Konsep Dasar Sistem Ekonomi |Pengertian, Mekanisme, Pendekatan, Bentuk dan Model - celotehpraja.com
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Konsep Dasar Sistem Ekonomi |Pengertian, Mekanisme, Pendekatan, Bentuk dan Model

Celotehpraja. Konsep/Konsepsi Dasar Sistem Ekonomi. Ini membahas beberapa pengertian (konsep) mendasar perihal sistem perekonomian yang berkembang di dunia. Pada bagian awal dipaparkan pengertian sistem ekonomi yang selanjutnya akan diikuti dengan pembahasan perihal pendekatan-pendekatan yang lazim digunakan dalam memahami sistem ekonomi suatu negara, sekaligus bagaimana kedudukan sistem ekonomi tersebut dalam tatanan kehidupan sosial yang melingkupinya.

Pada bagian selanjutnya akan diperdalam pemahaman tentang Mekanisme Bekerjanya Sistem Ekonomi dengan menggunakan kerangka analisis unit-unit pelaku ekonomi yang terlibat di dalam setiap kegiatan ekonomi, baik produksi, distribusi, maupun konsumsi. Dalam hal ini akan dipaparkan bagaimana pola hubungan antarpelaku ekonomi yang terbentuk atau membentuk suatu sistem perekonomian tertentu. Sifat hubungan antarpelaku ekonomi dalam sistem ekonomi ini pada akhirnya akan mempengaruhi corak struktur ekonomi yang terbentuk pada suatu negara.

A. Pengertian Sistem Ekonomi

Menurut John F. Due (dalam Hamid, 2004: 35), sistem ekonomi merupakan "..the group of economic institutions or regarded a unit of the economic System, the organization through the operation of which the various resources scarce, related to them are utilized to satisfy the wants man.” Dalam pengertian lain, Theodore Morgan (ibid hal 35-36) menggambarkan sistem ekonomi sebagai “....part of the constelation economic, social and political institutions and ideas and can he understood only as a part of this whole.” Jadi ketika kita berbicara tentang sistem ekonomi, maka sama artinya kita sedang berbicara tentang segala aspek yang berkaitan dengan perilaku hidup dan kehidupan masyarakat.

Makna dan Tujuan Sistem Ekonomi

Sistem ekonomi merupakan keseluruhan lembaga (pranata) yang hidup dalam suatu masyarakat yang dijadikan acuan oleh masyarakat tersebut dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Sedangkan yang dimaksud dengan lembaga (institution) adalah organisasi atau kaidah, baik formal maupun informal yang mengatur perilaku dan tindakan anggota masyarakat tertentu baik dalam melakukan kegiatan rutin sehari-hari maupun dalam mencapai suatu tujuan tertentu. 

Dengan kata lain, suatu sistem akan mempengaruhi pola berpikir dan pola bertindak pada masyarakat yang berada dalam sistem tersebut dan akan menjadi norma atau value judgement bagi masyarakatnya. Hak milik, rumah tangga, pemerintah, uang, pajak, bagi hasil, serikat buruh, semuanya merupakan contoh lembaga ekonomi.

Konsep Dasar Sistem Ekonomi |Pengertian, Mekanisme, Pendekatan, Bentuk dan Model
Konsep Dasar Sistem Ekonomi

Setiap kelompok masyarakat (pada tataran yang lebih kompleks membentuk negara bangsa) pasti memiliki sebuah sistem ekonomi untuk mengatasi beberapa persoalan, seperti; 

  1. Barang apa yang seharusnya dihasilkan; 
  2. Bagaimana cara menghasilkan barang itu; dan 
  3. Untuk siapa barang tersebut dihasilkan atau bagaimana barang tersebut didistribusikan kepada masyarakat.

Jawaban atas ketiga pertanyaan tersebut akan menentukan sistem ekonomi sebuah negara (Hudiyanto, 2002:11). Bagaimana suatu masyarakat (negara) mengatasi permasalahan ekonomi tersebut digambarkan oleh Gregory Grosmann dalam beberapa tipologi masyarakat (negara) yang berbeda satu sama lain. Kehadiran suatu sistem adalah untuk mengatur kehidupan masyarakat dalam mencapai tujuan atau kondisi yang menjadi harapan bersama. Selain 

sebagai penentu cita-cita (sebagai subjek), masyarakat juga merupakan elemen yang akan diatur oleh sistem (sebagai objek). Tujuan sistem yang dibentuk dihadirkan dari masyarakat atau dari pemikiran bersama. Ini merupakan langkah awal yang harus dilakukan, sebelum membentuk suatu sistem untuk mencapai tujuan tersebut. 

Keberadaan orang-orang sebagai anggota masyarakat dalam membangun sistem sangat penting, karena sistem yang dibentuk bukan hasil dari pemikiran perorangan atau hanya pemikiran sebagian golongan saja. Sistem yang hadir dari pemikiran sebagian kelompok memungkinkan dalam penerapannya nanti dilakukan dengan pemaksaan. 

Masyarakat yang tidak menyetujui sistem tersebut apalagi yang merasa menjadi golongan yang dirugikan akan menolak dengan berbagai cara, dan akibatnya adalah sistem yang dibentuk tidak akan berjalan dengan baik atau bahkan akan tumbang sehingga tidak berhasil mencapai tujuan yang diinginkan. 

Manusia sebagai subjek berperan penting baik sebagai pembentuk sistem atau juga sebagai pelaksana sistem. Sejalan dengan pemikiran ini adalah apa yang dikatakan Notonegoro (dalam Tjakrawerdaja, hal. 18, 2016) ketika membahas tentang Pancasila sebagai dasar ekonomi bahwa hakikat dasar ontologis Pancasila adalah manusia. Mengapa? karena manusia merupakan subjek hukum pokok dari sila-sila Pancasila (SEP, hal 18,2016)

Orang yang hidup di Amerika Serikat membeli makanan dari suatu pertanian keluarga yang ditangani oleh grosir swasta, dan dijual oleh sebuah bahan makanan atau rangkaian toko yang berdiri sendiri. Semua aktor ekonomi melakukan apa yang harus mereka lakukan untuk mendapatkan laba dan upah, yang diperoleh dengan cara menyediakan apa yang diperlukan dan bersedia dibayar oleh konsumen. Sementara itu, bahan makanan yang dibeli masyarakat Rusia mungkin ditanam pada pertanian negara atau pertanian kolektif. 

Bahan makanan itu diproses dan ditangani oleh perusahaan negara dan sangat mungkin dijual pada sebuah toko milik negara. Pekerja perorangan mendapatkan gaji untuk pekerjaan mereka, atau dalam hal petani kolektif menerima bagian dari jumlah laba bersih. Tetapi mereka melakukannya karena diarahkan oleh pemerintah dan perencanaannya secara terperinci (Grosmann, 2004: 1).

Di Yugoslovakia, bahan makanan ditanam oleh petani yang bebas menanam apa yang mereka inginkan. Hasil tanaman mereka dijual dan disalurkan oleh perusahaan sosial di mana pekerja dan wakil-wakilnya menentukan apa dan bagaimana memproduksinya tanpa suatu perintah langsung dari pengusaha. Mereka melakukan itu untuk mencari laba yang sebagian besar masuk ke kantong mereka sendiri yang mereka peroleh dengan memenuhi permintaan konsumen di pasar, sama halnya dengan yang dilakukan perusahaan Amerika. Sebagian besar penduduk masih memperoleh makanan dari ladang keluarga sendiri atau sawah, atau ternak, tanpa perantara pihak ketiga.

Apa Penentuan Sistem Ekonomi?

Penentuan sistem ekonomi tidak dapat dilepaskan dari ideologi yang diyakini oleh negara. Ideologi tertentu akan melahirkan sistem ekonomi tertentu pula karena pada dasarnya, negara melalui ideologinya telah memiliki cara pandang tertentu untuk memandang dan menyelesaikan persoalan yang mereka hadapi. Setiap sistem ekonomi membutuhkan sekumpulan peraturan, ideologi yang mendasarinya, menjelaskan peraturan tersebut dan keyakinan individu yang akan membuatnya terus dijalankan (Robinson, 1962:18). 

Sistem Ekonomi VS Rumusan Ideologi?

Dengan kata lain, sistem ekonomi yang dibentuk merupakan rumusan dari ideologi yang telah tertanam secara kuat dalam jangka waktu yang lama dari suatu kumpulan masyarakat atau yang lebih luas yaitu suatu bangsa. Tepat sekali apa yang dikatakan oleh Bung Karno, sistem ekonomi yang dibentuknya dengan nama Sistem Ekonomi Pancasila, bukan karangan atau yang ia bentuk dari hasil pemikirannya sendiri, akan tetapi lahir dari bangsa Indonesia. Sebagai kaum berpendidikan. Bung Karno hanya merumuskan saja dari elemen-elemen yang Ia temukan kemudian dituangkan dalam suatu rumusan baku menjadi suatu sistem ekonomi. (Tjakrawerdaja, hal 13,2016).

Perumusan sistem ekonomi tidak diawali dengan pemilihan atau mempelajari sistem sosial ataupun sistem kapitalis, akan tetapi lebih kepada pengaruh sistem soial budaya nasional yang ditopang oleh budaya lokal. 

Dari sanalah mulai dibentuknya sistem ekonomi. Dari rumusan dasar tersebut kemudian mengambil sistem sosialis atau sistem kapitalis untuk menjadi dasar pengembangannya. Ini yang banyak terjadi di suatu masyarakat atau suatu negara. (Tjakrawerdaja, hal 22, 2016)

Sistem yang dibentuk kemudian akan menjadi dasar bagaimana subjek ontologis (manusia) itu akan bertindak dan berperilaku. Dan jika semua anggota masyarakat mampu menggerakkan sistem tersebut maka tujuan masyarakat atau secara khusus tujuan dari sistem tersebut memiliki kemungkinan yang besar untuk tercapai dimasa yang akan datang. Negara Indonesia baik dalam mendukung terwujudnya pemerintahan demokratis dalam mewujudkan keadilan bagi bangsa Indonesia. (Tjakrawerdaja, hal 19, 2016).

Apa Sistem Ekonomi Yang Berkembang Di Dunia?

Ada berbagai sistem ekonomi yang berkembang di dunia. Namun, pada dasarnya kita dapat membaginya menjadi dua titik ekstrim, yaitu Sistem Ekonomi Kapitalis dan Sistem Ekonomi Sosialis. Pada perkembangannya, ketika banyak negara merasa kedua sistem tersebut tidak dapat menjawab persoalan-persoalan mereka, maka muncul Sistem Ekonomi Campuran yang menggabungkan kedua sistem ekonomi sebelumnya.

Perbedaan mendasar dalam memilih sistem ekonomi negara adalah karena perbedaan cita-cita ekonomi dan cara mewujudkannya. Sistem ekonomi dibangun dari empat komponen (sub-sistem) utama, yaitu 

  1. Tatanan tentang kepemilikan; 
  2. Tatanan pelaku/partisipan; 
  3. Tatanan tentang proses penyelenggaraan kegiatan ekonomi, dan, 
  4. Tatanan tentang tujuan yang hendak dicapai. 

Hal ini berbeda dengan apa yang disebut dengan teori ekonomi, karena teori ekonomi berarti bahwa petunjuk atau kaidah praktis untuk menjelas-kan gejala ekonomi, sehingga teori ekonomi bersifat universal. (Tjakrawerdaja, hal 107, 2006). Ideologi negara yang bebas menghasilkan sistem ekonomi liberal, ideologi negara yang sosialis menghasilkan sistem ekonomi dengan peran pemerintah dominan, sedangkan negara yang sangat tolerani dan demokratis sangat mungkin memiliki sistem ekonomi campuran. Pada bagian selanjutnya akan dibahas pendekatan sistem ekonomi yang akan menjadi pijakan teoritik selanjutnya.

Pendekatan Sistem Ekonomi

Pendekatan dalam sistem ekonomi ditentukan oleh kriteria hasil yang dicapai dalam perekonomian, mekanisme pengatur, bentuk hak milik, dan motivasi berekonomi.

a. Kriteria hasil yang dicapai

Sistem perekonomian tertentu membuahkan hasil yang mungkin berbeda dengan sistem yang lain, tergantung dari sejauh mana masalah perekonomian mendasar dapat dipecahkan. Kriteria hasil yang dicapai dalam perekonomian yang dikaitkan dengan berlakunya suatu sistem ekonomi tertentu di antaranya meliputi (Grosinann, 2004: 4-16):

1) Kelimpahan (ahundaney)

Berdasarkan kondisi ketersediaan faktor-faktor produksi, baik melimpah maupun langka, maka dapat diketahui bagaimana sistem ekonomi telah menghasilkan produksi barang dan jasa tertentu, apakah melimpah atau kekurangan.

2) Pertumbuhan (growth)

Tingkat produksi barang dan jasa dapat diketahui perubahannya setiap tahun, apakah tumbuh, stagnan, atau mengalami penurunan. Hal ini dapat terjadi secara berbeda pada berbagai sistem ekonomi yang berlainan.

3) Stabilitas

Gejolak ekonomi dunia yang ditengarai sebagai siklus konjungtur berimbas pada instabilitas makro berupa tingkat harga, kesempatan kerja, dan stagnasi industri. Kondisi instabilitas akan berbeda tergantung bagaimana sistem perekonomian suatu negara (masyarakat) dapat merespon dan mengantisipasinya.

4) Keamanan

Keamanan ini terkait dengan kepastian dalam berbagai kondisi dan kegiatan ekonomi yang mampu diselenggarakan oleh suatu sistem perekonomian tertentu. Konsep yang dimunculkan adalah seperti halnya sistem jaminan sosial yang mengeliminasi dampak gejolak sosial- ekonomi bagi masyarakat luas seperti halnya resiko sakit, cacat, dan kematian kepala rumah tangga.

5) Efisiensi

Penggunaan sumber daya yang tersedia (tenaga kerja, bahan baku, dan mesin) untuk memperoleh hasil yang optimal biasanya dikaitkan dengan suatu pilihan sistem ekonomi tertentu dalam tataran mikro. Pada tataran makro, efesiensi perekonomian terkait dengan hakikat harga, pengambilan keputusan, tingkat persaingan, struktur pajak, yang dipengaruhi oleh lembaga perekonoamian.

6) Pemerataan dan Keadilan (persamaan)

Pemerataan disini mengandung pengertian kesempatan yang diberikan oleh suatu sistem perekonomian bagi masyarakatnya untuk berpartisipasi dalam proses produksi dan menikmati hasil-hasilnya secara adil. Hasil produksi ini dapat berupa pendapatan, kekayaan, kekuasaan, dan kesempatan yang lebih luas dalam proses pengambilan keputusan ekonomi.

7) Kemerdekaan Ekonomi

Kemerdekaan ekonomi merupakan prasyarat sekaligus hasil yang diperoleh suatu masyarakat (negara) dengan sistem perekonomian tertentu. Kemerdekaan disini mencakup berbagai kemungkinan kemerdekaan untuk memilih pekerjaan, untuk berusaha, dan berbagai bentuk kemerdekaan masyarakat sebagai konsumen yang lain. 

8) Kedaulatan Ekonomi

Kedaulatan ekonomi melingkupi kedaulatan rumah tangga pemilik sumber produksi, kedaulatan konsumen, atau kedaulatan pimpinan (pemerintah) yang ketiga-tiganya dapat mempengaruhi keputusan produksi yang menjadi bagian penting suatu sistem perekonomian.

9) Perlindungan Lingkungan

Salah satu aspek penting sistem perekonomiannya adalah dampak kegiatan pelaku ekonominya terhadap kondisi lingkungan hidup (alam). Ada sistem ekonomi yang cenderung merusak lingkungan karena semata- mata mengejar keuntungan ekonomi pribadi. Namun ada juga sistem ekonomi yang begitu protektif (konservatif) terhadap lingkungan sebagai bagian yang tidak terpisahkan untuk menunjang keberlangsungan hidup masyarakatnya.

B. Mekanisme Pengatur Sistem Ekonomi

Suatu sistem perekonomian yang berhasil mensejahterakan masyarakatnya sangat dipengaruhi oleh lancarnya koordinasi kegiatan jutaan unit individu dan kelompok yang terdapat di dalamnya. Mekanisme pengatur dalam hal ini diperlukan untuk melancarkan hubungan antarpelaku ekonomi yang terpisah tetapi saling tergantung. Mekanisme pengatur ini diperlukan untuk mengkoordinasi cara produksi dan cara alokasi yang memungkinkan tercapainya kesejahteraan masyarakat. Terdapat tiga mekanisme untuk melakukan koordinasi seperti itu yaitu tradisi, mekanisme pasar, dan komando.

Tradisi dalam Sistem Ekonomi

Tradisi adalah kebiasaan yang dijadikan acuan dalam pola hubungan khusus yang tertentu di antara unit atau agen ekonomi. Tradisi menjadi suatu mekanisme untuk mengatur pembagian kerja dan pembagian manfaat dan beban dalam masyarakat. Kelebihan tradisi adalah dapat diramalkannya hubungan dan pola kebiasaan, sekaligus menghilangkan keharusan untuk melakukan renegosiasi transaksi satu per satu, sementara pada saat yang sama menghindarkan unsur paksaan yang tidak menyenangkan yang sering dikaitkan dengan komando. Kekurangannya adalah lambatnya menyesuaikan diri dengan kondisi yang berubah seperti inovasi teknologi, produk baru, selera baru, dan pengertian keadilan dan kewajaran yang berubah, jika tradisi berusaha menyesuaikannya.

Mekanisme Pasar Dalam Sistem Ekonomi

Mekanisme pasar bekerja dalam satu perekonomian dengan tiga syarat: 1). Setiap unit ekonomi memutuskan apa, bagaimana, dimana, ketika mereka menghasilkan dan mengkonsumsi. 2). Mereka melakukan ini sebagian besar dengan berpegang pada pilihan yang tersedia untuk mereka dengan berpatokan pada harga dalam arti yang seluas-luasnya. 3). Harga dipengaruhi oleh penawaran dan permintaan masing-masing barang yang akhirnya akan diperoleh keseimbangan antara penawaran dan permintaan dan koordinasi kegiatan ekonomi dari jutaan unit atau agen ekonomi.

Istilah Komando Dalam Sistem Ekonomi

Dalam hal ini masing-masing kesatuan ekonomi (meskipun hanya unit usaha dan bukan rumah tangga) diperintahkan untuk mengkonsumsikan apa, bila, dimana, bagaimana caranya, dan berapa banyak. Jika dijalankan secara rasional semuanya, komando-komando ini (petunjuk, perintah, target, rencana) berasal dari suatu usaha yang sadar (“perencanaan”) untuk mengkoordinasi kegiatan masing-masing unit dan untuk mengarahkan perekonomian secara keseluruhan menuju sasaran tertentu.

C. Bentuk Hak Milik Dalam Sistem Perekonomian

Pengakuan terhadap hak milik menentukan sistem perekonomian suatu negara. Keleluasaan individu untuk memiliki aset (kekayaan) dan faktor produksi umumnya dijumpai dalam masyarakat yang menganut paham kapitalistik. Hal berkebalikan dijumpai bagi masyarakat yang dinaungi paham komunis di mana kepemilikan aset dan faktor produksi berada pada institusi negara. 

Sistem perekonomian negara-negara tersebut, dalam hal apa. bagaimana, dan untuk siapa barang dan jasa diproduksi ditentukan juga pada basis kepemilikan tersebut. Pada umumnya kepemilikan dapat diletakkan pada basis individual, kolektif (masyarakat), dan pemerintah (negara). Perbedaan pada basis kepemilikan ini akan menentukan sistem ekonomi suatu negara yang berbeda pula.

Kedudukan Sistem Ekonomi

Fungsi yang strategis sistem ekonomi terdiri dari dua hal, yaitu: (a) Sistem ekonomi berperan dalam menjaga dan menjalankan perekonomian, dan (b) Sistem ekonomi merupakan sarana untuk mengkoordinasikan kegiatan ekonomi. (Tjakrawerdaja, hal 108, 2016). Pembahasan kedudukan Sistem Ekonomi dalam kehidupan manusia dapat dilakukan dengan menelaah hubungan sistem perekonomian dengan sistem alam (lingkungan material), sistem sosial-masyarakat, dan sistem pemikiran (ilmu) ekonomi.

a. Sistem Ekonomi dan Lingkungan Alam (material)

Arus utama pemikiran ekonomi (neoklasik) yang mendominasi perekonomian dunia terlalu menitikberatkan pada pelaku sosial (social sphere/anthropocentric) dengan mendiskusikan persoalan yang terkait dengan nilai keputusan (yalue decisions), tingkah laku pelaku ekonomi (economic actors/agents) dan mekanisme pasar (market mechanism). 

Namun, para pemikir ekonomi neoklasik sering lupa atau bahkan melupakan diri bahwa distribusi kesejahteraan yang dihasilkan dari pasar itu berasal dari hardsphere atau dunia material alias ekosistem alam, lingkungan dan sistem biosphere.

Namun demikian, penafikan peran ekologi sesungguhnya tidak ditemukan dalam sejarah pemikiran ekonomi. Pada abad 18 misalnya, seorang intelektual Perancis bernama Quesnay telah lama memfokuskan diri pada keterkaitan antara penggunaan radiasi matahari oleh organisma biotik terhadap kesejahteraan manusia melalui produksi pertanian. 

Sementara itu, pada jaman ekonomi klasik, para pemikir besar seperti Adam Smith (1937), David Ricardo (1891) dan Kari Marx (1906) telah membahas peran dunia fisik (materialism) dalam distribusi kesejahteraan. Selain itu, Cleveland and Ruth (1997) juga menyebutkan peran penting beberapa peneliti biologi dan fisika abad 19 dan awal abad 20 seperti Podolinsky, Geddes, Soddy, dan Hoghen dalam beberapa isu ekonomi.

Singkat kata, pengingkaran fenomena alam oleh aliran neoklasik -yang notebene menggantikan aliran klasik- pantas disebut sebagai kecelakaan sejarah (Hill, et.al, 2001). Kontributor terbesar dari mis-displacement menurut Hill, etl.al (2001) adalah superioritas matematik dan perkembangan teori marjinal utiliti di dalam aliran neoklasik di mana keduanya mampu memecahkan paradoks water vs diamond sementara aliran klasik tidak. 

Konsekuensinya, banyak keputusan publik yang dihasilkan banyak menggunakan model-model matematik yang memuaskan (sophisticated) namun mengabaikan atau setidaknya kurang memperhatikan berlakunya hukum alam. Dengan kata lain, pemikiran neoklasik meletakkan alam sebagai bagian dari sistem ekonomi, yang diwujudkan dalam ikon internalisasi atau problem eksternalitas.

Sedangkan pemikiran yang berkembang kemudian adalah bahwa ekonomi sebagai wujud dari human households sesungguhnya merupakan bagian dari ekosistem besar (whole of ecosystem) sehingga senantiasa ada batas (steady-state economy). Hal ini mengakibatkan beberapa kebijakan yang dihasilkan hanya berorientasi pada pertumbuhan (growth oriented) sehingga berpotensi mengancam prinsip-prinsip kebcrlanjutan pembangunan (Andrianto, 2004: 2).

b. Sistem Ekonomi dan Lingkungan Masyarakat (sosial)

Seperti halnya pengetahuan manusia merefleksikan alam (yang merupakan materi yang berkembang), yang keberadaannya tidak tergantung dari manusia, begitu pula pengetahuan sosial (berbagai pandangan dan doktrin yang dihasilkan manusia: filosofi, agama, politik, dan seterusnya) merefleksikan sistem ekonomi dari masyarakat. 

Berbagai lembaga politik merupakan superstruktur di atas fondasi ekonomi. Sebagai contoh, bahwa berbagai bentuk politis dari negara-negara Eropa modem memperkuat dominasi pihak kapitalis terhadap pihak proletariat. 

Realitas ini memberi gambaran bagaimana bangunan politik merepresentasikan sistem ekonomi yang dominan dalam suatu masyarakat (negara). Lingkungan sosial (masyarakat) pun dapat pula merupakan hasil konstruksi dengan latar belakang sistem ekonomi tertentu. Bagaimana anggota masyarakat memenuhi kebutuhan mereka akan mempengaruhi pola hubungan sosial antaranggota masyarakat.

Jika para ahli ekonomi kapitalis melihat hubungan antar-benda (pertukaran antar-komoditi), Mara memperhatikan hubungan antar-manusia. Pertukaran komoditi mencerminkan hubungan-hubungan di antara para produser individual yang terjalin melalui pasar. 

Uang memperlihatkan bahwa hubungan itu menjadi semakin erat, yang tanpa terpisahkan menyatukan seluruh kehidupan ekonomi dari para produser. Modal (kapital) memperlihatkan suatu perkembangan lanjutan dari hubungan ini: tenaga kerja manusia menjadi suatu komoditi. 

Para pekerja upahan menjual tenaga kerjanya kepada para pemilik tanah, pemilik pabrik dan alat-alat kerja. Seorang pekerja menggunakan sebagian waktu kerjanya untuk menutup biaya hidupnya dan keluarganya (mendapat upah), sebagian yang lain waktu kerjanya digunakan tanpa mendapat upah, semata-mata hanya mendatangkan nilai lebih untuk para pemilik modal. 

Nilai lebih merupakan sumber keuntungan, sumber kemakmuran bagi kelas pemilik modal (Lenin. 1913: 4). Dengan begitu, pola hubungan antarmanusia, yang merefleksikan lingkungan sosial (masyarakat) turut dipengaruhi oleh bagaimana sifat pola hubungan antarpelaku ekonomi yang terlibat dalam kegiatan ekonomi (proses produksi dan alokasinya).

Kedudukan sistem ekonomi juga terkait dengan model perekonomian yang diterapkan dalam suatu negara tersebut. Suatu negara yang menutup diri dengan hubungan ekonomi luar akan berbeda dengan negara yang membuka diri seluas-luasnya dengan ekonomi luaran dalam hal peranan (kedudukan) sistem ekonomi dalam menentukan corak perekonomian negara tersebut.

Model sistem perekonomian dapat dikategorikan menjadi dua model yaitu model perekonoman tertutup dan model perekonomian terbuka (Chandra. 2004: 2-3).

Model Perekonomian Tertutup

Para pelaku perekonomian ini, khususnya Produsen dan Konsumen, secara sederhana akan melakukan kegiatan dalam penjualan dan pembelian di pasar yang saling melengkapi untuk memenuhi kebutuhan dan kepentingannya masing-masing. Dalam transaksi pasar tersebut, mereka akan terikat dengan kontrak dagang atau kesepakatan jual beli, dan kemudian ditetapkanlah harga jual atau harga beli dari kegiatan tersebut.

Untuk memfasilitasi kegiatan produksi dan kegiatan konsumsi ini secara efektif maka sistem perekonomian kita memerlukan Lembaga perbankan dan lembaga keuangan lainnya seperti pasar modal, lembaga asuransi, lembaga penjamin, pegadaian atau lembaga keuangan mikro yang terdapat di daerah pedesaan. 

Lembaga Perbankan peranannya sangat vital untuk mengumpulkan dana-dana yang ada di masyarakat, yang selanjutnya mereka akan melakukan pengalokasian dana tersebut melalui pemberian fasilitas perkreditan atau jasa perbankan lainnya. Pergerakan sektor ekonomi dari produsen, biasa disebut oleh para ekonom dengan perkembangan sektor riil, yang perkembangannya dapat diketahui secara tidak langsung dengan memonitor seperti data perkembangan pemberian fasilitas kredit oleh Perbankan Nasional kita. 

Sistem perekonomian yang sederhana ini dalam keadaan normal dapat berjalan dengan sendirinya, tanpa perlu pengaturan yang ketat dari Pemerintah. Dan memang inilah yang biasa didambakan oleh para teknokrat ekonomi klasik, bahwa pasar dapat mengatur segalanya dengan baik dan sempuna. Seolah-olah sistem ekonomi tersebut bekerja dengan otomatis melalui tangan kuat yang mengaturnya dari luar, atau biasa disebut dengan the invisible hand. 

Tetapi sayangnya dalam kenyataannya, mekanisme pasar ini tidak dapat memberikan jaminan bahwa sistem perekonomian sederhana di atas dapat berjalan dengan sempurna, tanpa distorsi atau kerugian bagi kepentingan masyarakat yang lebih luas. Banyak kasus dilaporkan di negara berkembang, adanya kenyataan bahwa mekanisme pasar bebas tetap menghasilkan banyak kekurangan, kejanggalan maupun kecurangan, atau kerugian di pihak konsumen.

Dalam jangka panjang sering terjadi kecenderungan pengelompokan produsen tertentu yang menguasai pangsa pasar secara dominan. Dan masih banyak kejanggalan-kejanggalan lainnya dari sistem mekanisme pasar bebas ini. 

Guna menetralisir atau mengurangi kemungkinan kerugian tersebut, maka diperlukan peran pemerintah atau Lembaga Publik yang berfungsi melakukan koreksi-koreksi atas sistem pasar yang tidak efisien dan tidak adil. Pemerintah dapat mengeluarkan kebijakan perpajakan, pengenaan tarif atau pelarangan-pelarangan yang diberlakukan pada ketiga pelaku ekonomi utama ini. 

Bank Indonesia, misalnya dapat melakukan kegiatan monitoring dan pengaturan manajemen perbankan nasional secara umum dengan mengeluarkan ketentuan ketentuan tentang prudential banking practices. Protes atas kecurangan-kecurangan yang dilakukan pengusaha sering dilontarkan oleh Lembaga Konsumen, khususnya tidak dipenuhinya standart performances dan kualitas atas barang atau jasa ditawarkan ke konsumen.

Model Perekonomian Terbuka

Pada sistem ekonomi yang terbuka, kita melihat kemungkinan dari produsen untuk melakukan kegiatan ekspor barang dan produk dagangan dengan tujuan pasar-pasar di negara lain atau sebaliknya melakukan kegiatan impor atas bahan mentah dan bahan penolong serta mesin atau barang jadi dari luar negara. 

Dalam model terbuka ini jasa perbankan dan lembaga keuangan dapat juga berasal dari luar negeri, seperti kreditor swasta luar negeri dan lembaga keuangan internasional, seperti Asia Development Bank (ADB), World Bank dan International Monetary Fund (IMF). Terakhir kita dihadapkan lagi pada sistem perekonomian yang semakin menyatu (the borderless economy) yang disebut dengan the global economy, di mana bentuk dan sepak terjangnya belum kita mengerti secara utuh.

Test Tanya Jawab Seputar Konsep_Dasar_Sistem_Ekonomi

Pilih satu jawaban yang paling tepat dari beberapa alternatif jawaban yang disediakan!

1. Penerapan sistem ekonomi tidak memecahkan masalah

A. apa barang yang diproduksi

B. berapa banyak barang yang diproduksi

C. untuk siapa barang diproduksi

D. bagaimana barang diproduksi

2. Kriteria hasil yang dikaitkan dengan berlakunya suatu sistem ekonomi tertentu tidak dicapai dengan

A. efisiensi

B. kedaulatan ekonomi

C. produktivitas

D. stabilitas

3. Aliran pemikiran ekonomi yang meletakkan alam sebagai bagian dari sistem ekonomi, yang diwujudkan dalam ikon internalisasi atau problem eksternalitas adalah

A. Klasik

B. Neoklasik

C. Merkanlilis

D. Srukturalis

4. Menurut Marx. yang dimaksud dengan supra-struktur atau pondasi yang membentuk bangunan di atasnya, adalah

A. sistem politik

B. sistem moral

C. sistem ekonomi

D. filsafat pengetahuan

5. Model perekonomian yang memungkinkan produsen untuk melakukan kegiatan ekspor barang dan produk dagangan dengan tujuan pasar-pasar di negara lain adalah perekonomian

A. terbuka

B. tertutup 

C. terkendali

D. pasar bebas

Kesimpulan Tentang Konsep-Dasar-Sistem-Ekonomi

Sistem ekonomi merupakan keseluruhan lembaga (pranata) yang hidup dalam suatu masyarakat yang dijadikan acuan oleh masyarakat tersebut dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Sistem ekonomi untuk mengatasi beberapa persoalan, seperti; 

  1. barang apa yang seharusnya dihasilkan; 
  2. bagaimana cara menghasilkan barang itu; dan 
  3. untuk siapa barang tersebut dihasilkan atau bagaimana barang tersebut didistribusikan kepada masyarakat. 

Jawaban atas ketiga pertanyaan tersebut akan menentukan sistem ekonomi sebuah negara. Pendekatan dalam sistem ekonomi ditentukan oleh kriteria hasil yang dicapai dalam perekonomian, mekanisme pengatur, bentuk hak milik, dan motivasi berekonomi.

Kriteria hasil yang dicapai dalam perekonomian yang dikaitkan dengan berlakunya suatu sistem ekonomi tertentu di antaranya meliputi kelimpahan, pertumbuhan, stabilitas, keamanan, efisiensi, pemerataan dan keadilan, kemerdekaan ekonomi, kedaulatan ekonomi, dan perlindungan lingkungan. Di sisi lain, terdapat terdapat tiga mekanisme untuk melakukan koordinasi seperti itu yaitu tradisi, mekanisme pasar, dan komando. Sistem perekonomian negara-negara ditentukan juga pada basis kepemilikan tersebut, yaitu pada basis individual, kolektif (masyarakat), ataukah pemerintah (negara).

Pemikiran neoklasik meletakkan alam sebagai bagian dari sistem ekonomi, yang diwujudkan dalam ikon internalisasi atau problem eksternalitas. Pengetahuan sosial (berbagai pandangan dandoktrin yang dihasilkan manusia: filosofi, agama, politik, dan seterusnya) merefleksikan sistem ekonomi masyarakat. Dengan begitu, berbagai lembaga politik merupakan superstruktur di atas fondasi (supra-struktur) sistem ekonomi. Model sistem perekonomian dapat dikategorikan menjadi dua model yaitu model perekonoman tertutup dan model perekonomian terbuka.

Daftra Link Pembahasan-Sistem-Ekonomi Terbaru

Berikut ini adalah link artikel terkait Sistem Ekonomi, silahkan anda lihat dengan mengklik link dibawah sesuai dengan kebutuhan atau sesuai dengan judul yang anda cari.
  1. Daftar Pembahasan Sistem Ekonomi Paling Terkenal-Terbaik dan Terpopuler
  2. Sistem Ekonomi Pancasila, Pengertian, Landasan, Prinsip, Konsep dan Demokratisasi
  3. Sistem Ekonomi Indonesia, Warisan Kolonial, Era, Reformasi dan Agendanya
  4. Sistem Ekonomi Dualistik, Teori, Ciri, Dualisme, Krisis dan Kesimpulannya
  5. Sistem Ekonomi Campuran dan Ekonomi_Islam, Pengertian, Pengembang, Sejarah, Hubungan dan Modelnya
  6. Sistem Ekonomi Sosialis_Pasar |Konsep Dasar dan Kesimpulannya
  7. Sistem Ekonomi Sosialis, Pengertian, Sejarah, Konsep, Perkembangan dan Ciri_Cirinya
  8. Globalisasi Ekonomi dan Kapitalisme Global, Pengertian, Konsep dan Perkembangannya
  9. Sistem Ekonomi Kapitalis, Filosofi, Ciri, dan Perkembangannya
  10. Sistem Ekonomi Keadilan Sosial, Pengertian, Konsep, Prinsip dan Etika
  11. Sistem Ekonomi Kebijakan Publik, Pengertian, Ilustrasi, Pengaruh dan Peranan Pemerintah
  12. Mekanisme Kerja Sistem Ekonomi |Pelaku, Pola Hubungan, Kolonial Indonesia dan Struktur Sosial
  13. Konsep Dasar Sistem Ekonomi |Pengertian, Mekanisme, Pendekatan, Bentuk dan Model