Kebijakan Fiskal : Defenisi, Tujuan, Jenis, Komponen, Macam dan Instrumen - celotehpraja.com
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kebijakan Fiskal : Defenisi, Tujuan, Jenis, Komponen, Macam dan Instrumen

Defenisi, Tujuan, Jenis, Komponen, Macam dan Instrumen Kebijakan Fisikal

Celotehpraja.com - Artikel kali ini adalah materi tentang Kebijakan Fiskal. Kebijakan Fiskal : Defenisi, Tujuan, Jenis, Komponen, Macam dan Instrumen . 

Namun sebelum lanjut ada baiknya kami informasikan juga bahwa sebelumnya mimin sudah membagikan artikel tentang Ringkasan Materi Lengkap Perdagangan Internasional dan Siklus Bisnis Ekonomi. Ok, mari lanjut ke topik pembahasan.

Kebijakan Fiskal : Defenisi, Tujuan, Jenis, Komponen, Macam dan Instrumen

Sesuai dengan ide dasar dari Keynes (“bapak” ekonomi makro) yang menekankan pentingnya peranan pemerintah dalam mengatur (regulator) perekonomian agar  stabilitas perekonomian terjaga, salah satunya adalah kebijakan fiskal. 

Pemerintah mempengaruhi perekonomian dengan kebijakan fiskal dalam bentuk: pemerintah membeli barang dan jasa (G) dan menghasilkan barang dan jasa (ouput pemerintah) yang merupakan komponen dari permintaan agregat/penawaran dan pemerintah merubah pajak (Tx) dan transfer (Tr) yang mempengaruhi output, pendapatan (Y) dan pendapatan disposibel (pendapatan yang tersedia untuk konsumsi atau tabungan dalam rumah tangga, Yd) selanjutnya dapat dilihat pada gambar 5.1 arus melingkar (circular flow).

Pengertian Kebijakan Fiskal

Apa yang dimaksud dengan Kebijakan Fiskal adalah: Kebijakan pemerintah menyangkut pengeluaran (belanja) dan kebijakan perpajakan. Kebijakan fiskal yang diterapkan pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi terbagi dua yaitu: kebijakan fiskal ekspansif dan kebijakan fiskal kontaraktif. 

Kebijakan Fiskal merupakan suatu hal yang merujuk pada kebijakan oleh pemerintah guna mengarahkan ekonomi suatu negara lewat pengeluaran dan pendapatan pemerintah. Berbeda dengan kebijakan moneter, yang bertujuan untuk menstabilkan perekonomian dengan metode mengendalikan tingkatan bunga dan jumlah uang tersebar.

Kebijakan Fiskal adalah action yang diambil oleh Pemerintah dalam bidang perpajakan serta anggaran belanja negara dengan tujuan guna mempengaruhi pengeluaran agregat ekonomi. Kebijakan fiskal bisa berupa kebijakan fiskal ekspansif dan kebijakan fiskal kontraktif.

Kebijakan fiskal ekspansif merupakan kebijakan fiskal yang bertujuan guna menambah pendapatan perekonomian. Sedangkan, kebijakan fiskal kontraktif bertujuan guna mengurangi output perekonomian. Oleh karena itu, kebijakan fiskal adalah instrumen stabilisasi bagi pemerintah.

Peningkatan pertumbuhan ekonomi menurut Solow ada 3 jenis yakni antara dipengaruhi oleh tabungan, pertumbuhan populasi, serta kemajuan teknologi. Tabungan ialah sebuah instrumen yang dipengaruhi oleh kebijakan fiskal dalam hal penerimaan pajak serta belanja negara yang berpengaruh terhadap tabungan nasional ) . 

Dalam artian bawhwa kebijakan fiskal turut mengambil andil dalam perkembangan ekonomi. Decision pemerintah tentang kebijakan fiskal yang ditempuh suatu negeri dapat mengganti ouput dalam hal perekonomian, baik itu meningkat ataupun menurun.

Di Indonesia, APBN selaku instrumen utama dalam kebijakan fiskal memainkan peranan sangat penting untuk mendesak pencapaian target- target pembangunan yang sudah ditetapkan sebelumnya. Maka dari itu, kebijakan fiskal tetap digunakan buat tercapainya peningkatan pertumbuhan ekonomi yang berpengaruh terhadap terciptanya lapangan kerja, meminimalkan masalah sosial kemiskinan.

Keterlabatan peningkatan pertumbuhan ekonomi diakibatkan oleh beberapa faktor, antara lain kinerja perkembangan PDB masih dibayangi oleh ketidakpastian keadaan ekonomi global, eksklusifnya di negara-negara maju semacam Jepang serta kawasan Eropa. Tidak hanya itu, ada fluktuasi transformasi anggapan ekonomi makro yang ikut mempengaruhi keterlabatan peningkatan perkembangan ekonomi.

Maka, peningkatan belanja pemerintah hendak menaikkan output perekonomian suatu negeri secara langsung. Tetapi demikian, peningkatan itu tidak semena-mena hendak terus berlangsung bersamaan bertambahnya belanja pemerintah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Perihal itu dikarenakan oleh beberapa hal lain yang mempengaruhi laju peningkatan ekonomi, misalnya perekonomian global yang tidak normal serta fluktuasi anggapan ekonomi makro.

Instrumen Kebijakan Fiskal

Instrumen kebijakan fiskal merupakan penerimaan serta pengeluaran pemerintah yang berkaitan erat dengan urusan pajak. Asumsinya, bila tarif pajak diturunkan sehingga kemampuan daya beli di masyarakat bakal melonjak serta industri juga dapat tingkatkan jumlah penjualan. Begitu pula kebalikannya. 

Tujuan dan Maksud Kebijakan Fiskal

Adapun Tujuan utama adanya kebijakan fiskal ialah guna menetapkan arah, tujuan, sasaran, dan prioritas utama dalam pembangunan nasional dan peningkatan perekonomian negara. Tujuan dan maksud utama pemerintah memberlakukan kebijakan fiskal ini ialah guna menstabilkan ekonomi atau harga pasar. Berikut tujuan dan maksud dari kebijakan fiskal ini ialah sebagai berikut:

  1. Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi Bangsa
  2. Stabilisasi Harga dari inflasi
  3. Meningkatkan Investasi
  4. Meminimalkan dan Pencegahan banyaknya Pengangguran
  5. Penciptaan lapangan pekerjaan

Jenis dan Macam Kebijakan Fisikal

Pastinya dari penjelasan diatas kita sudah paham pengertian kebijakan fiskal secara detail, maka selanjutnya kita masuk ke jenis dan macam Kebijakan Fisikal. Pada dasarnya, Kebijakan Fisikal ada 2 jenis yakni kebijakan ekspansif dan kebijakan kontraksional dan macam kebijakan fisikal dari bentuk teori dan segi jumlah penerimaan dan pengeluaran.

Jenis Kebijakan Fisikal

Kebijakan fisikal terbagi 2 jenis antara lain sebagai berikut:

a. Kebijakan Fiskal Ekspansif

Kebijakan fisikal pada dasarnya diterapkan ketika negara sedang mengalami deflasi atau resesi yang begitu serius. Dengan kebijakan ekspansif ini akan mampu membantu pemerintah dalam membangun kembali pertumbuhan ekonomi. Kebijakan Fiskal ekspansif adalah peningkatan belanja pemerintah atau pengurangan pajak neto yang ditujukan untuk meningkatkan output (pendapatan agregat = Y).

Kebijakan Fiskal Ekspansif

Kenaikan belanja pemerintah menggeser kurva IS kekanan dari ISo  ke IS1, keseimbangan bergeser dari Eo ke E1, pendapatan nasional naik dari Yo ke Y1 dan tingkat bunga naik dari ro ke r1.

b. Kebijakan Fiskal Kontraktif

Kebijakan Fiskal Kontraktif merupakan suatu kebijakan dalam menurunkan belanja negara dan meningkatkan pajak. Kebijakan Fiskal Kontraktif memiliki tujuan guna penurunan daya beli masyarakat dan tentunya mencegah inflasi. Artinya bahwa dengan membuat input lebih besar daripada output. Kebijakan Fiskal kontraktif penurunan belanja pemerintah atau peningkatan pajak neto yang ditujukan untuk menurunkan output (pendapatan agregat = Y)

Kebijakan Fiskal Kontraktif

Penurunan belanja pemerintah menggeser kurva IS kekiri dari ISo    ke IS1, keseimbangan bergeser dari Eo  ke E1, pendapatan nasional turun dari Yo  ke Y1  dan tingkat bunga naik dari ro ke r1.

Macam Kebijakan Fisikal

Kebijakan fisikal terbagi 2 macam antara lain sebagai berikut:

a. Kebijakan Fungsional

Kebijakan Fungsional adalah sebuah pertimbangan pengeluaran anggaran dan penambahan kesempatan kerja yang dilakukan oleh pemerintah sebab akibat bukan dari pendapatan negara.

b. Kebijakan Disengaja

Kebijakan Disengaja adalah guna mengatasi sebuah problem ekonomi yang sedang terjadi dengan cara manipulasi anggaran belanja secara sengaja.

c. Kebijakan Tidak Disengaja

Kebijakan Tidak Disengaja adalah mengontrol laju siklus ekonomi agar tidak fluktuatif. Tujuannya adalah untuk menggerakkan aktivitas ekonomi dan menguranginya.

Peran Strategis Kebijakan Fiskal

Sebagai salah satu perangkat kebijakan ekonomi makro untuk mencapai sasaran pembangunan, kebijakan fiskal mempunyai tiga fungsi utama, yaitu fungsi alokasi anggaran untuk tujuan pembangunan, fungsi distribusi pendapatan dan subsidi dalam upaya peningkatan kesejahteraan rakyat, dan fungsi stabilisasi  ekonomi  makro di dalam upaya peningkatan pertumbuhan ekonomi. Sebagai stabilisator ekonomi, APBN, sebagai instrumen kebijakan fiskal, seharusnya diupayakan dapat berfungsi secara optimal dalam meredam siklus bisnis atau fluktuasi ekonomi, atau bersifat kontra-siklis (countercyclical). 

Ini berarti, dalam kondisi perekonomian yang lesu, pengeluaran Pemerintah yang bersifat autonomous, khususnya belanja barang dan jasa serta belanja modal, dapat memberi stimulasi kepada perekonomian untuk tumbuh lebih tinggi. 

Sebaliknya, dalam kondisi perekonomian yang tengah memanas akibat terlalu tingginya permintaan gregat, kebijakan fiskal dapat didayagunakan untuk berperan dalam mendinginkan roda kegiatan ekonomi, dengan menyeimbangkan kondisi permintaan dan penyediaan sumber-sumber perekonomian melalui dampak kontraksi APBN. 

Dengan demikian, fungsi strategis APBN, sebagai salah satu instrumen kebijakan fiskal dalam mempengaruhi perekonomian nasional, dapat diketahui dari dampak, baik secara langsung maupun tidak langsung terhadap sektor-sektor lainnya, seperti sektor riil, sektor moneter, dan juga sektor eksternal.

Komponen Kebijakan Fisikal

Komponen-komponen kebijakan fisikal secara umumnya ada 4 yakni Perpajakan, Pengeluaran, Investasi, dan Pengelolaan Utang. Untuk penjelasan lebih detail dari komponen-komponen kebijakan fisikal tersebut dibawah ini penjelasannya.

a. Komponen Perpajakan

Pajak adalah bagian dari pendapatan negara dan merupakan komponen pertama kebijakan fisikal. Tujuan dari pajak adalah menjaga pajak tetap progresif sebagaimana pada peraturan perundang-undangan.

b. Komponen Pengeluaran

Komponen yang kedua adalah pengeluaran. kebijakan ini berhubungan dengan penerimaan dan pengeluaran belanja modal negara. 

c. Kebijakan Investasi dan Disinvestasi

Supaya peningkatan ekonomi seimbang serta optimalisasi investasi maka wajib ditingkatkan. Pada tahun sebelumnya, arus modal internasional terus bertambah serta semakin melonjak hingga memberikan efek yang cukup besar. Melalui Arus Modal Internasional ekonomi domestic bisa diintegrasikan secara baik dengan ekonomi global.

d. Pengelolaan Utang atau Surplus

Apabila pemasukan yang diterima oleh pemerintah lebih besar daripada anggaran yang dihabiskan hingga negara tersebut hadapi surplus. Tetapi bila keadaan kebalikannya hingga negara tersebut hadapi defisit ataupun kerugian. Pembiayaan terhadap defisit ataupun kerugian dicoba dengan melaksanakan pinjaman dari pihak asing ataupun dengan mencetak uang.

Ok gan sekian dulu artikel tentang Defenisi, Tujuan, Jenis, Komponen, Macam dan Instrumen Kebijakan Fisikal semoga bermanfaat..