Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Objek Wisata Museum Negeri Sumatera Utara |Jadwal Buka, Harga Tiket Dan Alamatnya

Museum Negeri Sumatera Utara adalah sebuah museum di Sumatera Utara yang menyimpan artefak-artefak peninggalan budaya kuno. Sebagai anggota generasi muda masa kini, sebagian besar dari kita memilih untuk mengunjungi objek wisata yang menawarkan berbagai aktivitas atau hiburan.


Museum mulai kehilangan minat akibat kurangnya informasi tentang perlunya menjaga benda-benda budaya bersejarah. Namun, sebagai bangsa Indonesia, kita tidak boleh melupakan masa lalu negara kita dan perjuangan keras para pahlawan zaman dahulu.

Tidak sulit untuk mengingat dan menghormati jasa mereka; Anda bahkan bisa melakukannya saat berlibur dengan mengunjungi museum di daerah Anda. Kali ini kita akan membahas tentang Museum Negeri Sumatera Utara.

Objek Wisata Museum Negeri Sumatera Utara |Jadwal Buka, Harga Tiket Dan Alamatnya
Museum Negeri Sumatera Utara

Wisata Museum Negeri Sumatera Utara Adalah Geduang Acra

Objek Wisata Museum Negeri Sumatera Utara yang juga dikenal dengan Gedung Acra adalah sebuah museum di Provinsi Sumatera Utara. Pada tahun 1954, Presiden Soekarno menyumbangkan koleksi makara pertama ke museum ini.

Namun museum ini baru dibuka pada 19 April 1952 oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Daoed Yoesoef. Bangunan museum seluas 10.468 meter persegi ini terdiri dari bangunan utama berlantai dua.

Ruang yang menampung ruang pameran tetap, ruang pameran temporer, ruang audio visual/kuliah, ruang kepala museum, ruang administrasi, ruang bagian bimbingan, perpustakaan, ruang mikro film, ruang komputer, dan gudang.

Bangunan utama museum ini didesain berupa rumah khas daerah Sumatera Utara. Hiasan pada atap depan berasal dari etnis Melayu, Batak Toba, Simalungun, Karo, Mandailing, Pakpak, dan Nias. Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara digolongkan sebagai museum umum berdasarkan koleksinya.

Apa Saja Koleksi Museum Negeri Sumatera Utara

Sebagian besar koleksi adalah artefak peninggalan budaya sejarah dari Sumatera Utara, mulai dari zaman kuno melalui pengaruh Hindu-Budha klasik, Islam, dan sejarah pertempuran modern.

Lainnya datang dari daerah lain di Indonesia serta negara lain, seperti Thailand. Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara memiliki sekitar 6.799 benda hingga tahun 2005. Berikut ini adalah rincian koleksi museum tersebut.

Bagaimana Periode Prasejarah Museum Negeri Sumatera Utara?

Ruang pertama menggambarkan sejarah geologi, dimulai dengan asal-usul kosmos dan berkembang melalui pergeseran benua dan pulau Sumatera. Sejarah alam berkaitan dengan migrasi manusia, penyebaran flora dan hewan, dan keberadaan prasejarah.

Barang-barang yang ditampilkan antara lain model hewan Sumatera umum, replika sisa-sisa manusia tua, diorama kehidupan prasejarah, dan berbagai peralatan kuno.

Objek Wisata Museum Negeri Sumatera Utara |Jadwal Buka, Harga Tiket Dan Alamatnya
Wisata Museum Negeri Sumatera Utara

Hubungan Kebudayaan Sumatera Kuno Dengan Museum Negeri Sumatera Utara?

Menampilkan sisa-sisa peradaban awal penduduk Sumatera Utara, dari zaman megalitik kuno hingga zaman perundagian. Yang dipamerkan antara lain temuan budaya megalitik seperti peti mati batu (sarkofagus), artefak religi seperti pahatan batu dan kayu, tongkat dukun, wadah obat dari gading, dan Pustaha Laklak, kumpulan prasasti Batak kuno yang ditorehkan di kulit kayu.

Pemerintahan Kerajaan Hindu-Budha Sekitar abad ke-2 M, budaya Hindu dan Buddha meluas ke tanah Indonesia dengan munculnya perdagangan Asia.

Pameran ini menampilkan berbagai peninggalan Hindu-Budha yang ditemukan di Sumatera Utara, termasuk artefak arkeologi dari situs Percandian Padang Lawas dan situs Kota Cina.

Patung-patung batu, logam, pecahan porselen, dan mata uang kuno termasuk di antara koleksi, seperti reproduksi candi utama Candi Bahal I. Periode Islam The Islamic Room memiliki koleksi barang antik Islam, termasuk reproduksi batu nisan dari kuburan Islam di kabupaten Barus Sumatera Utara.

Selain itu, ada batu nisan peninggalan Islam dengan desain khas Batak, beberapa Al-Qur'an, dan manuskrip Islam tulisan tangan antik. Selain itu, ada replika Masjid Azizi di Medan (catatan: tepatnya di Tanjung Pura, Langkat; negara kelahiran Amir Hamzah).

Kaitan Kolonialisme Dengan Museum Negeri Sumatera Utara

Sebelum pemerintah Hindia Belanda menyerbu dan menguasai Sumatera, para pengusaha dari Eropa, khususnya Jerman, datang dan mendirikan perkebunan di sana.

Koleksi dari era kolonial membawa kita kembali ke masa ketika ekspansi industri perkebunan melahirkan Medan sebagai kota metropolis multikultural yang kaya, berbeda, dan mempesona.

Pameran menampilkan barang-barang perdagangan kolonial, peralatan, dan uang perkebunan, serta gambar sejarah langka, model tokoh kolonial, dan representasi kehidupan kota Medan kuno.

Perjuangan Rakyat Sumatera Utara Sumatera

Utara, seperti daerah-daerah lain di Indonesia, telah menabur benih-benih perlawanan terhadap penjajah jauh sebelum kemerdekaan. Kamar perjuangan menggambarkan sejarah perjuangan rakyat Sumatera Utara sebelum tahun 1908 hingga era revolusi fisik 1945-1949, serta sejarah perjuangan pers Sumatera Utara.

Persenjataan asli dan kontemporer, obat tradisional, dan perangkat komunikasi yang digunakan untuk melawan penjajah termasuk di antara koleksi. Ada juga karya seni heroik dan poster propaganda masa perang yang dipamerkan.

Gubernur dan Pahlawan Sumatera Utara

Bagian ini menghormati para pahlawan nasional dari provinsi Sumatera Utara, serta gubernur-gubernur terdahulu yang telah berjasa dalam pembangunan dan kemajuan provinsi. Kumpulan gambar dan karya seni pahlawan sumatera utara dan penguasa masa lalu.

Fasilitas Museum Negeri Sumatera Utara

Objek wisata Museum Negeri Sumatera Utara tidak memiliki fasilitas yang banyak dan lengkap, namun ada beberapa hal yang mungkin Anda temukan, seperti; -Baca Juga 👉 Kumpulan tempat wisata di medan

1. Tempat Parkir

Bagi Anda yang membawa kendaraan pribadi, seperti mobil atau motor, tidak perlu khawatir soal parkir karena sudah disediakan tempat parkir yang cukup luas dan sesuai.

Kios atau tempat makan

Berjalan-jalan di museum dan melihat-lihat pameran pasti akan membuat Anda lapar. Tidak perlu bingung jika Anda kekurangan waktu atau lalai menyiapkan materi. Penduduk setempat memiliki kios di sepanjang pantai, yang menjual makanan dan minuman dengan harga terjangkau.

2. Gazebo

Pembuatan gazebo di sana memungkinkan Anda untuk bersantai dan duduk sambil mengagumi pemandangan gedung museum.

3. Penginapan

Jika Anda membutuhkan tempat tinggal di lokasi wisata ini, Anda bisa mencari yang sesuai dengan budget dan kebutuhan Anda.

4. Toilet Umum

Salah satu fasilitas penting ini juga telah dipasang sehingga Anda tidak perlu pergi mencari toilet di luar museum.

5. Layanan Informasi

Jika Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut mengenai koleksi museum, silakan bertanya kepada staf.

Alamat, Jam Buka, Harga Tiket dan Jalur Menuju Objek Wisata Museum Negeri Sumatera Utara

1. Alamat Objek Wisata Museum Negeri Sumatera Utara

Jika kalian mau mengunjungi museum ini maka lokasinya Museum Provinsi Sumatera Utara terletak di Jalan HM Joni No. 51 di Medan, Sumatera Utara. Atau jika mungkin tersesat kalian bisa menghubungi layanan Telpon : 061-732-2220, 736 6792 atau Faks : 061-732 2220

2. Jam Operasional Objek Wisata Museum Negeri Sumatera Utara

Jika kalian ke Museum Negeri Sumatera Utara perlu memperhatikan jam buka wisata ini. Museum Negeri Sumatera Utara buka pada Selasa-Minggu 08.30-12.00 dan 13.30-17.00

4. Harga Tiket Masuk Museum Negeri Sumatera Utara

Untuk masuk ke dalam Museum Negeri Sumatera Utara kalian hanya mengeluarkan uang sebesar Rp 3.000 untuk Tiket masuknya.

Arah Jalan Menuju Museum Negeri Sumatera Utara

Lewat Udara

Setibanya di Bandara Kuala Namu, ambil saja kendaraan bermotor dengan rute sebagai berikut: Jl. Jalan Tol Medan-Kuala Namu - Jl. Belmera - Patumbak - Jl. Sisingamangaraja - Jl. Stadion - Jl. Gedung Arca - Jl. HM. Joni - Museum Negeri Sumatera Utara

Lewat Laut

Setibanya di Pelabuhan Belawan, lanjutkan perjalanan menggunakan kendaraan bermotor dengan rute sebagai berikut: Jl. Pelabuhan R. - Jl. Jalan Tol Belmera - Bdr. Happy Tebung - Jl. Letda Sujono - Jl. Mandala By Pass - Jl. Arief Rahman Hakim - HM. Joni - Museum Negeri Sumatera Utara

Lewat Daratan

Anda hanya perlu mengambil rute berikut dari pusat kota: Jl. Guru Patimpus - Jl. Gatot Subroto - Jl. Kapten Maulana Lubis - Jl. Imam Bonjol - Jl. KH Ahmad Dahlan - Jl. KH. Samanhudi - Jl. Ir. Juanda - Jl. Sisingamangaraja - Jl.HM. Joni - Museum Negeri Sumatera Utara