Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Edukasi Sekaligus Wisata Penangkaran Buaya Asam Kumbang Medan

Penangkaran Buaya Asam Kumbang Medan - Sumatera Utara, Penangkaran Buaya Asam Kumbang adalah salah satu tempat wisata yang wajib dikunjungi di daerah ini. Bagi mereka yang merencanakan perjalanan ke Medan yang mencari tempat wisata yang tidak biasa, unik, dan khas. Anda pasti akan menyukai objek wisata ini karena memungkinkan Anda untuk bepergian sambil belajar lebih banyak tentang reptil (buaya).


Medan merupakan salah satu kota di Sumatera Utara yang mungkin menjadi tujuan wisata yang sempurna, terutama jika Anda mencari wisata alam, karena ada banyak wisata alam yang luar biasa dan menarik, termasuk yang akan kita jelajahi kali ini, Penangkaran Buaya Asam Kumbang. Taman.

Edukasi Sekaligus Wisata Penangkaran Buaya Asam Kumbang Medan

Sejarah Penangkaran Buaya Asam Kumbang Medan

Keluarga Lo Tham Muk mengelola fasilitas Penangkaran Buaya Kumbang Asam. Taman Buaya ini dibangun hanya untuk kepentingannya, yaitu kecintaan terhadap reptil liar. Ia kemudian mendirikan Penangkaran Buaya Asam Kumbang pada tahun 1959 dan menjadi terkenal pada tahun 1998.

Awalnya, penangkaran ini hanya terdiri dari 12 ekor anak yang diperoleh Lo Tham Muk dari sebuah sungai di Sumatera Utara. Buaya muara tidak dilindungi pada saat itu, seperti sekarang ini.

Taman Buaya ini tetap sederhana sejak didirikan 58 tahun yang lalu. Meski begitu, banyak pengunjung yang datang setiap hari, terutama di akhir pekan dan saat musim liburan. Obyek Wisata Penangkaran Buaya Buaya Asam Ikuti Wisata Buaya dan Pelajari Segala Yang Perlu Diketahui Tentang Buaya Buaya

Ada 2.800 ekor buaya di Penangkaran Kumbang Asam di Medan. Pemilik lahan seluas dua hektar ini membuat 78 tangki penangkaran buaya, dengan 10-15 ekor buaya di setiap tangki berdasarkan usianya. Agar aman, bak ini juga dibungkus kawat.

Edukasi Sekaligus Wisata Penangkaran Buaya Asam Kumbang Medan

Buaya kecil yang tidak menakutkan mungkin terlihat di sini, begitu juga dengan buaya dewasa yang bermusuhan. Menariknya, buaya tertua di kawasan ini adalah buaya berusia 57 tahun dengan panjang 5-6 meter. Ada juga buaya tunggul dan buaya yang tidak memiliki ekor.

Objek wisata unik ini tidak hanya memiliki beragam buaya, dengan fokus pada buaya muara, tetapi juga memiliki sedikit kebun binatang. Monyet, ulat ular piton dan kobra, penyu dan kura-kura, serta ratusan bangau putih melayang-layang di atas kolam penangkaran buaya, dapat ditemukan di dalamnya.

Selain dirancang agar terlihat seperti penjara, semacam danau buatan juga dibuat agar buaya bisa bebas berdiam di air dan naik ke darat. Danau ini juga telah dikelilingi pagar sebagai pencegah.

Fakta Keunikan Penangkaran Buaya Asam Kumbang

1. Penangkaran Buaya Terbesar di Asia Tenggara

Dengan luas 2 hektar dan lebih dari 2.800 ekor buaya, Penangkaran Buaya Asam Kumbang merupakan penangkaran buaya terbesar di Asia Tenggara. Objek wisata ini merupakan rumah bagi dua jenis buaya: buaya Muara dan buaya Sinyulung.

Wisatawan dapat melihat buaya dengan berbagai ukuran dari yang terkecil hingga yang terbesar. Anehnya, lokasi ini menjadi rumah bagi buaya tertua di dunia, yang berusia 60 tahun dan panjangnya 5-6 meter.

2. Dikelola Secara Mandiri

Lo Tham Muk mengelola Peternakan Buaya Asam Kumbang seluas 2 hektar ini sendiri, tanpa bantuan dari pemerintah atau pihak lain. Dalam satu hari, pemilik kebun binatang ini bisa menghabiskan hingga Rp. 500 ribu untuk makanan hewan.

3. Berawal dari Hobi dan Berkembang menjadi Objek Wisata

Awalnya, Lo Tham Muk, pemilik Penangkaran Buaya Asam Kumbang, mendapatkan seekor buaya yang diberikan oleh temannya dari sebuah sungai di Sumatera Utara. Awalnya, ia memelihara 12 ekor di lingkungan perkotaan Medan.

Seiring bertambahnya ukuran buaya, ia pindah ke Desa Asam Kumbang di Kecamatan Medan Selayang dan mulai membudidayakannya di lahan seluas 2 hektar.

4. Selain buaya, ada 3 Ular Piton Raksasa.

Selain 2.800 ekor buaya, keluarga Lo Tham Muk juga memelihara ular piton sepanjang 6-7 meter seberat 300 kilogram.

Selain buaya, pemilik Penangkaran Buaya Asam Kumbang ini memelihara kera, penyu, bangau, ayam, anjing, dan lintah.

5. Ratusan Bangau Putih Menghadap Kolam Penangkaran Buaya

Pemandangan ratusan bangau putih di atas kolam penangkaran buaya membuat Kolam Penangkaran Buaya Asam Kumbang semakin menarik.

Aktivitas Peternakan Buaya di Asam Kumbang

Peternakan Buaya Asam Kumbang di Medan tidak hanya menyuguhkan pemandangan ribuan buaya, tetapi juga wisata informatif tentang hewan eksotis ini. Pengunjung dapat mempelajari semua yang perlu diketahui tentang buaya, termasuk kebiasaan, pembiakan, perawatan, dan pemberian makan mereka

Selain itu, fasilitas penangkaran Kumbang Asam menawarkan hiburan kepada pengunjung berupa atraksi buaya. Buaya terlatih ini akan melakukan berbagai trik untuk pawangnya.

Namun, ketika Anda melihatnya, Anda harus berhati-hati. Karena predator dapat menjadi bermusuhan sebagai hasilnya. Anda dapat mengambil foto dengan buaya jika Anda memiliki perut yang kuat. Gambar Anda pasti akan memukau, terutama jika dibagikan di media sosial.

Lokasi ini juga memiliki beragam aktivitas buaya. Buaya mungkin terlihat berjemur dan bergerak perlahan di pagi hari sambil menunggu waktu makan. Pawang juga terlihat sedang mencuci buaya di bak berisi air bersih.

Harga Tiket Masuk, Jadwal Buka, dan Lokasi Penangkaran Buaya Asam Medan

Wisata penangkaran ini memiliki banyak keuntungan, antara lain akses pengunjung yang mudah dan biaya masuk yang relatif murah yaitu Rp. 6.000 per orang ke taman buaya Medan.

Pengunjung juga diperbolehkan untuk berfoto atau selfie dengan reptil liar tersebut; Namun, tidak perlu khawatir karena pawang buaya profesional hadir sepanjang sesi foto. Pengunjung akan dikenakan biaya Rp. 50.000 untuk foto dengan buaya.

Jam operasional tour dari pukul 09.00 WIB hingga 18.00 WIB, dan nomor telepon 0852-7554-2287. Tempat wisata ini akan semakin ramai saat hari libur, dan banyak pengunjung dari luar kota juga akan datang untuk mengamati buaya secara langsung di Penangkaran Buaya Asam Kumbang.

Fasilitas Penangkaran Buaya Kumbang Asam

Soal fasilitas di tempat wisata ini juga cukup lengkap, sehingga pengunjung tidak perlu khawatir. Tempat parkir, mushola, kantin, hotel, toko suvenir, dan kamar mandi umum adalah beberapa fasilitas yang tersedia. -Baca Juga Kumpulan 👉 Daftar tempat wisata di medan

Rute Jalan Menuju Wisata Penangkaran Buaya Kumbang Asam

Melalui Udara

Setelah mendarat di Bandara Kuala Namu, naik kendaraan bermotor dengan rute sebagai berikut : Jl. Jalan Tol Medan-Kuala Namu-Tebing Tinggi - Jl. Belmera - Patumbak - Jl. Sisingamangaraja - Jl. Lintas Sumatera - Jl. Setia Budi Ps. Saya - Jl. Bunga Raya II - Buaya Kumbang Asam Setibanya

Melalui Laut

di Pelabuhan Belawan, lanjutkan perjalanan dengan kendaraan bermotor dengan rute sebagai berikut: Jl. Pelabuhan R. - Jl. Tol Belmera - Tj. Mulia - Jl. Cemara - Jl. Amal Medan - Jl. Tahi Bonar Simatupang - Jl. Bunga Raya II - Penangkaran Buaya Kumbang Asam

Melalui Daratan

Dari pusat kota ambil Jl. Guru Patimpus - Jl. Gatot Subroto - Jl. Lintas Sumatera - Jl. Amal Medan - Jl. Tahi Bonar Simatupang - Jl. Bunga Raya II - Penangkaran Buaya Kumbang Asam.