Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

15 Pakaian Adat Sumatera Barat Serta Aksesorisnya

Seperti diketahui bahwa Sumatera Barat dikelilingi oleh Riau, Jambi, dan Bengkulu Ibu kota dari Provinsi ini adalah Padang, yang juga merupakan rumah bagi kelompok etnis masyarakat Minangkabau. Suku Minang sendiri dikenal dengan tradisinya yang cukup beragam, seperti tempat tinggal tradisional, alat musik, tarian tradisional, dan terlebih-lebih busana khas adatnya "pakaian adat sumatera barat" yang tak kalah populer dengan daerah lain.

Pada kesempatan ini kita akan fokus untuk membahas terkait Pakaian Adat Sumatera Barat saja dan aksesorisnya.

Khususnya bagi masyarakat Minang pakaian adatnya memiliki ciri khas yang unik dan sangat terkenal berkat penutup kepala (topi) yang berbentuk perahu terbalik yang cukup mirip dengan atap rumah adat mereka.

Kenapa Dengan Pakaian Adat Sumatera Barat?

Tidak heran jika pengunjung baik dari dalam maupun luar negeri, sangat tertarik ke negara indonesia karena kesederhanaannya termasuk ciri khas pakain adat sumatera barat yang akan diulas berikut ini.

Cukup banyak nilai filosofis yang tertanam dan disebarluaskan di seluruh karya, mulai dari warna hingga aksesoris seperti persenjataan, yang digunakan untuk diapdukan pada pakaian adatnya.

Pakaian Adat Sumatera Barat Terpopuler
Pakaian Adat Sumatera Barat

A. Daftar Pakaian Adat Sumatera Barat

Mungkin kita sudah tau bahwa pakaian adat adalah pakaian yang dapat mengungkapkan identitas suatu budaya dalam suatu masyarakat atau daerah yang didiaminya.

Hal ini tentunya berkaitan dengan pakaian adat Sumatera Barat yang setidaknya terdiri dari tiga bentuk pakaian dengan fungsi yang berbeda-beda:

Baju Penghulu Dengan Filosofinya Dalam Pakaian Adat Sumatera Barat

Memiliki makna atau filosofis, Dahulu pakaian ini hanya dikenakan oleh pemimpin suku saja atau pemegang adatnya, Warnanya hitam yang diasosiasikan dengan kepemimpinan

Pakaian adat penghulu adalah pakaian masyarakat adat Minangkabau, dan tidak cocok untuk semua orang.

Adat Minang telah menetapkan seperangkat pedoman dan prosedur untuk pakaian yang satu ini.

Gaun ini terbuat dari bahan paling dasar, kain beludru, dan dilengkapi dengan semua hiasan yang diperlukan.

Baju Penghulu Pada Pakain Adat Sumatera Barat
Baju Penghulu

Lebih jelasnya dibawah ini adalah jenis aksesoris yang digunakan untuk melengkapi baju ini:

1. Sasampiang Adalah Lambang Pada Pakaian Adat Sumatera Barat

Sasampiang merupakan pakaian adat Sumbar (Sumatera Barat) untuk pria. Sasampiang berupa selendang yang dibuat dari kain songket, warnanya sangat cantik untuk Wanita, sehingga selain pria wanita juga bisa mengenakannya.

Terkenal sebagai perhiasan pakaian adat tetapi Sasampiang ini sebenarnya sebuah lambang kekuatan, keteguhan serta pengetahuan seorang pria dalam kepemimpinan. Di Sumatera Barat, Sasampiang sering digunakan dalam upacara adat, pernikahan, pentas seni, dan acara lainnya.

Sasampiang Adalah Lambang Pada Pakaian Adat Sumatera Barat
Sasampiang

2. Makna Cawek / Sandang Pada Pakaian Adat Sumatera Barat

Fungsi Cawek adalah sebagai ikat pinggang kain songket yang dikenakan dipinggang oleh pria untuk berperan mengencangkan celana yang kendor. Cawek sendiri bermaknya "kekerabatan" atau "persahabatan", Serta "persaudaraan" diantara suku-suku Minang yang ada di seluruh dunia.

Dalam pakaian adat Minang, ada banyak bentuk Cawek, tetapi seringkali berwarna merah berornamen kuning dan beraksen dengan desain batik yang sangat memukau. Cawek ini panjangnya mencapai lutut pria, sehingga lebih mirip sarung atau kain panjang dari pada ikat pinggang biasa.

Makna Cawek / Sandang Pada Pakaian Adat Sumatera Barat
Cawek / Sandang

3. Deta - Aksesoris Pria Pada Pakaian Adat Sumatera Barat

Deta (Headpiece) Atau Topi, merupakan salah satu aksesoris sebagai pelengkap Pakaian Adat Sumatera Barat. Deta terbuat dari kain songket atau kain biasa yang dilipat seperti sorban, tetapi Deta berbentuk segitiga dan harus runcing ke depan yang bermakna "mewakili gonjong tempat tinggal tradisional".

Deta - Aksesoris Pria Pada Pakaian Adat Sumatera Barat
Deta

Warna asli Deta adalah hitam, tetapi saat ini deta telah hadir dalam berbagai warna, Dari berbagai Deta ini juga dikenakan oleh orang yang berbeda tingkatannya seperti Deta tertinggi dikenakan oleh raja, Deta Saluak Batimbo untuk pemegang adat, selanjutnya ada Deta Cilien Manurun dan Deta Ameh yang masing-masing dibuat khusus bagi masyarakat biasa.

4. Karih -Simbol Pada Pakaian Adat Sumatera Barat

Karih (Keris) merupakan senjata tradisional Sumatera Barat yang paling terkenal, Tentunya ini termasuk dalam Busana Adat Minangkabau. Karih akan diselipkan di pinggang sebagai simbol kesabaran, tidak cepat hanyut oleh emosi, dan mampu berpikir rasional tentang berbagai hal.

Saat mengenakan pakaian panghulu ini, karih biasanya dikenakan pada upacara adat, pertemuan dengan orang penting, seperti pengantin pria saat pernikahan, makan bajamba, diskusi, dan sebagainya.

Karih -Simbol Pada Pakaian Adat Sumatera Barat
Karih

5. Fungsi "Tongkat" Dalam Pakaian Adat Sumatera Barat

Tungkek begitulah orang Minang menyebutnya, Tongkat difungsikan sebagai ornamen dengan maknanya yang melambangkan tanggung jawab pemimpin untuk mempertahankan kepercayaan.

Tongkat ini biasa dibuat dari kayu yang telah dipoles kemudian dicat dengan warna cokelat,Selain itu banyak motif batik yang dilukiskan/diukir di sepanjang tongkat.

Sebagai tempat untuk menggenggamnya batangnyapun digulung seperti tangkai payung uniknya lagi Tongkat ini digunakan dalam berbagai acara adat Minangkabau baik budaya, keagamaan, dan lain sebagainya.

Fungsi "Tongkat" Dalam Pakaian Adat Sumatera Barat
Tongkat Dalam Pakaian Adat Sumatera Barat

B. Pakaian Adat Sumatera Barat Khusus Wanita

Bukan hanya pakain pria saja, sekarang saatnya kita berbicara tentang pakaian adat sumatera barat secara khusus untuk wanita di daerah ini.

Ada beberapa aksesoris yang hanya dikenakan oleh wanita dan tidak dikenakan oleh pria. Apa sebenarnya mereka? Simak ulasannya di bawah ini:

1. Baju Batabua -Untuk Wanita Di Sumatera Barat

Jika diatas ada kemeja panghulu untuk pria ternyata ada kemeja Batabua untuk wanita, Karena atasan Bundo Kanduang ini bertahtakan desain dengan motif benang emas dan hiasan yang sangat menarik, ini terbuat dari kain berkualitas tinggi, kata Batabua diartikan "Bertabur" dalam bahasa Indonesia.

Warnanya sendiri bervariasi, tetapi yang merah biasa digunakan sebagai gaun pengantin, Berbagai warna lain seperti hitam, biru, kuning, ungu, dan lain-lain, biasanya digunakan untuk acara lain.

Baju Batabua -Untuk Wanita Di Sumatera Barat
Baju Batabua

Bundo Kanduang sangat dihormati di adat Minang karena orang yang memakainya terlihat sangatlah mahal.

Karena kedua provinsi ini masih satu rumpun yaitu Melayu, maka tema pakaiannya hampir identik dengan pakaian adat "Kurung" yang terkenal populer di Aceh.

2. Lambak -Pada Pakaian Adat Sumatera Barat

Lambak adalah bawahan dari Pakaian Batabua, Rok ini terdiri dari desain benang emas yang indah pada kain songket. Skema warna untuk pakaian pernikahan sesuai dengan skema warna atasan yaitu merah.

Singkatnya Lambak adalah gaya sarung. Ada juga yang terbuat dari kain selain songket, Pengguna dapat mengenakan rona apa pun untuk acara selain pernikahan, seperti halnya pakaian Batabua.

Lambak -Pada Pakaian Adat Sumatera Barat
Lambak

3. Tengkolok Bertanduk -Di Baju Adat Sumatera Barat

Tekolok bertanduk yang berbentuk penutup kepala (Topi) bagi perempuan Minang merupakan salah satu ciri khas Busana Adat Minang.

Tanjak adalah nama lain dari Tekolok, yang dipakai baik oleh laki-laki maupun perempuan. Namun, wanita tetap menjadi mayoritas pengguna.

Tekolok ditenun dari kain biasa, kain songket, dan memiliki berbagai macam warna juga corak dan motifnya.

Tengkolok Bertanduk -Di Baju Adat Sumatera Barat
Tengkolok Bertanduk

Selanjutnya Kata Tekolok ini sendiri mengacu pada proporsi perempuan yang tinggal atau penghuni Rumah Gadang.

4. Balapak -Cerminan Kedewasaan Wanita Sumatera Barat

Balapak adalah selendang tenun atau songket yang dikenakan oleh perempuan dan ini menandakan bahwa mereka telah dewasa dan siap menikah atau siap menjadi ibu rumah tangga.

Balapak juga tersedia dalam model atau penutup kepala (Topi) Tinkuluak, yang dikenakan Nikita Willy saat pemotretan pre-weddingnya.

Balapak -Cerminan Kedewasaan Wanita Sumatera Barat
Balapak

5. Salempang -Untuk Perempuan Dewasa Sumatera Barat

Salempang yang juga dikenal dengan nama Tingkuluak berupa selendang multifungsi yang terbuat dari kain tenun atau songket.

Wanita dewasa biasanya memakai kain Salempang ini dan menjadi panutan bagi generasi mendatang atau generasi penerus mereka.

Salempang -Untuk Perempuan Dewasa Sumatera Barat
Salempang

6. Minsie -Lambang Luasnya Demokrasi Di Minang

Baju adat Sumatera Barat lainnya adalah Minsie yang merupakan bis sampingan pada pakaian dengan hiasan benang emas. 

Meskipun definisi minsie ini mendekati ruang lingkup demokrasi di ranah Minang tetapi ia memiliki batasan-batasan tertentu.

7. Dukuah

Dukuah merupakan pakaian adat Minangkabau selanjutnya, Dukuah ini berupa kalung besar dengan banyak motif dan berwarna kuning keemasan biasanya dikenakan oleh wanita pada saat pesta pernikahan.

Ukurannya yang cukup besar untuk menutupi bagian dada, dan fungsi utamanya adalah untuk meningkatkan daya tarik dan mempercantik pengantin wanita pada saat acara itu.

Dukuah
Dukuah

8. Galang / Gelang Aksesoris

Galang dalam bahasa Indonesia artinya gelang ini pastinya kamu sudah tahu bentuknya,

Disini galang berfungsi sebagai pelengkap (Aksesoris) Busana Adat Bundo Kandung.

Galang hadir dengan berbagai desain dan ukuran baik Dari segi warna yang umumnya berwarna kuning keemasan.

9. Cincin Perhiasan -Pelengkap Pakaian Adat Sumatera Barat

Selanjutnya kita dapat mengamati berbagai perhiasan yang menghiasi pengantin, mulai dari cincin kuning, gelang, dan kalung.

Semua perhiasan ini akan dikenakan bersamaan dengan pakaian adat untuk memperlengkap penampilan sekaligus mempercantiknya.

10. Suntiang

Suntiang secara luas dianggap sebagai salah satu aksesoris pakaian tradisional Minangkabau asli.

ya., suntiang adalah sebuah topi yang digunakan di berbagai acara, termasuk pernikahan, pertunjukan tari tradisional, produksi teater, dan acara formal lainnya.

Suntiang
Suntiang

Tanggapan Terkait Pakaian Adat Sumatera Barat

Seperti telah dibahas dari atas bahwa Pakaian Adat Sumatera Barat Serta Aksesorisnya ataupun pelengkapnya mempunyai fungsi, makna, lambang dan filosofi tersendiri bagi warga setempat mulai dari pakaian adat Penghulu yang dikenakan Pria hingga Baju Batabua yang di kenakan khusus oleh para wanita-wanita yang mendiami daerah ini.

Dari sini kita tahu bahwa daerah Provinsi Sumatera Barat punya ciri khas unik yang mampu menimbulkan rasa ingin tahu dan mempelajarinya

Sekian sampai disini semoga apa yang anda lihat dan baca hari ini tentunya yang berkaitan dengan SUMBAR (Sumatera Barat) dapat menjadi ilmu untuk di gunakan dalam kehidupan sehari-hari, Terimakasih