Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Lingkungan Manajemen dan Organisasi : Pengertian, Manfaat, Lingkup, Mode Hubungan dan Manajemen dan Globalisasi

Lingkungan Manajemen - Pada kesempatan kali ini, mimin celotehpraja.com mau ngeshare buat sobat semua tentang defenisi atau pengertian Lingkungan Manajemen. 

Dalam beberapa perusahaan Sistem Lingkungan Manajemen adalah salah satu syarat yang harus dipenuhi yang bertujuan supaya perusahaan atau organisasi tersebut berhasil dalam melestarikan lingkungan kerjanya.

Mengenal Sistem Lingkungan Manajemen, ada beberapa standar ISO 14001 Sistem Lingkungan Manajemen yang harus dipenuhi oleh organisasi atau  perusahaan agar tujuan pelestarian lingkungan bisa tercapai.

Lingkungan Manajemen dan Organisai : Pengertian, Manfaat, Lingkup, Mode Hubungan dan Manajemen dan Globalisasi

Lingkungan Manajemen dan Organisai : Pengertian, Manfaat, Lingkup, Mode Hubungan dan Manajemen dan Globalisasi

Saat ini di Indonesia, peraturan tentang pelestarian lingkungan makin kembangkan. Dampaknya, banyak perusahaan, terutama yang bergerak di bidang industri manufaktur, dan tentunya juga wajib memperhatikan seluruh kegiatan supaya tidak berdampak negatif untuk lingkungan.

Dalam pengelolaan lingkungan, ada macam cara yang dapat dilakukan oleh suatu perusahaan. Misalnya dengan melakukan penerapan ISO 14001 sistem manajemen lingkungan atau lebih dikenal dengan SML. 

Apa yang dimaksud dengan lingkungan manajemen?

Pertama perlu kita ketahui arti dan defenisi dari Lingkungan Manajemen, sebagaimana para ahli mengatakan salah satunya Sturm, 1998 dalam BBS 7750, dalam ISO 14001 mengatakan bahwa Manajemen lingkungan adalah aspek-aspek dari keseluruhan fungsi manajemen (termasuk perencanaan) yang menentukan dan membawa pada implementasi kebijakan lingkungan

Apa itu standar ISO 14001 (SML) dan apa saja tujuannya?

Menurut standar ISO 14001:2015, sistem manajemen lingkungan merupakan sebuah sistem yang mencakup struktur organisasi, tanggung jawab, perencanaan kegiatan, dan peraturan-peraturan atau kebijakan perusahaan terhadap lingkungan, terutama lingkungan sekitarnya.

Sistem tersebut merupakan bagian dari sistem lainnya yang sudah mendapati pengakuan internasional. Pengakuan dunia internasional bisa dibuktikan melalui sertifikat yang diberikan oleh badan sertifikasi yang berada di bawah langsung organisasi standardisasi internasional, dalam hal ini ISO.

Standar internasional bagi SML ini sudah diterbitkan oleh pemerintah Indonesia pada September 1996 yang berupa ISO 14001 dan ISO 14004. Pemerintah Indonesia kemudian mengadopsinya menjadi Standar Nasional Indonesia (SNI) dan menjadi SNI-19-14001-1997 dan SNI-19-14001-1997.

Sistem manajemen lingkungan adalah praktik internasional terbaik dan cocok digunakan sebagai kriteria inti dalam penerapan bisnis di Indonesia secara berkelanjutan.

Oleh karena itu, sangat dibutuhkan kolaborasi seragam antara perusahaan-perusahaan yang berada di pusat dan daerah agar penerapan ISO 14001 sistem manajemen lingkungan dapat makin banyak dan merata.

SNI ISO 14001:2015 adalah standar terkini yang telah terintegrasi lingkungan di dalam proses bisnis yang juga mempertimbangkan masalah kesempatan dan risiko dari produk, jasa, dan kegiatan perusahaan.

Dengan sejalannya standar tersebut ke dalam proses bisnis, SNI ISO 14001:2015 dapat menjadi patokan sebuah perusahaan agar melakukan pengelolaan lingkungan yang dapat tetap memiliki kontribusi terhadap lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.

Standar SML versi Indonesia ini juga telah melakukan pertimbangan dari sudut pandang daur hidup yang dilakukan dari kegiatan, produk, dan jasanya. 

Ini dimulai dari pengolahan bahan baku, pengiriman, pendistribusian, proses produksi, penggunaan, hingga pengolahan akhir. Diharapkan agar semua langkah daur hidup telah memiliki pertimbangan dari segala jenis aspek lingkungan.

Manajemen lingkungan meliputi apa saja?

Menurut standar ISO 14001:2015, sistem manajemen lingkungan merupakan sebuah sistem yang mencakup struktur organisasi, tanggung jawab, perencanaan kegiatan, dan peraturan-peraturan atau kebijakan perusahaan terhadap lingkungan, terutama lingkungan sekitarnya.

Apa yang dimaksud dengan manajemen dan lingkungan organisasi?
Yang dimaksud dengan lingkungan manajemen adalah seluruh keadaan ekstern perusahaan, industri, organisasi yang ada kaitannya dan mempengaruhi kegiatan manajemen dalam suatu perusahaan, industri, organisasi.

Mengapa sistem manajemen lingkungan diperlukan?

Salah satu manfaat penerapan manajemen lingkungan bagi perusahaan adalah terciptanya perlindungan yang baik terhadap lingkungan sekitar perusahaan. Dengan keadaan lingkungan yang terpelihara otomatis akan menjauhkan dari dampak buruk yang mungkin terjadi apabila lingkungan dibiarkan begitu saja tanpa dipelihara

Apa yg dimaksud dengan organisasi?

Menurut Prof. Dr. Sondang P. Siagian, organisasi adalah suatu bentuk persekutuan antara dua orang atau lebih yang bekerja bersama serta secara formal terikat dalam rangka pencapaian tujuan yang telah ditentukan dan dalam ikatan itu terdapat seorang atau sekelompok orang yang disebut bawahan

Setiap organisasi baik yang berskala besar, menengah maupun kecil, semua akan berinteraksi dengan lingkungan dimana organisasi tersebut berada. lingkungan itu sendiri selalu mengalami perubahan. 

Sehingga organisasi harus dapat menyesuaikan diri dengan perubahan agar tetap survival (bertahan hidup) Lingkungan organisasi (organizational environment) dapat diartikan kekuatan – kekuatan yang memengaruhi, baik secara langsung maupun tidak langssung terhadap kinerja organisasi.

Pengelompokan lingkungan organisasi dapat di kelompokkan dalam lingkungan eksternal perusahaan (external environment) baik yang sifatnya langsung (direct) maupun yang sifatnya umum (general environment) dan kelompok yang lain adalah lingkungan internal perusahaan (internal environment).

Lingkungan Eksternal Organisasi

Lingkungan ini merupakan kekuatan – kekuatan yang berada di luar kemampuan atau kendali yang berpengaruh secara langsung terhadap kinerja organisasi dan manajemen, yang meliputi :
  • Pemasok: Berfungsi sebagai penyedia fasilitas dan sarana yang dibutuhkan oleh perusahaan manajemen perlu menjalin kerja sama yang baik dengan pemasok untuk menjamin bahwa proses dan kegiatan dapat berjalan lancar.
  • Pelanggan: Sebagai konsumen memiliki kebutuhan dan keinginan yang berbeda – beda, perbedaan tersebut karena mempunyai latar belakang budaya, ekonomi dan pendidikan yang berbeda. Oleh karenanya perilaku dari konsumennya, agar supaya tidak berpindah kepada penawar lain karena tidak puas.
  • Lembaga keuangan: Lembaga ini berperan sebagai penjamin sekaligus penyedia sumber dana dan keuangan yang dibutuhkan oleh perusahaan, sehingga manajemen perlu membina lembaga yang baik dengan lembaga keuangan.
  • Pesaing: Pesaingan yang semakin ketat menuntut manajemen untuk memperhatikan para pesaingnya. Untuk menentukan strategi dalam memenangkan persaingan maka manajemen harus terus mewaspadai dari mengawasi pesaing.
  • Pemerintah: Kebijakan pemerintah mempunyai peranan yang penting bagi perkembangan suatu organisasi, bisa menjadi kelancaran / keberhasilan organisasi tetapi juga bisa menjadi penghambat organisasi.

Lingkungan Umum Organisasi (Perusahaan)

Merupakan lingkungan yang berpengaruh secara tidak langsung terhadap kinerja organisasi, komponennya sebagai berikut :
  • Demografi, yang perlu diamati oleh manajemen yaitu perubahan struktur umur penduduk, gender, ras, peluang kerja dan pengangguran serta masalah urbanisasi.
  • Ekonomi, yang memengaruhi prestasi kerja dari suatu organisasi yaitu, pertumbuhan ekonomi, pendapatan masyarakat, perubahan secara konsumen, yang akan mempengaruhi baik langsung maupun tidak langsung terhadap praktek manajemen dalam menetapkan strategi yang efektif.
  • Alam, sumber daya alam memberikan bahan – bahan yang dibutuhkan oleh organisasi. Ketersediaan bahan akan menjadi keberhasilan kerja organisasi.
  • Teknologi, lingkungan teknologi merupakan kekuatan yang dapat menciptakan produk dan pasar baru. Teknologi yang cangih akan dapat menciptakan daya saing yang kuat sehingga manajemen perlu mengamati setiap perkembangan penggunaan teknologi.
  • Politik, kebijakan pemerintah seringkali bermuatan politis, yang kadang – kadang tidak sesuai dengan misi suatu organissi, sehingga dapat merugikan organisasi.
  • Sosial dan budaya, masyarakat dan budaya merupakan kekuatan yang secara umum dapat mempengaruhi kehidupan organisasi manajemen harus dapat menyesuaikan praktek mereka terhadap dinamika lingkungan masyarakat yang selalu berubah – ubah.

Lingkungan Internal Perusahaan

Lingkungan ini merupakan kekuatan – kekuatan yang ada dalam organisasi itu sendiri dan sifatnya dapat dikontrol oleh manajemen, lingkungan ini juga berpengaruh secara langsung terhadap kinerja dari sebuah organisasi kekuatan – kekuatan tersebut meliputi:

1) Pekerja/Karyawan

merupakan salah satu sumber daya dan sekaligus input yang berharga yang dimiliki oleh perusahaan. Dalam suatu organisasi dan perusahaan antara pekerja dan menajer memiliki kepentingan yang tersendiri, pekerja ingin imbalan yang layak, sementara manajer menginginkan kinerja yang tinggi pertentangan inilah yang seringkali menimbulkan konflik dalam organisasi.

2) Dewan Komisaris

dewan komisaris diperlukan untuk mewakili kepentingan para pemegang saham yang banyak jumlahnya dalam suatu perusahaan khususnya yang besar, dewan komisaris akan selalu memantau dan mengawasi manajemen agar tetap berjalan dalam mencapai tujuan kedudukan dewan komisaris didalam perusahaan independen terhadap manajemen, sehingga mereka dapat memantau perubahan yang dirasa perlu.

3) Pemegang saham

memiliki kepentingan dan tanggung jawab tertentu terhadap perusahaan. Tanggung jawab tersebut didasarkan pada seberapa besar saham mereka pada perusahaan. Demikian juga bila perusahaan mendapatkan keuntungan maka berapa imbalan yang akan diperoleh sesuai dengan saham mereka.

Apa Hubungan Lingkungan dengan Organisasi

James D. Thomson mengemukakan bentuk pengaruh lingkungan terhadap organisasi manajemen model yang diperkenalkannya membagi 2 dimensi utama yaitu :

1. Tingkat Perubahan

Tingkat perubahan akan melihat sejauhmana stabilitas suatu lingkupan yang diukur dengan skala tingkat perubahan stabil dan perubahan dinamis.

2. Tingkat Homogenitas

Tingkat homogenitas melihat sejauhmana kompleksitas lingkungan yang diukur dengan skala homogenitas sederhana dan homogenitas kompleks masing – masing skala akan membentuk suatu derajat ketidak pastian lingkungan.

Model Hubungan Lingkungan Dan Organisasi

Organisasi dikatakan berada dalam kondisi ketidak pastian tinggi apabila organisasi menghadapi perubahan lingkungan yang cepat (dinamis) dan elemen homogenitas yang sangat kompleks.

Kombinasi perubahan yang dinamis dengan elemen lingkungan yang sederhana menunjukkan organisasi berada dalam ketidakpastian moderat. Beberapa strategi yang dapat diambil dalam rangka menghadapi perubahan lingkungan dan ketidakpastian, antara lain.
  • Melakukan penyesuaian terhadap perubahan lingkungan, dengan mengubah struktur organisasi atau desainnya bila kekuatan lingkungan tidak dapat dirubah.
  • mempengaruhi lingkungan langsung, alternatif tindakannya antara lain melakukan lobi, pemasangan iklan dan perundingan – perundingan dengan pihak terkait.

Manajemen dan Globalisasi

Dalam menghadapi persaingan dan globalisasi maka seorang manajer perlu mempertimbangkan pengaruh kekuatan global dalam rangka mencapai tujuan organisasi tidak hanya lingkungan internal dan eksternal domistik saja. 

Para manajer yang bekerja pada organisasi yang skalanya luas (internasional) maka pengaruh globalisasi akan sangat dirasakan sekali agar organisasi bisa tetap bersaing dalam ekonomi global, Michael Porter mengajurkan 3 unsur pokok yang berkaitan dengan lingkungan ( Advantage Competitive Factors).

1. Strategi, structurs dan persaingan perusahaan

Kondisi dalam suatu bangsa yang mempengaruhi cara kerja organisasi sangat berhubungan satu dengan yang lainnya persaingan domestik akan mendorong inovasi dan pengembangan keunggulan bersaing.

2. Kondisi permintaan

Permintaan domestik terhadap produk dan jasa suatu industri bila pelanggan meminta maka perusahaan harus menanggapi dengan produk dan jasa bermutu tinggi dan inovatif.

3. Factor Kondisi

Komponen – komponen yang terkait dalam menghasilkan barang – barang dan jasa seperti pekerja terampil, infrastruktur ekonomi dan adanya bahan – bahan mentah atau sumber daya alam.

Industri Terkait

Adanya negara atau industri pemasok yang bersaing secara internasional. Kemampuan untuk menyediakan sumber daya input dan jasa yang diperlukan untuk mendukung produksi barang.

Perbedaan yang mendasar antara mengelola dalam lingkungan nasional dan lingkungan global adalah terletak pada penyesuaian dan keharusan untuk menerima perbedaan dari negara asing. Meskipun tidak harus menghilangkan nilai – nilai dan tatacara kerja sesuai norma yang berlaku dinegara yang bersangkutan.

Perbedaan dijadikan pedoman untuk menetapkan langkah karena organisasi harus masuk dalam lingkungan persaingan global atau bangsa – bangsa didunia.