Kriteria Kemajuan Ekonomi Negara (Bangsa) Dan Peralatan Analisa Ekonomi - celotehpraja.com
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kriteria Kemajuan Ekonomi Negara (Bangsa) Dan Peralatan Analisa Ekonomi

Kriteria Kemajuan Ekonomi Negara (Bangsa) Dan Peralatan Analisa Ekonomi

Celotehpraja.com - Artikel kali ini adalah materi tentang Kriteria Kemajuan Ekonomi Negara (Bangsa) Dan Peralatan Analisa Ekonomi. 

Namun sebelum lanjut ada baiknya kami informasikan juga bahwa sebelumnya mimin sudah membagikan artikel tentang Perubahan ekonomi dan Pergeseran Peran Pemerintah dan Reformasi Sektor Publik. Ok, mari lanjut ke topik pembahasan.

Kriteria Kemajuan Ekonomi Negara (Bangsa) Dan Peralatan Analisa Ekonomi
Kriteria Kemajuan Ekonomi Negara (Bangsa) Dan Peralatan Analisa Ekonomi

A. Kriteria Kemajuan Ekonomi Negara (Bangsa)

Salah satu indikator telah terjadinya alokasi yang efisien secara makro di suatu periode tertentu adalah nilai output nasional yang dihasilkan suatu perekonomian pada periode tertentu, sebab besarnya output nasional dapat menunjukkan beberapa hal penting dalam perekonomian negara, yaitu:

1. Besarnya output nasional merupakan gambaran awal tentang seberapa e-fisien sumber daya yang ada dalam perekonomian (tenaga kerja, barangmodal, uang, dan kemampuan kewirausahawanan) digunakan untuk memproduksi barang dan jasa.Secara umum, makin besar pendapatan nasionalsuatu negara, semakin baik efisiensi alokasi sumber daya ekonominya;

2. Besarnya output nasional merupakan gambaran awal tentang produktivitas dan tingkat kemakmuran suatu negara. Alat ukur untuk kemakmuranadalah output nasional perkapita, bila output per kapita makin besar, maka tingkat kemakmuran dianggap makin tinggi. Alat ukur untuk produktivitas rata-rata adalah output per tenaga kerja,makin besar angkanya, makin tinggi produktivitas tenaga kerja.

3. Besarnya output nasional merupakan gambaran awal tentang masalah-masalah struktural ( mendasar ) yang dihadapi suatu perekonomian. Jika sebagian besar output nasional dinikmati oleh sebagian kecil penduduk,maka perekonomian tersebut mempunyai masalah dengan distribusi pendapatannya. Jika sebagian besar  output  nasional berasal dari pertanian, maka perekonomian tersebut berhadapan dengan masalah ketimpangan strukturproduksi. Karena masih mengandalkan sektor pertanian belum industri.

Output nasional lebih lazim disebut dengan pendapatan nasional dan istilah se-ring dipakai dalam perekonomian adalah Produk Domestik Bruto (PDB) atau Gross Domestic Product ( GDP ).

B. Pengertian Produk Domestik Bruto

Apa yang dimaksud dengan Produk Domestik Bruto (PDB) adalah Nilai barang dan jasa akhir berdasarkan harga pasar, yang di-Produksi oleh sebuah perekonomian dalam satu periode dengan menggunakan faktor-faktor produksi yang berada (berlokasi ) Dalam perekonomian tersebut. (the total market value of all final goods and services producedwithin a given period, by factors of production located within acountry." (case and fair , 1996 ).

Tercakup dalam definisi diatas adalah:

1.  Produk dan jasa akhir, dalam pengertian barang dan jasa yang dihitungdalam PDB adalah barang dan jasa yang digunakan pemakai terakhir.

2. Harga pasar, yang menunjukkan bahwa nilai output nasional tersebut dihitung berdasarkan tingkat harga yang berlaku pada periode yang bersangkutan.

3. Faktor-faktor produksi yang berlokasi di negara yang bersangkutan, dalam arti perhitungan PDB tidak mempertimbangkan asal faktor produksi (milik perekonomian atau milik asing) yang digunakan dalam menghasilkan output.

Cara penghitungan dan masalah yang timbul dari cara penghitungan akan dibahas lebih lanjut, meskipun kita sadari bahwa untuk menentukan kriteria kemajuan ekonomi masih ada beberapa indikator lainnya.

C. Circular Flow Economic Activity (Siklus Aliran Pendapatan)

Siklus aliran pendapatan adalah sebuah model yang menggambarkan bagaimana interaksi antar para pelaku ekonomi menghasilkan pendapatan  yangdigunakan sebagai pengeluaran dalam upaya memaksimalkan nilai kegunaan ( utility ) masing-masing pelaku ekonomi.Untuk jelasnya maka akan digambarkan dalam diagram berikut ini.

Circular Flow Economic Activity (Siklus Aliran Pendapatan)

Model Circular Flow Economic Activity ( Siklus Aliran Pendapatan ) membagi perekonomian menjadi 4 sektor antara lain sebagai berikut:

1. Sektor Rumah Tangga

Sektor rumah tangga memiliki faktor-faktor produksi yang dibutuhkan untuk proses produksi barang dan jasa privat (sektor perusahaan) maupun barang dan jasa publik (sektor pemerintah ). Faktor produksi: kesediaan untuk bekerja (tenaga kerja); barang modal (tanah); uang dan kesediaan untuk menanggung resiko dengan membeli saham. Pendatan dari perusahaan berupa gaji, bunga, uang sewa, deviden. (grs.1 ) yang berasal dari perusahaan. Dan pendapatan non balas jasa ( transfer payment ) berupa tunjangan sosial bagi kelompok masyarakat yang kurang mampu. (grs. 2).Bagi yang mampu pemerintah menarik pajak dari masyarakat (grs.3). Pendapatan ( grs.1 + grs. 2) dikurangi pajak ( grs.3) disebut disposable incomeyang dapat dapat dibelanjakan serta digunakan untuk konsumsi barang dan ja-sa yang diproduksi sektor perusahaan ( grs.4) maupun yang diimpor dari luar negeri (grs.8).

2. Sektor Perusahaan

Sektor Perusahaan, aliran sektor rumah tangga (grs.4 ) merupakan ali-ran pendapatan sektor perusahaan juga dari sektor pemerintah (grs.5 )yang merupakan konsumsi pemerintah, dari sektor luar negeri berupaekspor sektor perusahaan (grs.7).  Tetapi sektor perusahaan juga melakukan pembayaran kepada sektor rumah tangga (grs. 1) dan pembayaran pajak kepada pemerintah (grs. 6).

3. Sektor Pemerintah

Sektor Pemerintah, fungsi utama pemerintah adalah menyediakan barang publik (public goods provision) sehingga pemerintah melakukanpengeluaran berupa pembelian barang dan jasa dari sektor perusahaan(grs.5 ) dan pengeluaran untuk sektor rumah tangga ( grs, 2). PemerintahJuga menarik pajak dari sektor rumah tangga (grs. 3) dan dari sektor peruSahaan (grs. 6).

4. Sektor Luar Negeri

Sektor Luar Negeri, interaksi dengan sektor luar negeri dalam perekonomian terbuka (open economy ) disederhanakan dengan mekanisme ekspor ( grs.  7 ) dan impor (grs. 8). Ekspor merupakan aliran pendapatan dari luar negeri ke perekonomian domestik , impor merupakan pengeluaran dari perekonomian domestik kesektor luar negeri.

D. Analisa Perekonomian/Kemajuan Ekonomi Negara

1. Metode penghitungan Pendapatan Nasional

a. Metode Output (Output Approach) atau Metode Produksi, adalah total output (produksi) yang dihasilkan oleh suatu perekonomian, namun untuk menghindari double counting maka yang dijumlahkan adalah nilai tambah (value added) masing-masing sektor yaitu selisih nilai output dan nilai input antara.

NT = NO - NI  

NT = Nilai Tambah; NO = Nilai Output: NI = Nilai Input.

Proses Produksi merupakan proses menciptakan / meningkatkan nilai tambah.

Ilustrasi berikut akan memperlihatkan uraian diatas

Out Put Sektoral Negara XYZ Tahun 2007

Out Put Sektoral

Nilai output adalah penjumlahan nilai tambah masing-masing sektor dan merupakan PDB. (300 + 100 + 200 + 200 + 200  = 1.000).

b. Methode Pendapatan ( Income Approach ).Metode pendapatan memandang nilai output perekonomian sebagai nilai total balas jasa atas faktor produksi yang digunakan dalam proses produksi. Persamaan metode tersebut adalah :

  • L = Tenaga kerja: upah/gaji (wages/salary)   (w) 
  • K = Barang modal: bunga (interest)  (i)
  • U = Uang / finansial : pendapatan sewa (rent) (r)
  • E = Entrepreneur/ kewirausahaan : Keuntungan (profit ) (π)
  • Pendapatan Nasional (PN ) =  w+ i + r + π
  • PN/ kapita = PN dibagi dengan jumlah penduduk

c. Metode Pengeluaran (Expenditure Approach) Nilai PDB. merupakan nilai total pengeluaran dalam prerekonomian selama Periode tertentu. Jenis pengeluaran agregat sbb:

  1. Konsumsi rumah tangga (Household Consumption) : Pengeluaran dipakai untuk konsumsi akhir, baik barang atau jasayang habis pakai dalam tempo setahun atau kurang maupun barang yang dapat dipakai lebih dari setahun/barang tahan lama
  2. Konsumsi Pemerintah (Government Consumption) : Pengeluaran pemerintah yang digunakan untuk membeli barang dan jasa akhir ( government expenditure ), pengeluaran untuk tunjangan sosial tidak termasuk.
  3. Pengeluaran Investasi (Investment Expenditure) : Merupakan pembentukan modal tetap domestik bruto, pengeluaran sektor dunia usaha untuk memelihara/  memperbaiki kemampuan menciptakan/ meningkatkan nilai tambah.
  4. Ekspor Neto (Net Eksport) : Ekspor bersih adalah selisih antara nilai ekspor dengan impor, positif bila ekspor lebih besar dari impor (dan sebaliknya)

Nilai PDB. berdasarkan metode pengeluaran adalah nilai total lima jenis pengeluaran tersebut diatas dengan formulanya sebagai berikut:

PDB =  C + G + I + ( X-M)...................

  • C = Konsumsi rumah tangga;
  • G = konsumsi/ pengeluaran pemerintah
  • I = PMTDB; 
  • X = ekspor;
  • M = impor.

2. Manfaat dan Keterbatasan PDB

a. Dapat memberikan gambaran ringkas tentang tingkat kemakmuran suatu Negara, dengan cara membagi dengan jumlah penduduk. Angka tersebut, sebagai angka PDB per kapita. Biasanya bila PDB./kapita tinggi maka akan dianggap tinggi kemakmuran negara tersebut. Kelemahan yang muncul metode ini kurang memerhatikan aspek distribusi pendapatan sehingga kurang menggambarkan kondisi kemakmuran masyarakat yang sebenarnya, karena tidak memerhitungkan masalah non material.

b. Dapat untuk menganalisis tingkat kesejahteraan sosial suatu masyarakat.Pada umumnya ukuran tingkat kesejahteraan sosial masyarakat tingkat pendidikan , kesehatan dan gizi, kebebasan memilih pekerjaan dan jaminan masa depan yang lebih baik. Pada umumnya bila tingkat pendapatan/kapita makin tinggi maka daya beli masyarakat, kesempatan kerja, masa depan perekonomian akan makin baik, sehinggga kesehatan, gizi, pendidikan, kebebasan memilih pekerjaan dan masa depan kondisinya akan semakin baik. Masalah yang muncul biasanya kurang memperhatikan distribusi pendapatan dan dimensi non material

c. Dapat membantu menganalisis tingkat produktivitas suatu negara, meskipun antara satu negara dengan negara lain bisa berbeda karena penduduk jumlahnya berbeda-beda.

3. Distribusi Pendapatan

Kemakmuran masyarakat tidak semata-mata hanya didasarkan pada tolokukur besarnya pendapatan nasional dan pendapatan perkapita saja, tetapijuga bagaimana pendapatan nasional itu didistribusikan, apakah lebih merata atau timpang. Beberapa indikator mengenai distribusi pendapatan yangdapat dipakai untuk mengukur ketimpangan distribusi pendapatan.Contohnya adalah : Kurva Lorenz, Koefisien Gini dan Kriteria Bank Dunia.

a. Kurva Lorenz : Distribusi pendapatan makin memburuk bila garis lengkung makin menjauhi garis diagonal dan sebaliknya.

Kurva Lorenz

b. Koefisien Gini (Gini Ratio) alat ukur ketidakadilan distribusi pendapatan (inequality income distribution) dengan menghitung luas kurva Lorenz.

Patokan nilai Koefisien Gini:

  • Lebih kecil dari 0,3 : tingkat ketimpangan rendah
  • Antara  0,3—0,5 : tingkat ketimpangan sedang
  • Lebih tinggi dari 0,5 : tingkat ketimpangan tinggi

c. Kriteria Bank Dunia. Bank Dunia membuat kriteria yaitu mengukur ketimpangan distribusi pendapatan suatu negara, dengan melihat besarnya kontribusi dari 40 % penduduk termiskin.

  1. Apabila kelompok 20 % penduduk termiskin memperoleh pendapatanlebih kecil dari 12% dari keseluruhan pendapatan nasional maka dise-but ketimpangan tinggi;
  2. Apabila kelompok 20% penduduk termiskin pendapatannya  12% -16%, terjadi ketimpangan sedang (moderat);
  3. Apabila kelompok 20% penduduk termiskin pendapatannya lebihdari 16% disebut dengan ketimpangan rendah.

4. Pengangguran

Seseorang yang ingin bekerja dan telah berusaha untuk mencari kerja, namun tidak mendapatkannya. Angkatan kerja adalah usia 15 s/d 64 tahun; tingkat pengangguran adalah persentase angkatan kerja yang tidak / belum mendapatkan pekerjaan. Adapun beberapa Jenis pengangguran yakni:

  1. Friksional (Frictional Unemployment) : menganggur karena ingin mencari pekerjaan yang lebih baik ( sifat sementara ).
  2. Struktural ( Structural Unemployment ) : sifatnya mendasar karenapencari kerja tidak mampu memenuhi persyaratan yang dibutuhkanuntuk lowongan kerja yang tersedia, karena perekonomian pesat.
  3. Siklis ( Cyclical Unemployment) : disebut juga pengangguran konjunc-tur karena diakibatkan oleh perubahan dalam tingkat kegiatan perekonomian, khususnya pada saat mengalami kemunduran.
  4. Musiman ( Seasonal Unemployment) : adanya fluktuasi kegiatan ekonomi jangka pendek, terutama disektor pertanian.

5. Inflasi 

Inflasi merupakan proses kenaikan harga-harga umum secara terus menerus. Daya beli masyarakat turun >> tingkat pendapatan tetap maka pendapatan riel turun. Adapun beberapa Sifat Inflasi yakni:

  1. Rendah  < dari 10% / tahun.
  2. Menengah   10% -- 30%
  3. Berat   30% --- 100%
  4. Sangat tinggi  >  100%. 

Ok gan sekian dulu artikel tentang Kriteria Kemajuan Ekonomi Negara (Bangsa) Dan Peralatan Analisa Ekonomi semoga bermanfaat..