Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tempat Wisata Religi Masjid Agung Raya Medan Yang Terkenal Unik dan Istimewa

Biasa disebut sebagai Masjid Raya Medan - Dibangun pada tahun 1990 dan masih berdiri sampai sekarang. Masjid Raya Medan adalah sebuah masjid besar di Medan, Indonesia. Pada masa Kesultanan Deli, masjid ini dibuat dengan perpaduan unsur arsitektur Maroko, Spanyol, dan Melayu.

Bentuknya juga khas, menyerupai segi delapan, dan menciptakan interior yang berbeda jika dibandingkan dengan masjid lain pada umumnya.


Menurut laporan, Masjid Raya Medan memiliki luas total 5.000 meter persegi dan dapat menampung hingga 2.000 orang! Maka tak heran jika Masjid Raya Medan, salah satu masjid terbesar di dunia, biasanya ramai dikunjungi pengunjung, baik lokal maupun internasional.

Masjid Agung ini merupakan masjid terindah dan terbesar di Sumatera Utara. Masjid ini sangat indah dan luar biasa, dan sangat disukai oleh masyarakat karena tidak seperti masjid lainnya.

Masjid Raya Medan berbentuk segi delapan dan memiliki empat serambi utama di bagian depan, belakang, kiri, dan kanan. Empat serambi Masjid Agung Medan berfungsi sebagai pintu masuk.

Di dalam, terdapat delapan pilar berdiameter 0,60 m yang menopang kubah besar di tengahnya. Empat kubah lainnya terletak di atas empat serambi. Masjid Al Mahsun juga memiliki dua menara di sisi kiri dan kanan belakang.

Masjid Raya Medan tidak pernah diperbaiki sejak didirikan. Menurut salah satu pengurus masjid, Pemprov Sumut berniat membangun kembali dan memperluas Masjid Raya Al-Mashun untuk menampung jamaah yang lebih besar.

Tempat Wisata Religi Masjid Agung Raya Medan, Terkenal Unik dan Istimewa
Masjid Agung Raya Medan

Namun karena ditentang berbagai pihak yang khawatir nilai seni arsitektur asli dari bangunan ini akan hilang, maka pemerintah setempat akhirnya hanya menambah fasilitas penunjang masjid, seperti tempat wudhu (1980), tanpa mempengaruhi keberadaan masjid tersebut. bangunan utama.

Akibatnya, struktur masjid ini pada dasarnya tetap tidak berubah selama lebih dari satu abad. Karena terletak di jantung Kota Medan, akses menuju Masjid Raya Medan sangatlah mudah.

Fakta Menarik Masjid Agung Raya Medan

Masjid Al Mashun, juga dikenal sebagai Masjid Raya Medan, terletak di Jl Sisingamanganraja, sekitar 200 meter dari Istana Maimun. Masjid ini adalah salah satu bangunan bersejarah kota. Berikut beberapa fakta menarik tentang Masjid Raya Al Mashun:

1. Masjid Raya Medan Dibangun Pada Masa Kerajaan

Masjid Al Mashun, salah satu masjid tertua di Medan, artinya dipelihara. Masjid ini merupakan masjid peninggalan Kesultanan Deli yang didirikan pada masa pemerintahan Sultan Ma'mun Alrasyid Perkasa Alam. Masjid ini selesai dibangun pada tahun 1906, meskipun baru digunakan sekitar tahun 1909.

2. Arsitektur Unik

Seorang arsitek dari Belanda menciptakan Masjid Al Mashun. Struktur kuno dihiasi dengan hiasan yang mencakup budaya India, Eropa, dan Melayu. Dapatkan informasi, inspirasi, dan wawasan yang dikirim ke kotak masuk Anda. Pendaftaran alamat email Beginilah tampilannya melalui pintu kayu bercat biru dan kuning.

Karena Sultan Deli adalah orang Melayu, maka rona kuning berkonotasi dengan sifat Melayu. Dekorasi melengkung Spanyol menghiasi pintu. Sedangkan dekorasi dengan desain India menghiasi dinding.

Pilar kokoh masjid ini terbuat dari marmer asli Italia, dan ada total delapan pilar yang mengelilingi masjid. Mimbar, yang digunakan pada hari Jumat dan sepanjang Ramadhan, didekorasi dengan gaya India.

3. Ada Al Qur’an Berusia Tua.

Di dekat Masjid Al Mashun, sebuah Al-Qur'an antik ditempatkan di pintu masuk jemaah pria. Al-Qur'an ini ditulis di Timur Tengah pada perkamen yang sangat kuno. Jika Anda perhatikan dengan seksama, Anda dapat melihat lekukan coretan dari sebuah ayat Al-Qur'an. Meski berusia ratusan tahun, Al-Qur'an masih utuh dan bacaannya jelas.

4. Tradisi di Bulan Ramadhan Yang Unik

Masjid Al Mashun menyediakan Bubur Sop Anyang sebagai santapan berbuka puasa di bulan Ramadhan. Bubur anyang adalah makanan tradisional Melayu. Setiap tahun, warga Medan berbuka puasa dengan bubur tradisional Kesultanan Deli ini.

Keistimewaan dan Keunikan Masjid Agung Al Mashun

Kota Medan menawarkan sejumlah wisata sejarah yang bernuansa religi dan budaya. Masjid yang menjadi objek wisata yang paling sering dikunjungi ini merupakan salah satu wisata sejarah. Selain Istana Maimun, kekhasan masjid ini telah menggelitik minat pengunjung internasional dan asing.

1. Wisata Sejarah dan Religi yang Terbuka untuk Semua Agama

Di lokasi lain, terdapat beberapa wisata sejarah bernuansa Islami yang hanya dapat diakses oleh pengunjung muslim. Pelancong non-Muslim dapat, bagaimanapun, menghadiri tur bersejarah ini jika mereka menghormati undang-undang saat ini. Kenyataannya, pengelola masjid selalu memberikan ta'jil untuk masyarakat umum sepanjang bulan suci Ramadhan.

2. Satu Kompleks dengan Istana Maimun

Tidak biasa melihat objek wisata religi di kompleks yang sama dengan istana raja. Sultan Ma'mun, Raja Kesultanan Deli saat itu, sengaja membangun sebuah masjid indah yang berjarak 200 meter dari Istana Maimun. Bahkan, masjid lebih mengesankan daripada kastil.

3. Dirancang oleh Arsitek Belanda.

Van Erp, seorang arsitek dari Belanda, merancang masjid tersebut. Sultan Ma'mun sengaja menugaskan Van Erp untuk membangun masjid karena tidak ada arsitek nasional yang dianggap cocok pada saat itu. Ketika Van Erp memperoleh posisi di Jawa, ia digantikan oleh JA Tingdeman. Mereka berdua bekerja sebagai arsitek di Belanda.

Bahan Yang Digunakan Untuk Membangun Masjid Raya Medan

Salah satu lokasi terindah di Sumatera Utara. Tentu saja, pemilihan bahan konstruksi tidak boleh sembarangan. Selain itu, perancang masjid adalah seorang arsitek Belanda yang membuat arsitektur masjid sangat menarik perhatian.

1. Lantai dan Tiang Penyangga Terbuat dari Marmer Berkualitas Tinggi

Marmer yang digunakan untuk lantai masjid didatangkan dari luar negeri. Marmer yang digunakan dalam proyek ini bersumber dari Jerman dan Italia. Marmer berkualitas tinggi, memberikan ilusi beberapa pilar yang menopang masjid dan lantai. Tidak hanya tampilannya yang kokoh, tetapi kualitasnya pun tak tertandingi.

2. Kaca Patri dari Luar Negeri

masjid didatangkan dari luar negeri. Kaca patri digunakan untuk membuat jendela. Koleksi kaca patri ini didatangkan dari China. Alhasil, kualitas kaca tidak asal-asalan. Bahkan sekarang, kaca patri sangat kuat.

3. Lampu Gantung yang Unik

Beberapa bahan yang digunakan dalam pembangunan masjid didatangkan dari luar negeri. Selain marmer dan kaca patri, masjid ini mengimpor lampu gantung dengan bentuk yang tidak biasa dari Prancis. Keahliannya tidak perlu dipertanyakan lagi, dan lampu gantung telah bertahan lebih dari satu abad.

Fasilitas Masjid Raya Medan

Karena kita sedang mempertimbangkan rumah ibadah kali ini, masalah fasilitas mungkin agak dibatasi. Namun, ada beberapa yang masih bisa Anda manfaatkan, seperti:

1. Parkir

Anda tidak perlu khawatir untuk parkir karena Masjid Raya Medan memiliki tempat parkir yang sangat luas dan aman.

2. WC Umum

Toilet atau toilet juga tersedia di objek wisata ini.

3. Restoran

Terdapat berbagai tempat makan dan stand di sekitar area masjid bagi masyarakat yang ingin mencoba makanan khas Medan.

4. Penginapan

Karena masjid ini terletak di jantung kota, Anda tidak perlu khawatir untuk mencari tempat menginap karena terdapat beberapa hotel dan penginapan di kawasan Masjid Raya Medan.

Akses Menuju ke Masjid Raya Medan

1. Melalui Udara

Setelah sampai di Bandara Kuala Namu, Anda cukup melanjutkan perjalanan dengan kendaraan bermotor dengan rute sebagai berikut: Jalan Tol Jl. Medan-Kuala Namu-Tebing Tinggi - Jl. Belmera - Patumbak - Jl. Sisingamangaraja - Masjid Raya Medan

2. Melalui Laut

Sesampai di Pelabuhan Belawan, gunakan kendaraan bermotor dengan rute sebagai berikut: Jl. Pelabuhan R. - Jl. Jalan Tol Belmera - Bdr. Happy Tebung - Jl. Letda Sujono - Jl. Mandala By Pass - Jl. Denai - Jl. Arief Rahman Hakim - Jl. Halat - Jl. Sisingamangaraja - Medan Grand Mos

3. Melalui Jalur Darat

Dari pusat kota, ambil saja jalur berikut: Jl. Guru Patimpus - Jl. Gatot Subroto - Jl. Kapten Maulana Lubis - Jl. Imam Bonjol - Jl. KH. Samanhudi - Jl. Ir. H. Juanda - Jl.Sisingamangaraja

Jam Buka Masjid Raya Medan

Tempat wisata ini buka setiap hari, 24 jam sehari, sehingga Anda dapat berkunjung kapan pun Anda mau. Kemudian, tentu saja, tidak akan ada biaya masuk sama sekali.

Masjid Raya Medan Tempo Dulu

Masjid Raya Al-Mashun adalah peninggalan Sultan Deli di Sumatera Utara disamping Istana Maimoon. Masjid ini masih dipakai oleh warga Muslim untuk berdoa tiap hari.

Beberapa bahan bangunan untuk dekor Masjid ini dibentuk di Italia. Pelancong asing berkunjung Masjid dari beragam Negara di penjuru dunia.

Labuhan Deli yang dibangun di tahun 1886. Masjid Labuhan adalah Masjid dengan style India yang unik berkubah segi delapan.

Masjid Labuhan berada di jalan raya Medan - Belawan samping utara dari pusat perkotaan Medan.

masjid raya medan indonesia
Gambar: Masjid Raya Medan Tempo Dulu

Kubah Masjid Al Ma'sum yang berwujud segi-empat datar dan dipucuk atap mempunyai dekor bulan sabit biasa diketemukan pada bangunan Islam yang lain seperti Masjid dan menara yang menurut beberapa pakar kerap disambungkan sebagai symbol kenyamanan, di mana Islam disiarkan tanpa kekerasan.

Selainnya kubah, ide, kurva (arcade), hiasan bulan sabit pada pucuknya, efek seni Islam terang kelihatan dalam ornamenttasi, baik pada dinding, langit-langit, tiang, dan permukaan meliuk (muka Arcade) yang kaya dekor bunga dan tanaman berkelok dicat dengan cat minyak. -Lihat Kumpulan Tempat wisata di medan

Masjid Raya Medan Menyuguhkan Dekorasi Floristik

Ini dekor floristik selainnya diatur memperingatkan untuk Tumpal dan corak mekara, melukis dengan style naturalistic, terkecuali pola bunga dan pola geometris, gabungan di antara Polygonal, Oktagonal dan dekor lingkaran menarik.

Pola seperti ini khususnya banyak diketemukan pada dinding, permukaan meliuk, langit-langit dan lain-lain, pola ini diketemukan berbentuk gorden besi jendela segi-empat dan wujud kurva yang mengingati kita untuk pola ukir-pahatan dinding style India.

Di Indonesia, tipe dekor kerap disebutkan hiasan Terawangan atau Kerawangan, selainnya sebagai hiasan, hiasan ini berperan sebagai sirkulasi.

Sekian ulasan terkait Tempat Wisata Religi Masjid Raya Medan yang Terkenal Unik dan Istimewa, semoga bisa berguna dan bermanfaat