur pokok yang terdiri atas irama, melodi, harmoni, bentuk/struktur lagu, serta unsur-unsur ekspresi yang terdiri atas tempo, dinamik, dan warna nada.
  2. Sistematika penjabaran unsur-unsur musik yang dibahas pada bagian ini terdiri atas lima unsur musik yang esensial, yaitu irama, melodi, harmoni, bentuk/struktur lagu, dan ekspresi. Sebagai pokok bahasan yang esensial, yang masing-masing unsur musik tersebut mempunyai subpokok bahasan (uraian) atau mempunyai elemen pokok yang dapat disusun dalam sebuah karya musik sebagai bahan bahasan Anda. Ke lima esensi unsur musik tersebut digambarkan dalam skema/bagan sebagai berikut.

C. Apa Saja Unsur-Unsur Musik?

a. Pola Irama

Pola irama ialah bentuk susunan tertentu panjang pendek bunyi dan diam. Setiap bentuk lagu mempunyai pola-pola irama. Irama sebuah lagu terdiri dari beberapa pola irama. Pola irama dapat sama atau berupa pengulangan atau dapat pula berbeda sedikit bahkan bisa sangat berbeda.
  1. Pola irama yang sama disebut pola irama rata, yaitu bentuk pola irama yang susunan panjang pendek bunyinya terbagi rata/sama atas pulsanya.
  2. Pola irama tidak sama panjang disebut pola irama tidak rata, yaitu bentuk pola irama yang susunan panjang pendek bunyinya tidak terbagi rata/tidak sama pulsanya.
  3. Pola irama yang berulang-ulang disebut ostinato irama, yaitu bentuk pola irama yang dibunyikan atau terdengar berulang-ulang. Masih ingatkah Anda dengan lagu Bungong Jeumpa? Mari kita bersama nyanyikan lagu Bungong Jeumpa yang merupakan lagu rakyat Aceh dengan cara bertepuk tangan sambil kita hitung ayunan biramanya dalam tempo andante (sedang) dan tempo allegro (cepat).
Bungong jeumpa bungong jeumpa megah di Aceh
Bungong telebeh telebeh indah lagoina
Bungong jeumpa bungong jeumpa megah di Aceh
Bungong telebeh telebeh indah lagoina
Puteh kuneng mejampu mirah
Bungong si ulah indah lagoina
Lam sinar buleum lam sinar buleum angen peu ayon
Bungong mesuson mesuson nyang malamala
Supaya Anda mendapatkan kekayaan pengetahuan dan memiliki pengalaman dalam berkreasi musik, maka Anda perlu mencari dan menambahkan serta menyanyikan lagu yang berbeda sesuai dengan tandatanda musik dan simbolnya.

Selain itu, terdapat pula tanda titik (.) yang diletakkan di belakang not Misalnya


Nilai not dalam nada angka pentatonik di gambarkan sebagai berikut:

Pola Ritmik

Pola ritmik adalah salah satu elemen dari unsur irama. Mainkan pola ritmik berikut dengan bertepuk tangan secara berulang-ulang sehingga dapat merasakan perbedaannya dari setiap model.
Pola-pola ritmik lainnya yang dapat diimitasi melalui tepuk tangan atau mengetuk benda. Misalnya, pola.
pola tersebut dimainkan dengan cara bertepuk tangan

Rasa Birama

Birama adalah salah satu elemen dari unsur irama. Untuk dapat membedakan rasa birama Anda perlu berlatih kepekaan. Sebaiknya Anda sering mendengarkan melodi lagu secara seksama dan mengidentifikasi birama dari frase ritmik yang dimainkan. Misalnya:

b. Pola Melodi

Melodi adalah susunan rangkaian nada (bunyi dengan getaran teratur) yang terdengar berututan serta berirama, dan mengungkapkan suatu gagasan. Melodi disebut juga untaian nada-nada tunggal yang dikenali sebagai suatu kesatuan yang menyeluruh. Melodi sebenarnya lebih mudah dikenal dari pada didefinisikan. Sebuah melodi mempunyai bagian awal, pergerakan nada-nada, dan bagian akhir. Melodi mempunyai arah, bentuk dan kesinambungan. Gerakan naik dan turun nada-nada melodi menimbulkan kesan ketegangan dan penyelesaian. Melodi yang bergerak dalam interval-interval yang kecil dinamakan melodi melangkah, sedang yang bergerak dalam interval besar dinamakan melodi melompat. Di samping naik dan turun berupa langkah- langkah dan lompatan, melodi dapat juga hanya berupa pengulangan nada-nada yang sama. Terdapat beberapa elemen dalam unsur melodi, antara lain: tangga nada, sistem nada, jenis nada, sifat nada, kunci nada, dan interval nada.

Model Pola Melodi

Nyanyikan pola melodi yang diungkapkan berikut sesuai dengan tingkat kesulitan mudah, sedang, dan agak sulit.
Setelah Anda membacanya, rasakan mana yang paling sulit untuk dikuasai. Kemudian ulangi sampai Anda benar-benar mampu membedakan dan mengekspresikannya dengan baik dan tepat. Model pola melodi dengan notasi angka daminatila, yang diterapkan pada aransemen lagu Sorban Palid dalam iringan musik gamelan degung.

c. Harmoni

Harmoni atau panduan nada ialah bunyi nyanyian atau permainan musik yang menggunakan dua nada atau lebih, yang berbeda tinggi nadanya dan kita dengar serentak. Dasar harmoni ini adalah trinada atau akor. Akor merupakan salah satu elemen musik, sedangkan elemen lainnya seperti kaden dan interval.

Trinada atau akor ialah bunyi gabungan tiga nada yang terbentuk dari salah satu nada dengan nada terts dan kuinnya, atau dari salah satu nada dengan tertsnya dan berikutnya terts dari nada yang baru, sehingga dikatakan juga terts bersusun.

Trinada atau akor diberi nomor dengan angka romawi sesuai dengan tingkat kedudukan nada dasarnya dalam tangga nada. Angka romawi besar menunjukan trinada/akor mayor, dan angka romawi kecil menunjukkan trinada/akor minor.

d. Bentuk dan Stuktur Lagu

Bentuk dan struktur lagu ialah susunan serta hubungan antara unsur-unsur musik dalam suatu lagu sehingga menghasilkan suatu komposisi atau lagu yang bermakna. Dasar pembentukan lagu ini mencakup pengulangan suatu bagian (repetisi), pengulangan dengan macam-macam perubahan (variasi, sekuen), atau penambahan bagian baru yang berlainan atau berlawanan (kontras), dengan selalu memperhatikan keseimbangan antara pengulangan dan perubahannya.

Untuk memudahkan pengertian kita, struktur musik ini dapat diperbandingkan dengan struktur bahasa yang sudah kita kenal. Elemen dari unsur bentuk dan struktur musik antara lain: wujud, motif, sekuen, repetisi, variasi, dan kontras.

e. Ekspresi

Ekspresi dalam musik ialah ungkapan pikiran dan perasaan yang mencakup semua nuansa dari tempo, dinamik, dan warna nada. Unsur-unsur pokok musik, dalam pengelompokan frase (phrasing) yang diwujudkan oleh seniman musik atau penyanyi, disampaikan kepada pendengarnya.

Elemen-elemen dari unsur ekspresi dalam musik dikatakan Jamalus (1992) terdiri dari berikut.
  1. Tempo atau tingkat kecepatan musik, sering disebut kecepatan gerak pulsa dalam lagu dengan gerak lambat, sedang, dan cepat. Sebagai contoh tempo sedang (andante, moderato), tempo cepat (mars, allegro) tempo lambat (adagio, largo)
  2. Dinamik atau tingkat volume suara atau keras lunaknya suara/bunyi, misalnya tanda untuk tingkat volume suara keras forte dengan simbol (f), fortissimo dengan simbol (ff), dinamik lemah atau lunak dilambangkan dengan piano dengan simbol (p), pianissimo dengan simbol (pp), dan crescendo dengan simbol (<), decrescendo dengan simbol (>).
  3. Timbre atau disebut dengan warna nada yang dihasilkan bergantung pada bahan sumber suara, serta gaya atau cara memproduksi nadanya.
  4. Frase yang sering disebut kalimat lagu, biasanya setiap satu kalimat yang dimaksud dibatasi dengan simbol koma (,) selain itu koma juga berfungsi untuk bernafas.
  5. Karakter suara, penggolongan suara, intensitas suara atau bunyi.
  6. Gaya (style) suara/bunyi, sebuah cara dalam melakukan penampilan/ sikap.
  7. Modulasi, ialah proses pemindahan suatu tangga nada ke tangganada lain dalam sebuah lagu.
  8. Transposisi, ialah pemindahan tangga nada dalam memainkan,

C. Apa Nilai Estetis Seni Musik? 

Bermacam-macam karya seni musik lahir dan berkembang di negeri tercinta ini, mulai dari musik vokal dalam bentuk lagu yang berupa nyanyian, sampai pada musik instrumen yang ditimbulkan dari suara alat yang berupa instrumentalia, Semua karya musik itu memiliki nilai estetis.

1. Musik Secara konseptual (Lomax)

Secara konseptual Lomax (1957) menyatakan dalam Budiwati (2001) bahwa musik lebih dititik-beratkan kepada sesuatu kegiatan yang bernilai, yaitu musik sebagai refleksi dari nilai dan perilaku dalam budaya sebagai satu kesatuan dalam mengisi fungsi sosial. Efek utama dari musik itu sendiri adalah memberikan sesuatu pada pendengar akan perasaan aman, karena ia melambangkan tempat lahir, kepuasan masa kanak-kanaknya, pengalaman agamisnya, kesenangan dalam kehidupan masyarakat, kepahitan pengalaman batin, dan pembentukan kepribadian misalnya.

Sebagaimana dikatakan Melalatoa (2000:2) dalam Budiwati (2003) bahwa: Nilai yang terdapat dalam sistem budaya di Indonesia khususnya di bidang pendidikan meliputi: nilai pengetahuan, nilai religi, nilai sosial, nilai ekonomi dan nilai seni.
Nilai merupakan suatu konsep abstrak yang dipandang baik dan bernilai yang digunakan sebagai acuan tingkah laku dalam kehidupan.

Semua tingkah laku dalam kehidupan masyarakat tidak dapat terlepas dari sistem budaya yang pada hakikatnya merupakan kompleks nilai-nilai dalam menguasai kehidupannya. Sedyawati (1993) dalam Budiwati (2003) berpendapat bahwa nilai seni memiliki arti sebagai nilai budaya yang didapatkan khusus dalam bidang seni yang berkenaan dengan hakikat karya seni dan hakikat berkesenian.

Hakikat dari seni merupakan simbol dari suatu hasil aktivitas dan kreativitas manusia di dalam menjalani kehidupannya, dan suatu karya seni yang artistik di dalamnya sudah tentu mengandung makna yang bernilai. Realisasi dari nilainilai artistik dapat terungkap dalam berbagai bentuk seni, baik tradisional, modern, maupun kontemporer. Bentuk seni tersebut diwujudkan melalui musik, tari, rupa, dan teater. Semua wujud seni tersebut memiliki ciri garapan berdasarkan pola-pola yang sudah baku, yang berfungsi sebagai presentasi estetis, seperti dalam kegiatan yang bersifat religius, edukatif, sosial, ritual yang tertuang melalui berbagai upacara dan berkreasi seni.

2. Seni musik konfigurasi gagasan dan kekuatan?

Seni musik merupakan sebuah konfigurasi gagasan dan kekuatan yang kadangkala melampaui batas-batas realitas hidup yang ada. Hal tersebut karena melalui pernyataan rasa estetis dan gagasan itulah seni musik dapat dijadikan sebagai ciri identitas kebudayaan masyarakat pendukungnya. Seni musik merupakan pengejawantahan rasa estetis manusia sebagai tuntutan rohaniah akan keindahan.

Seni musik dapat dimanfaatkan untuk pemenuhan kebutuhan estetis, selain dapat dipergunakan dalam berbagai kepentingan budaya mulai dari kegiatan ritual keagamaan sampai kepada propaganda politik dan kegiatan pendidikan. Proses pendidikan seni musik telah menetapkan beberapa nilai-nilai dasar dari kebudayaan manusia yang harus disosialisasikan, diterapkan, dan dikembangkan dalam diri peserta didik.

3. Peran Pendidikan seni musik

Pendidikan seni musik berperan sebagai media untuk menanamkan dan mensosialisasikan nilai-nilai budaya sebagai acuan hidup. Pendidikan seni musik, idealnya diharapkan mempunyai peran kunci dalam menanamkan dan mengembangkan aspek afektif, psikomotor, dan kognitif.

4. Sosialisasi pendidikan seni musik

Sosialisasi dari nilai edukatif atau nilai pendidikan seni musik pada kehidupan masyarakat dapat tercermin dengan adanya suatu kegiatan mendidik, mengajar dan melatih manusia untuk kreatif dan apresiatif, hidup estetis berpedoman pada norma, nilai, dan tata kehidupannya. Wujud lain dari nilai edukatif dan estetis ini adalah adanya sikap percaya diri pada siswa untuk mau belajar, berkreasi, dan bermasyarakat, serta berapresiasi.

Selain hal tersebut, nilai plus dari kedua nilai tersebut adalah adanya wujud kreativitas dalam mencipta, menyajikan, mengransemen, mengkompos, dan merekareka karya baik berupa lagu-lagu, komposisi, atau pun karya verbal lainnya ke arah yang lebih baik, pantas, dan indah didengar, indah dilihat, serta indah dirasakan.

Semua itu dilakukan untuk menyesuaikannya dengan kebutuhan dan perkembangan kehidupan masyarakat penikmat, walaupun dalam penyajian seni itu yang disampaikan oleh setiap indivudu akan memberikan warna, ataupun ornamen yang berbeda.

Nilai Estetis dalam seni yang merupakan untaian mutiara nilai estetis yang artistik, dapat mendekatkan manusia pada nilai-nilai keindahan. Keindahan yang identik dengan estetis, dapat terlukiskan dalam bentuk karya seni musik.

Keindahan yang mau dicapai dalam seni musik didukung oleh unsur pokok musik dan unsur penunjangnya, seperti sastra lagu dan media ungkapnya. Sastra lagu menunjang daya untuk membangun nilai estetis dari jalur bahasa dan komposisi melodi nada-nada dari jalur lagu. Keduanya harus menyatu, saling bersama, dan berperan seimbang, menuju apa yang dihasratkan seniman pencipta.

Sosialisasi nilai estetis dalam seni musik vokal dapat tersirat lewat bentuk sastra lagu atau lirik lagu dan untaian melodi nada-nada yang tertata secara khusus, dan memiliki sifat kesederhanaan, keagungan, dan kekompleksitasannya.
Melalui suara dan bunyi yang bernada kita dapat berkomunikasi; Melalui suara dan bunyi kita dapat berkreasi. Kreasi Musik Merupakan Bagian dari Dunia Bunyi dan atau Dunia Suara
Ada kreasi musik bernada dan ada pula kreasi musik tak bernada. Ada kreasi musik yang bernada dan berirama ada pula kreasi musik berirama tapi tidak bernada. Ada kreasi musik yang bernada, berirama dan berkata, ada pula kreasi musik yang bernada/tidak bernada, berirama tetapi tidak menggunakan kata (intrumentalia).
Melakukan bernyanyi atau bermain alat musik tentu bukanlah hal yang asing bagi kamu, setiap hari kamu dapat mendengarkan dan melihat orang bernyanyi, dan bermusik baik melalui media teknologi, tayangan di televisi, radio, atau mungkin dapat melihat secara langsung dalam melakukan kegiatan pendidikan. Bahkan Anda sendiri pun mungkin senang dan sedang melakukan kegiatan tersebut, walaupun kadang belum mampu menggunakan prinsip dan teknik bermusik dan menerapkan unsur-unsur musik yang baik dan benar.

5. Kreasi Seni Musik

Untuk mengarahkan pada kreasi seni musik, silakan kamu amati secara cermat karya seni musik berikut. Kemudian analisis lagu yang disajikan sebagai bahan untuk dipelajari dan dinyanyikan secara kelompok dan secara klasikal. Kegiatan akhir yang harus kamu lakukan adalah mendiskusikan hal-hal yang terkait dengan langkah-langkah yang harus dilakukan dalam mengkreasikan, menganalisa, dan mengeksplorasikan lagu tersebut. Sehubungan dengan lagu tersebut difungsikan sebagai bahan apresiasi seni dan kegiatan analisis seni musik

Makna, Unsur, Simbol, Proses Kreasi Musik |Nilai Estetis

Rangkuman Makna-Unsur-Simbol-Proses Kreasi Musik dan Nilai Estetis

Makna seni musik 

pada hakikatnya merupakan simbol artistik dalam kehidupan berbudaya. Seni musik adalah sebagai simbolisasi pencitraan dari unsur-unsur musik dengan substansi dasarnya suara dan nada atau notasi. Notasi sebagai salah satu elemen musik merupakan simbol musik utama yang berupa nada-nada, dengan notasi kita dapat menunjukkan secara tepat tinggi rendahnya nada. Nada ditulis dengan simbol huruf, angka, dan balok. Simbol musik dinamakan not.

Unsur seni musik 

Unsur seni musik adalah terdiri dari beberapa kelompok yang secara bersamaan membentuk sebuah lagu atau komposisi musik. Meskipun dalam pengajaran musik pembahasan unsur-unsurnya kita anggap seolah-olah terpisah-pisah. Setiap kali pembahasan kita memusatkan perhatian kepada satu unsur musik saja. Akan tetapi semua unsur itu berkaitan erat, maka dalam pembahasan sebuah unsur musik mungkin pula akan menyinggung unsur yang lain. Urutan pengelompokan unsur-unsur musik itu dapat berbeda-beda sesuai dengan pandangan orang yang menyusunnya. Pada dasarnya unsur-unsur musik itu dikelompokkan pada dua kelompok besar, yaitu unsur-unsur pokok yang terdiri atas irama, melodi, harmoni, bentuk/struktur lagu, dan unsurunsur ekspresi yang terdiri atas tempo, dinamik, dan warna nada.

Simbol musik

Simbol musik adalah berupa notasi dan tanda-tanda musik.

Nilai Estetis musik

Nilai Estetis musik adalah perwujudan karya musik yang memiliki keindahan.

Materi Seni dan Budaya K13 SMA-MA-MAK-SMK Kelas 12

Link terkait Materi Pelajaran Seni dan Budaya Kurikulum 2019 (K13) SMA, MA, MAK, SMK Kelas 12

= Baca Materi Terkait =

Seni dan Budaya Kelas 10

  • Arti, Jenis, Bentuk, Teknik Pementasan Teater, Kreatifitas Serta Unsurnya
  • Tahap Pelaksanaan Merancang Pementasan Teater
  • Pengertian, Unsur, Teknik, Kreativitas dan Merancang Pementasan Teater
  • Arti, Bentuk, Jenis dan Nilai Estetis Kritik Tari
  • Pengertian, Jenis, Langkah, dan Mengomunikasikan Kritik Musik
  • Pengertian, Teknik dan Prosedur Pertunjukan Musik
  • Arti, Jenis, Fungsi, dan Cara Menulis Kritik Karya Seni Rupa
  • Pengertian, Manfaat, Tujuan dan Fungsi Pameran Karya Seni Rupa
  • Seni dan Budaya Kelas 11

  • Berapresiasi Seni Rupa, Seni Musik, Seni Tari, Dan Seni Teater
  • Konsep, Teknik, Prosedur, Pemeranan Seni Teater Modern
  • Sejarah, Penyusunan dan Interpretasi Naskah Lakon Teater Modern Indonesia serta Cara Mendeskripsikannya
  • Contoh, Fungsi, Teknik, Bentuk, Gerak Tari Kreasi, Jenis, Nilai Estetis Serta Penerapannya
  • Konsep, Teknik dan Prosedur Karya Tari Kreasi
  • Arti, Jenis, Sejarah, Pertunjukan Musik Barat, Perkembangan, Isntrumental dan Vocalnya
  • Memahami, Unsur, Arti, Konsep Musik Barat, Menganalisis, Nada, Tempo dan Belajar Menulis Not
  • Aspek, Konseptual, Dalam Seni Rupa Murni, Unsur, Sifat, Eksperimen, Desain Seni Lukis
  • Ekspresi, Rangkuman, Refeleksi Seni Rupa Serta Uji Kompetensi
  • Arti, Fungsi Seni Rupa 3 Tiga Dimensi dan, Memodifikasi Objek Serta Tugas Berkarya Tiga Dimensi
  • Arti, Tujuan Pencipta, Tahap Seni Rupa 2 Dua Dimensi Dengan Memodifikasi Objek
  • Konsep, Unsur, Prinsip Seni Rupa 2 Dua Dimensi, Menganalisis, Bahan Dan Tekniknya
  • Jenis, Tema, Fungsi, Karya Seni Rupa 3 Tiga Dimensi, Menganalisis Serta Nilai Estetis
  • Seni dan Budaya Kelas 12

  • Ragam Jenis, Simbol, Medium Seni Rupa 2 Dua Dimensi Serta Nilai Estetisnya
  • Apresiasi, Jenis, Simbol, Nilai Seni Rupa 3 Tiga Dimensi
  • Konsep, Jenis, Fungsi, Seni Musik Tradisional Dan Modern
  • Makna, Unsur, Simbol, Proses Kreasi Musik dan Nilai Estetis
  • Arti, Unsur dan Jenis Kelompok Tari Kreasi serta Gerak Lambat, Cepat dan Sedang Didalamnya
  • Unsur, Pola Iringan, Fungsi, Jenis Musik Dalam Tari
  • Konsep, Teknik, Gagasan dan Karya Cipta Teater Serta Prosedur, Menyusun dan Analisis Naskah Drama
  • Makna, Jenis, Fungsi, Ragam Simbol Karya Teater Kreasi, Ungkapan dan Penampilan
  • Wujud dari nilai edukatif dan nilai estetis musik

    Wujud dari nilai edukatif dan nilai estetis musik adalah mendidik, mengajar, melatih, dan membimbing kegiatan dalam berolah musik. Selain adanya sikap percaya diri pada siswa untuk mau belajar, berkreasi, bermasyarakat, serta berapresiasi. Selain hal tersebut, nilai plus dari kedua nilai tersebut adalah adanya wujud kreativitas dalam mencipta, menyajikan, mengransemen, mengkompos, dan mereka-reka karya baik, berupa lagu-lagu, komposisi, atau pun karya verbal lainnya ke arah yang lebih baik, pantas, dan indah didengar, indah dilihat, serta indah dirasakan