Ringkasan Materi Perdagangan Internasional - celotehpraja.com
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Ringkasan Materi Perdagangan Internasional

Ringkasan/Rangkuman Materi Perdagangan Internasional

Celotehpraja.com - Artikel kali ini adalah materi tentang ringkasan/rangkuman lengkap perdagangan internasional. Mungkin banyak sudah membagikan artikel perdagangan internasional di situs-situs media sosial tetapi disini sedikit berbeda karena akan diurai satu persatu tentang  perdagangan internasional. Namun sebelumnya saya sudah membagikan artikel tentang Konsep Ilmu dan Masalah Pokok Ekonomi. Mari kepembahasan.

Pengertian Perdagangan Internasional

apakah pengertian dari perdagangan internasional? Pengertian Perdagangan internasional adalah perdagangan yang dilakukan oleh penduduk suatu negara dengan penduduk negara lain atas dasar kesepakatan bersama. Penduduk yang dimaksud dapat berupa antarperorangan (individu dengan individu),  antara  individu  dengan  pemerintah  suatu  negara  atau  pemerintah suatu Negara dengan pemerintah Negara.

ringkasan materi perdagangan internasional rangkuman materi perdagangan internasional kelas 9 rangkuman materi perdagangan internasional kelas 11 ringkasan materi perdagangan internasional kelas 9

Bayangkan individu tanpa perdagangan”, tanpa perdagangan individu harus berswasembada, masing-masing harus membuat sendiri makanan, pakaian, layanan kesehatan, hiburan, kemewahan lain yang dikonsumsinya. Dunia dengan swasembada individual akan menjadi dunia standar hidupnya rendah. Dengan perdagangan setiap orang dapat melakukan spesialisasi di bidang yang dapat dikerjakan dengan baik dan memenuhi kebutuhan lain melalui perdagangan.

Prinsip yang sama berlaku untuk wilayah dan selanjutnya juga antar Negara, dengan perdagangan, setiap orang, wilayah atau bangsa/Negara, dapat memusatkan perhatian untuk memproduksi barang dan jasa yang dilaksanakan secara efisien, sementara melakukan perdagangan untuk memperoleh yang tidak diproduksinya. Defenisi perdagangan luar negeri (Internasional) adalah perdagangan antar Negara yang memiliki hukum dan kedaulatan yang berbeda dengan kesepakatan tertentu dan memenuhi kaidah-kaidah baku yang telah ditentukan dan diterima secara internasional.

Mengapa sampai terjadi perdagangan luar negeri, jawabannya adalah untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri dan untuk mendapatkan keuntungan yang lebih, tetapi bukan dalam pengetian berimbang, artinya bahwa kedua Negara tidak menginginkan kerugian, hanya saja bila dihitung dengan standar tertentu kadang volume perdagangan antar negara ada defisit dan surplus, defisit bila pembelian lebih banyak dari pada penjualan dan susplus bila penjualan lebih banyak dari pada pembelian.

Sebagaimana diketahui bahwa setiap negara ini memiliki sumber daya alam dan sumber daya manusia yang berbeda dari segi jumlah, mutu maupun  pengadaannya.  Pada  saat  perekonomian masih bersifat intrasulair (dalam satu negara) semua kebutuhan penduduk suatu negara dapat dipenuhi oleh produsen dalam negeri sendiri. Akan tetapi manakala jumlah kebutuhan semakin banyak dan beraneka ragam sesuai kemampuan jumlah kebutuhan semakin banyak dan beraneka ragam sesuai kemampuan jumlah dan selera penduduk maka diperlukan hasil produksi dari luar negeri. Untuk mendapatkan produk dari luar negeri produsen perlu melakukan kesepakatan pembelian dan pembayaran dengan ketentuan yang disepakati bersama.

Ruang Lingkup Perdagangan Internasional

Perdagangan internasional berkaitan dengan beberapa kegiatan yaitu:

  1. Perpindahan  barang  dan  jasa  dari  suatu  negara  kenegara  yang  lainnya (transfer of goods and services)
  2. Perpindahan modal melalui investasi asing dari luar negeri kedalam negeri (transfer of capital)
  3. Perpindahan tenaga kerja yang mempengaruhi pendapatan negara melalui devisa (transfer of labour).
  4. Perpindahan teknologi yaitu dengan mendirikan pabrik-pabrik dinegara lain (transfer of technology).
  5. Penyampaian informasi tentang kepastian adanya bahan baku dan pangsa pasar (transfer of data). 

Faktor-faktor yang mempengaruhi Perdagangan Internasional

Adapun 10 faktor  yang  mendorong  suatu  negara  melakukan  perdagangan internasional, di antaranya sebagai berikut :

  1. Untuk memenuhi kebutuhan barang dan jasa dalam negeri
  2. Keinginan memperoleh keuntungan dan meningkatkan pendapatan negara
  3. Adanya perbedaan kemampuan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam mengolah sumber daya ekonomi
  4. Adanya kelebihan produk dalam negeri sehingga perlu pasar baru untuk menjual produk tersebut.
  5. Adanya perbedaan keadaan seperti sumber daya alam, iklim, tenaga kerja, budaya, dan jumlah penduduk yang menyebabkan adanya perbedaan hasil produksi dan adanya keterbatasan produksi.
  6. Keinginan membuka kerja sama, hubungan politik dan dukungan dari negara lain.
  7. Terjadinya era globalisasi sehingga tidak satu negara pun di dunia dapat hidup sendiri.
  8. Keragaman/diversitas sumber daya alam.
  9. Perbedaan selera (preferensi).
  10. Perbedaan biaya produksi.

Masalah yang di bahas dalam Perdagangan Internasional

  1. Meningkatnya proteksi perdagangan negara-negara dengan membentuk blok perdagangan seperti Uni Eropa, Blok Perdagangan Amerika Utara (NAFTA), Blok Perdagangan Amerika Serikat dengan Australia dan Selandia Baru (ANZUS) serta blok perdagangan Asia Timur yang dipelopori oleh Jepang.
  2. Masalah kemiskinan di Negara Dunia Ketiga yang timpang dengan kesejahteraan di negara-negara maju
  3. Ketidaksiapan negara-negara yang menghadapi pasar bebas di suatu kawasan.
  4. Fluktuasi nilai tukar mata uang
  5. Persaingan Dolar Vs Euro sebagai mata uang dunia.

Manfaat Perdagangan Internasional

Adapun 4 manfaat perdagangan internasional antara lain:

  1. Memperoleh barang yang tidak dapat diproduksi di negeri sendiri.
  2. Memperoleh keuntungan dari spesialisasi
  3. Memperluas pasar dan menambah keuntungan
  4. Transfer teknologi modern

Teori Perdagangan Internasional

Dalam perdagangan internasional ada beberapa terori yang mempengaruhinya yakni :

1) Teori Klasik

  • Teori keunggulan absolute (dari Adam Smith) -  Dasar pemikiran teori ini adalah bahwa suatu Negara akan melakukan spesialisasi dan export terhadap suatu jenis barang tertentu dimana Negara tersebut memiliki keunggulan absolute dan tidak memproduksi atau melakukan import terhadap jenis barang lain dimana negara tersebut tidak mempunyai keunggulan absolute terhadap negara lain yang memproduksi barang sejenis.
  • Teori keunggulan comparative - J.S Mill mengatakan bahwa suatu negara akan berspesialisasi pada export suatu barang dimana negara tersebut memiliki keunggulan komparative terbesar dan import barang dimana negara tersebut memiliki kerugian komparative. David Ricardo dasar pemikirannya adalah, bahwa perdagangan internasional antara dua negara yang akan timbul apabila masing-masing negera memiliki biaya relative yang terkecil untuk jenis barang yang berbeda, jadi perkenaannya adalah pada perbedaan efisiensi relatif antara negara dalam memproduksi dua (atau lebih) jenis barang yang menjadi dasar timbulnya perdagangan internasional.

2) Teori Modern

Teori Hecksher dan Ohlin (Ekonom Swedia Eli Hecksher dan Bentil Ohlin) dalam perdagangan internasional dikenal dengan adanya teori ketersediaan faktor (Factor Proportion Theory). Dasar pemikirannya karena adanya opportunity cost yang berbeda antara kedua negara. Perbedaan ongkos relative tersebut. Karena adanya perbedaan dalam jumlah faktor produksi (misal : tenaga kerja, modal, tanah dan bahan baku) yang dimiliki oleh kedua negara tersebut. Jadi karena factor endowment-nya (faktor keberlimpahan) berbeda, maka sesuai hukum pasar, harga dari faktor produksi tersebut juga berbeda antara kedua negara. Namun demikian untuk mendapatkan opportunity cost yang menguntungkan juga dipengaruhi oleh intensitas dalam teknologi.

3) Paradigma Baru (New Paradigma)

Dilihat dari sifat keberadaannya, keunggulan yang dimiliki suatu negara atas negara lain di dalam perdagangan internasional dapat dikelompokkan ke dalam 2 (dua) macam:

  • Keunggulan alamiah (Natural Advantage)
  • Keunggulan yang dikembangkan (Acquired Advantage)

Inti dari paradigma baru perdagangan intenasional adalah adanya keunggulan kompetitive, yaitu keunggulan comparative ditambah dengan fasilitas/bantuan pemerintah juga keunggulan lain misal teknologi, entreprenership yang tinggi, mutu produk, service after seles, promosi yang luas dan sebagainya yang bersifat kompetitive. Keunggulan kompetitif sifatnya lebih dinamis dengan perubahan-perubahan yang cepat (teknologi + SDM).

Syarat Perdagangan Internasional

Seperti telah dijelaskan di atas bahwa perdagangan antar negara tidak ada yang ingin mengalami kerugian, oleh karena itu selain mempertimbangkan masalah keuntungan yang dimiliki juga memperhitungkan keuntungan yang akan dimiliki. Keuntungan yang akan dimiliki inilah yang menjadi persyaratan dalam perdagangan (term of trade). Syarat perdagangan menggambarkan perbandingan diantara barang yang diexport oleh suatu negara dengan barang yang diimportnya. Secara riel suatu perdagangan dikatakan menguntungkan negara bila nilai syarat perdangannya tetap berada di atas 100%, sedangkan syarat perdangan bertambah baik bila index harga barang export bertambah lebih cepat dari pada index harga barang import.

Persetujuan Internasional Perdagangan dan Tarif

Persetujuan Internasional

Sebelum tahun 1947 setiap negara memberlakukan tarif atas barang-barang import seenaknya sendiri, sehingga saling mengadakan perlawanan oleh suatu negara oleh mitra dagang negara lain, sehingga diperlukan perundingan untuk menghilangkan hambatan tersebut. Karena dengan adanya perang tarif akan menurunkan efisien, penurunan perdagangan, tanpa meningkatkan kesempatan kerja. Persetujuan tersebut diera pasca PD. II adalah tersusunnya persetujuan umum mengenai tarif dan perdagangan (The General Agreement on Tariff and Trade = GATT). Dalam GATT ini maka negara-negara bertemu secara berkala untuk merundingkan masalah-masalah yang mempengaruhi perdagangan luar negeri dan untuk menyepakati penurunan tarif secara umum.

Persetujuan Regional

  1. Kawasan perdagangan bebas (Free Trade Area = FTA) bebas tarif dari negara anggota AFTA 2003.
  2. Serikat pabean (Customs Union) perdagangan bebas + persetujuan hambatan perdagangan dengan negara lain.
  3. Pasar bersama (Common Market) adalah serikat pabean yang juga membolehkan perpindahan bebas tenaga kerja dan modal diantara negara-negara anggotanya.
Nah itulah ringkasan materi lengkap perdagangan internasional yang mungkin berguna untuk kawan-kawan semua. Jangan Lupa cek semua materi isi blog ini siap tau ada kebutuhan teman-teman... Ok gan sampai jumpa di artikel lainnya.